Suasana prosesi pemakaman massal korban gempa tsunami palu di Poboya, Mantikulore, Palu, Senin (1/10/2018)./ANTARA-Muhammad Adimaja

<p><strong>Solopos.com, JAKARTA</strong> -- <a href="http://news.solopos.com/read/20181001/496/943127/3-hari-anak-peluk-jenazah-ibu-di-bawah-reruntuhan-perumnas-balaroa-palu" target="_blank" rel="noopener">Korban meninggal dunia</a> akibat gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan sekitarnya menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin (2/10/2018) siang pukul 13.00 WIB sebanyak 1.234 orang.</p><p>Jumlah 1.234 korban tersebut tersebar di Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong. Sementara itu jumlah korban luka berat saat ini tercatat sebanyak 799 orang dan angka bisa terus bertambah.</p><p>&ldquo;<a href="http://news.solopos.com/read/20181002/496/943175/korban-gempa-palu-tak-makan-3-hari-kami-bukan-penjarah" target="_blank" rel="noopener">Korban</a> diperkirakan akan terus bertambah, karena evakuasi masih terus dilangsungkan,&rdquo; ujar Kapusdatin dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di kantor BNPB, Jakarta, Selasa (2/10/2018).</p><p>Sejak kemarin sudah dilakukan pemakaman jenazah secara massal, dan hari ini akan dilanjutkan. &ldquo;Kemarin 153 dimakamkan di TPU Paboya Kota Palu,&rdquo; jelasnya.</p><p>Sementara itu, masih ada 99 orang hilang dan 152 orang masih <a href="http://news.solopos.com/read/20181001/496/943095/perumnas-balaroa-palu-ambles-5-meter-ratusan-orang-diduga-tertimbun" target="_blank" rel="noopener">tertimbun reruntuhan</a> akibat guncangan gempa.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten