Tutup Iklan
Update Covid-19 Boyolali: Positif Tambah 10 Orang, 1 Pasien Asal Juwangi Meninggal Dunia
Ilustrasi zona Covid-19. (freepik)

Solopos.com, BOYOLALI -- Dinas Kesehatan Boyolali mengumumkan update kasus positif Covid-19 pada Kamis (23/7/2020) bertambah 10 orang sehingga totalnya menjadi 152 orang.

Di sisi lain, ada tambahan satu pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sehingga jumlahnya menjadi empat orang. Pasien keempat yang meninggal tersebut berasal dari Juwangi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, mengatakan hingga Kamis siang, total kasus positif yang sudah tercatat di Boyolali sebanyak 155 kasus.

"Ada penambahan 10 kasus baru yang semuanya merupakan kiriman dari sejumlah rumah sakit di luar Boyolali," kata dia kepada wartawan, Kamis.

Positif Virus Corona Kota Solo Jadi 223 Orang, Satu Guru Ikut Tertular

Update kasus positif Covid-19 tersebut yakni kasus 146, TRJ, dari Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede, Boyolali. "Pelaku perjalanan dari Jakarta tersebut informasinya berasal dari Rumah Sakit dr Moewardi Solo," kata dia.

Pasien tambahan kedua adalah kasus 147, BYM, dari Desa Ngenden, Ampel. Pasien tersebut merupakan bayi yang baru lahir dari MRS yang masih menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi Solo.

PDP di Grogoban

Kemudian kasus 148, SF, dari Desa Mliwis, Cepogo, yang menjalani perawatan di RS UNS. Sedangkan kasus 149, NAS, dari Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi.

Inginkan Perubahan, Paguyuban Mantan Kades Merapat Ke Joswi Di Pilkada Sukoharjo 2020

Pasien asal Juwangi ini, menurut update informasi terakhir Covid-19 yang diterima Dinas Kesehatan Boyolali awalnya merupakan PDP di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Grobogan. NAS ternotifikasi positif Covid 19 pada 11 Juli 2020.

"Namun kami menerima pemberitahuan pada 22 Juli 2020 yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Jadi saat ini ada tambahan kasus meninggal dunia di Kabupaten Boyolali, yang berasal dari Juwangi, atas nama NAS," kata dia.

Update selanjutnya positif Covid-19 adalah kasus 150, SYT, dari Desa Senting, Sambi, Boyolali. Pasien itu merupakan tenaga kesehatan di RSJ Solo dan sudah menjalani karantina di rumah sakit tersebut.

Perempuan Karyawan Konter Gelapkan HP Hingga Rp40 Juta Sudah Belasan Tahun Bekerja di Singosaren Solo

Kasus selanjutnya adalah kasus 151, AAS, dari Desa Jembungan, Banyudono, merupakan tenaga kesehatan dari RSUD dr Moewardi Solo. Kasus 152 adalah atas nama JHT dari Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak.

Pemeriksaan PCR Mandiri

Pasien tersebut merupakan pelaku perjalanan yang akan kembali ke Kalimantan. Saat melakukan rapid test hasilnya reaktif. Kemudian dilakukan pemeriksaan PCR secara mandiri di rumah sakit swasta di Solo dan hasilnya positif. "Saat ini yang bersangkutan posisi masih dirawat di Rumah Sakit Hermina Solo," kata Ratri.

Update kasus positif Covid-19 Boyolali nomor 153 masih ada berkaitan dengan kasus 147. Dia adalah MRS, warga Desa Ngenden, Ampel, merupakan ibu dari bayi yang menjadi pasien positif nomor 147.

Tak Hanya Nakes, Staf Administrasi RSUD dr Moewardi Solo Juga Ikut Tertular Covid-19

Kasus 154, STR, berasal dari Desa Sembungan, Nogosari, terkonfirmasi positif sejak 14 Juli namun pada 23 Juli sudah dinyatakan sembuh. "Jadi kami menerima notifikasi yang bersangkutan [dari RSUD dr Moewardi Solo] sudah sembuh," terang dia.

Terakhir adalah kasus 155, SYM, dari Desa Walen, Simo. Pasien tersebut sakit dan dirawat di RSUD dr Moewardi Solo. Selain penambahan kasus positif dan kasus meninggal dunia, pada Kamis, Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali juga menyampaikan adanya tambahan pasien yang sembuh.

Ada delapan kasus sembuh yakni kasus 069 (SW), kasus 070 (TK), kasus 118 (YH), kasus 119 (SIS), kasus 125 (SUL), kasus 130 (HY), kasus 136 (GL), dan 154 (STR). Total saat ini ada 69 pasien yang dinyatakan sembuh.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho