Update Kasus Covid-19 Indonesia 19 Juli: Positif Tambah 1.639, Sembuh Tambah 2.133
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan terkait penanganan virus corona di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (18/3/2020). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Solopos.com, JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkapkan update data kasus pasien positif di Indonesia per Minggu(19/7/2020) pukul 12.00 WIB. Berbeda dengan laporan sebelumnya, tambahan pasien sembuh kali ini lebih banyak ketimbang pasien positif.

Update kasus positif Covid-19 Indonesia itu disampaikan Yuri dalam jumpa pers di Graha BNPB, Minggu sore WIB. Yuri mengatakan spesimen yang diuji oleh pemerintah hingga saat ini mencapai 1.221.518. Uji spesimen itu menggunakan dua metode yakni polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

"Ada penambahan kasus terkonfirmasi positif pada hari ini sebanyak 1.639 orang sehingga total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 86.521. Sementara pasien Covid-19 di Indonesia yang sembuh bertambah 2.133 orang menjadi 45.401. Sementara pasien meninggal bertambah 127 menjadi 4.143," papar Yuri yang disiarkan langsung di Youtube BNPB.

Bikin Heboh! Sabtu Malam Alun-Alun Utara Solo Digembok, Kenapa?

Dalam data tersebut diketahui juga jumlah kasus suspek yang sebelumnya disebut sebagai orang dalam pemantauan atau pengawasan. Kasus suspek di Indonesia saat ini yang masih dipantau dan diawaasi mencapai 37.505.

Yuri mengatakan kerja keras pemerintah beserta peran masyarakat semakin menunjukkan hasil yang baik. Kendati demikian, dia mengingatkan masyarakat untuk terus waspada karena Covid-19 memang masih ada.

"Oleh karena itu mari bersama-sama protokol kesehatan tetap kita jalankan sebaik-baiknya. Di antaranya dengan menjaga jarak, ini menjadi kunci, kemudian menggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun," terangnya.

Terapkan Protokol

Cara tersebut dianggap Yuri sebagai cara yang paling baik agar aman dari kemungkinan tertular. Rasa aman ini yang kemudian dibutuhkan agar bisa produktif kembali selama pandemi. Masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Yuri juga mengingatkan protokol kesehatan ini agar bisa diterapkan di perkantoran. Misalnya dengan menerapkan social distancing seperti menjaga jarak meja antarkaryawan.

Riwayat Sastrawan Sapardi Djoko Damono, Dari Solo untuk Indonesia

"Kemudian di saat jam makan siang, makan siang di jam yang sudah kita sepakati bersama kita masih bergerombol, kita masih saja tidak menjaga jarak, kita masih saja tidak menggunakan masker."

"Oleh karena itu mari komitmen ini tetap kita jaga agar kita bisa secara bersama-sama mengendalikan Covid-19 ini. Kita akan mampu melaksanakan ini dan kita bisa menanggulanginya secepat mungkin," tandas Yuri.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom