Tutup Iklan
Update Data Covid-19 Indonesia: Kasus Positif Tembus 80.094, Sembuh 39.050, Meninggal 3.797
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto saat jumpa pers. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Solopos.com, JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengungkapkan update data kasus pasien positif di Indonesia per Rabu (15/7/2020) pukul 12.00 WIB. Ada tambahan pasien positif sebanyak 1.522 dalam 24 jam terakhir.

Update data positif Covid-19 Indonesia itu disampaikan Yuri dalam jumpa pers di Graha BNPB, Rabu sore WIB. Yuri mengatakan spesimen yang diuji oleh pemerintah hingga saat ini mencapai 1.122.339. Uji spesimen itu menggunakan dua metode yakni polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

"Ada penambahan kasus terkonfirmasi positif pada hari ini sebanyak 1.522 orang sehingga total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 80.094. Sementara pasien Covid-19 di Indonesia yang sembuh bertambah 1.414 orang menjadi 39.050. Sementara pasien meninggal bertambah 87 menjadi 3.797," papar Yuri yang disiarkan langsung di Youtube BNPB.

Presiden AS Ogah Lanjutkan Perundingan Perdagangan dengan Tiongkok, Alasannya Corona?

Dalam data tersebut diketahui juga jumlah kasus suspek yang mencakup ODP dan PDP. Kasus suspek di Indonesia saat ini yang masih dipantau dan diawaasi mencapai 47.859.

Yuri mengatakan kerja keras pemerintah beserta peran masyarakat semakin menunjukkan hasil yang baik. Kendati demikian, dia mengingatkan masyarakat untuk terus waspada karena Covid-19 memang masih ada.

"Oleh karena itu mari bersama-sama protokol kesehatan tetap kita jalankan sebaik-baiknya. Di antaranya dengan menjaga jarak, ini menjadi kunci, kemudian menggunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun," terangnya.

Terapkan Protokol

Cara tersebut dianggap Yuri sebagai cara yang paling baik agar aman dari kemungkinan tertular. Rasa aman ini yang kemudian dibutuhkan agar bisa produktif kembali selama pandemi. Masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Yuri juga mengingatkan protokol kesehatan ini agar bisa diterapkan di perkantoran. Misalnya dengan menerapkan social distancing seperti menjaga jarak meja antarkaryawan.

Bupati Sragen Gemas Lihat Petani di Sawah Enggan Pakai Masker

"Kemudian di saat jam makan siang, makan siang di jam yang sudah kita sepakati bersama kita masih bergerombol, kita masih saja tidak menjaga jarak, kita masih saja tidak menggunakan masker."

"Oleh karena itu mari komitmen ini tetap kita jaga agar kita bisa secara bersama-sama mengendalikan Covid-19 ini. Kita akan mampu melaksanakan ini dan kita bisa menanggulanginya secepat mungkin," tandas Yuri.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho