UPAH BURUH : Apindo Berharap Kenaikan Upah Disesuaikan Kondisi Ekonomi

UPAH BURUH : Apindo Berharap Kenaikan Upah Disesuaikan Kondisi Ekonomi

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Upah Buruh (JIBI/Solopos/Antara)

Ilustrasi upah buruh
Ilustrasi Upah Buruh (JIBI/Solopos/Antara)

Upah buruh menjadi hal krusial dalam hubungan antara buruh dan perusahaan. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah menilai kenaikan upah buruh harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang sedang terjadi

 

Solopos.com, SEMARANG- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah menilai kenaikan upah buruh harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi yang sedang terjadi sehingga ada keseimbangan antara kemampuan perusahaan dengan permintaan para buruh mengenai kenaikan UMK.

"Saat ini sedang ada pembicaraan di tingkat dewan pengupahan, kalau dari kami sebagai pengusaha intinya adalah kondisi ekonomi sangat memengaruhi kinerja perusahaan," kata Wakil Ketua Apindo Jateng Deddy Mulyadi Ali di Semarang seperti dikutip Antara, Selasa (26/5/2015).

Menurutnya, pada kondisi ekonomi yang belum stabil seperti saat ini, seharusnya tidak perlu dipaksakan terjadinya kenaikan UMK.

"Kalau di satu sisi upah buruh naik tetapi di sisi lain jumlah pengangguran meningkat kan percuma saja, karena kalau dipaksakan naik tinggi pengusaha akan kelimpungan," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap ada sinergi antara Pemerintah, pengusaha, dengan buruh. Diharapkan, Pemerintah bisa berperan sebagai penengah untuk mencapai kesepakatan yang baik antara pengusaha dengan buruh terkait kenaikan UMK tersebut.

Mengenai besaran kenaikan UMK sendiri, pihaknya berharap kenaikan tersebut di kisaran 10-12 persen. Menurutnya, kenaikan UMK harus dilakukan secara bertahap karena kalau dilakukan secara langsung maka operasional perusahaan akan bergejolak.

"Kami menyadari, fluktuasi harga BBM seperti yang terjadi saat ini sangat berpengaruh terhadap beban hidup para buruh, selain itu harga elpiji ukuran 3 kg yang juga terus meningkat. Oleh karena itu, kami berharap agar harga komoditas tersebut bisa stabil sehingga para buruh juga tidak semakin terbebani," katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kita Harus Menjadi Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu, 5 Mei 2021. Esai ini karya Ardian Nur Rizki, guru di Sekolah Indonesia Luar Negeri Johor Bahru, Malaysia.

BTS Jadi Bintang Tamu di "Friends: The Reunion," Begini Respons Penggemar

BTS jadi bintang tamu di Friends: The Reunion.

Mantap! TSTJ Solo Zoo Siapkan Wahana Makan Durian di Tepi Danau

Pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) atau Solo Zoo menyiapkan wahana baru makan durian di pinggir danau untuk menarik pengunjung pada Libur Lebaran 2021.

Korban Perahu Wisata Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali: 5 dari Juwangi, 4 Grobogan

Sebanyak sembilan orang menjadi korban kecelakaan perahu wisata terbalik di Waduk Kedungombo, Boyolali, Sabtu (15/5/2021).

H+2 Lebaran, 11.700 Kendaraan ke Jateng Dipaksa Putar Balik

Sebanyak 11.700 kendaraan dari wilayah Jawa Barat (Jabar) yang menuju Jawa Tengah (Jateng) harus putar balik  pada H+2 Lebaran, Sabtu (15/5/2021).

Patroli Objek Wisata Air Klaten, Polisi Tak Temukan Pelanggaran Protokol Kesehatan

Pengelola objek wisata air Klaten juga sudah menyiapkan alat pengeras suara untuk mengimbau ke seluruh pengunjung.

Arus Turun Wisatawan dari Tawangmangu dan Ngargoyoso Lancar

Arus turun kendaraan wisatawan dari Ngargoyoso dan Tawangmangu, Karanganyar terpantau lancar Sabtu (15/5/2021) sore.

Mas Abby Eks Napi Teroris Yang Kini Mahir Meracik Siomay, Jualan di Sukoharjo

Kristianto alias Mas Abby mantan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Malang kini berjualan siomay di sekitar kediamannya di wilayah Sukoharjo.

Lalu Lintas Wonogiri Ramai, Mayoritas Keluar Kota

Lalu lintas di jalan raya Wonogiri pada H+2 Lebaran, Sabtu (15/5/2021) terpantau masih ramai, tetapi lancar. Kebanyakan kendaraan keluar dari Wonogiri.

649 Kendaraan Berpelat Nomor Luar Daerah Terpaksa Putar Balik di Prambanan

Sebanyak 649 kendaraan roda empat berpelat luar daerah harus putar balik selama berlangsung penyekatan pemudik arus balik di Prambanan, Klaten.

Wisatawan Luar Jateng yang Mencoba Masuk Lewat Karanganyar Terus Bertambah

Wisatawan dari luar Jawa Tengah yang mencoba masuk ke Karanganyar, Jateng semakin banyak pada H+2 Lebaran atau Sabtu (15/5/2021).

Overload! Perahu Wisata yang Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali Maksimal Angkut 12 Penumpang

Perahu wisata yang terbalik di Waduk Kedungombo, Boyolali, Sabtu (15/5/2021) kelebihan muatan karena maksimal mengangkut 12 penumpang.