Update Kasus Perusakan Makam Mojo Solo: 2 Anak Harus Perbaiki Makam, 5 Lainnya Dikembalikan ke Ortu

Sebanyak dua anak pelaku perusakan makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, diminta untuk memperbaiki makam. Sementara lima pelaku lainnya dikembalikan ke orang tua.

 Warga mendata makam yang dirusak di kompleks permakaman umum Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Senin (21/6/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Warga mendata makam yang dirusak di kompleks permakaman umum Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Senin (21/6/2021). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO – Sebanyak dua anak pelaku perusakan makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, diminta untuk memperbaiki makam. Sementara lima pelaku lainnya dikembalikan ke orang tua.

Seperti diketahui, Satreskrim Polresta Solo telah menetapkan ketujuh anak pelaku perusakan makam tersebut sebagai tersangka. Penyelesaiannya dibagi dua. Untuk anak di atas 12 tahun di bawah 18 tahun melalui proses diversi. Lalu anak-anak di bawah 12 tahun melalui putusan tiga pilar yakni penyidik kepolisian, pekerja sosial, dan Bapas Solo.

Hasilnya, dua anak yang berusia di atas 12 tahun di bawah 18 tahun diminta untuk memperbaiki 12 makam yang rusak. Sementara lima anak lainnya dikembalikan kepada orang tua masing-masing.

Baca Juga: Berbeda dengan Solo, Sragen Tak Akan Tutup Pasar Tradisional Saat PPKM Darurat

“Kesepakatan diversi dengan menghadirkan anak yang berhadapan dengan hukum, korban, peksos (pekerja sosial), bapas (balai pemasyarakatan), psikologi anak, dan tokoh masyarakat. Kesepakatannya, yakni diminta untuk melakukan perbaikan 12 nisan makam yang dirusak,” kata Kapolresta Solo Kombes Ade Safri Simanjuntak seperti dikutip dari detik.com, Minggu (4/7/2021).

Dari kesepakatan itu, Ade melanjutkan, maka dibuatkan berita acara bahwa sudah tercapai kesepakatan diversi. Berita acara itu kemudian dikirimkan ke Pengadilan Negeri (PN) Solo.

“Berita acara sudah kita kirimkan ke pengadilan untuk mendapatkan penetapan. Penetapan dari PN itu yang akan dijadikan sebagai dasar bagi penyidik untuk mengeluarkan SP3 [surat perintah penghentian penyidikan],” terangnya.

Ade menambahkan motif perusakan itu bermacam-macam seperti bermain-main, ada yang diduga sengaja. Apapun itu perusakan makam benar terjadi.

Sementara itu, nasib kuttab tempat belajar anak, kemungkinan akan pindah dari lokasi saat ini. “Dari pengurus kuttab berencana akan pindah dari tempat tersebut. Dari hasil pertemuan pengurus, RT, RW dan pemilik kontrakannya bakal pindah lokasi,” papar dia.

Baca Juga: Kabupaten Madiun Darurat Covid-19, Ini 13 Aturan yang Harus Dipatuhi!

Lurah Mojo, Margono, Rumah Kutab Milah Muhammad sekolah anak-anak perusak makam di Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon, Solo, bakal pindah bulan depan. Saat ini sudah tidak ada kegiatan sama sekali setelah kasus itu ditangani Polresta Solo.

Ia menjelaskan satu bulan lagi, sekolah para anak-anak itu pindah. Telah ada koordinasi di tingkat lingkungan sebelum kepindahan itu. “Sudah tidak ada kegiatan sama sekali. Bulan depan pindahnya,” papar dia.


Berita Terkait

Berita Terkini

Permintaan Pengepul Anjlok, Ikan Nila Boyolali Dijual Siap Santap

Para pembudidaya ikan nila di Boyolali berinovasi dengan menjual nila hasil olahan yang siap santap demi mempertahankan bisnis.

Pesona Waduk Pidekso Wonogiri: Sarana Irigasi hingga Wisata Air

Waduk Pidekso di wilayah Giriwoyo, Wonogiri, menjadi solusi air bersih di bagian selatan dan berpotensi menjadi objek wisata.

11 Jam Tuntaskan Nazar Lari Salatiga-Klaten, Mustakim Sujud Syukur

Khoirudin Mustakim, pesilat peraih medali emas PON XX Papua asal Klaten, Jawa Tengah (Jateng) menuntaskan nazar berlari dari Salatiga-Klaten.

Museum Purba Klaster Dayu Karanganyar Sudah Dibuka Lur

Objek wisata Museum Purba Dayu di Karanganyar kembali dibuka untuk pengunjung mulai 16 Oktober 2021.

Rugi Bandar! Sawah di Sragen, Grobogan & Rembang Menyusut Jadi Industri

Sawah lahan pertanian produktif di wilayah Sragen, Grobogan, serta Rembang terus menyusut beralih menjadi kawasan industri.

Tak Ada Honor, Perlintasan KA di Bedowo Sragen Tak Dijaga Petugas

Perlintasa kereta api (KA) di wilayah Dukuh Bedowo, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, tidak dijaga petugas karena tidak ada honornya.

Hebat! Atlet Paralayang Sukoharjo Sabet 4 Medali PON

Atlet paralayang asal Sukoharjo, Jawa Tengah, memborong empat medali di ajang PON Papua 2021.

Geger Banteng Vs Celeng, Begini Tanggapan Bupati Wonogiri

Ketua DPC PDIP Wonogiri yang juga Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, turut memberikan tanggapan terkait polemik banteng vs celeng di internal PDIP.

Brukk! Tertimpa Pohon Tumbang, Teras Rumah Warga Sragen Rusak

Hujan dengan intensitas sedang disertai angin kencang melanda di wilayah Kecamatan Gesi, Ngrampal, hingga Sambungmacan, Sragen.

Di Tengah Pandemi, Festival Batik di Kampung Kuliner Klaten Digelar

Festival Batik di Kampung Kuliner Klaten yang digelar di tengah pandemi Covid-19 disambut antusias peserta.

Bupati Sukoharjo! Ayo Warga, Jangan Sampai Tidak Ikut Vaksinasi

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, meminta warga untuk tidak melewatkan kegiatan vaksinasi.

Innalillahi! Pelajar SMP di Sragen Yang Tertimpa Pohon Meninggal Dunia

Pelajar SMP, Dwi Riyanto, 14, asal Dukuh Gandrung RT 004, Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen, yang tertimpa pohon akhirnya meninggal dunia.

Tragis! Pelajar SMP di Sragen Tertimpa Pohon Saat Naik Motor

Seorang pelajar SMP, Dwi Riyanto, 14, asal Dukuh Gandrung RT 004, Desa Klandungan, Ngrampal, Sragen, tertimpa pohon saat mengendarai motor.

Main Bulu Tangkis 5 Set, Gibran Jadi Bulan-Bulanan Rudy

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, merasakan ketangguhan mantan Wali Kota Solo yang juga politikus senior PDIP, F.X. Hadi Rudyatmo, dalam bermain bulu tangkis.

Pengumuman! Keraton Solo Kembali Tiadakan Gerebeg Maulud, Ini Alasannya

Keraton Solo tahun 2021 ini kembali meniadakan acara Grebeg Maulud untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pamit ke Sawah, Nenek-nenek di Sragen Tersambar Kereta Api

Nenek dari Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Hartini, 69, ditemukan meninggal diduga tersambar KA saat pergi ke sawah pada Senin (18/10/2021).