UPAH BURUH : Agar Tak Cemburu, Perusahaan Perlu Bikin Skala Upah

UPAH BURUH : Agar Tak Cemburu, Perusahaan Perlu Bikin Skala Upah

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Upah Buruh (JIBI/Solopos/Antara)

Ilustrasi upah buruh
Ilustrasi Upah Buruh (JIBI/Solopos/Antara)

Upah buruh lama dan baru masih menjadi pembahasan. Pemkab Kudus mendorong perusahaan di daerah terapkan skala upah 

 

Solopos.com, KUDUS- Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendorong perusahaan di daerah setempat untuk menerapkan skala upah guna menghindari kecemburuan antara pekerja lama dengan yang baru, kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lutful Kudus Hakim.

"Beberapa perusahaan memang sudah ada yang menerapkan skala upah, khususnya bagi perusahaan yang memang mampu memenuhi honor pegawai sesuai ketentuan upah minimum kabupaten (UMK)," ujarnya di Kudus seperti dikutip Antara, Selasa (26/5/2015).

Hanya saja, lanjut dia, penerapan skala upah tersebut belum berjalan secara transparan sehingga upah antara pekerja satu dengan lainnya dimungkinkan tidak sama.

Penentuan skala upah, kata dia, memang sudah sepantasnya diberlakukan secara transparan sehingga masing-masing pekerja akan berlomba-lomba meningkatkan kinerjanya karena berdampak pada pendapatannya setiap bulan.

Ia mengakui, fokus untuk saat ini terkait dengan kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan upah minimum kabupaten (UMK) 2015 sebesar Rp1.380.000 per bulan.

"Jika hal itu berjalan dengan baik, tentunya kami akan melangkah ke penerapan skala upah yang berbasis kinerja," ujarnya.

Hasil pantauan tim pemantau UMK 2015, kata dia, mencatat ada 18 perusahaan di Kabupaten Kudus yang belum memberlakukan pemberian upah pekerjanya sesuai ketentuan UMK 2015 sebesar Rp1.380.000/bulan.

"Perusahaan yang belum memberlakukan ketentuan UMK 2015 merupakan perusahaan skala besar, menengah dan kecil," ujarnya.

Dalam pemantauan tersebut, lanjut dia, melibatkan perwakilan dari Dinsosnakertrans Kudus, pengusaha dan kalangan pekerja.

Berita Terkait

Berita Terkini

Patroli Objek Wisata Air Klaten, Polisi Tak Temukan Pelanggaran Protokol Kesehatan

Pengelola objek wisata air Klaten juga sudah menyiapkan alat pengeras suara untuk mengimbau ke seluruh pengunjung.

Arus Turun Wisatawan dari Tawangmangu dan Ngargoyoso Lancar

Arus turun kendaraan wisatawan dari Ngargoyoso dan Tawangmangu, Karanganyar terpantau lancar Sabtu (15/5/2021) sore.

Mas Abby Eks Napi Teroris Yang Kini Mahir Meracik Siomay, Jualan di Sukoharjo

Kristianto alias Mas Abby mantan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Malang kini berjualan siomay di sekitar kediamannya di wilayah Sukoharjo.

Lalu Lintas Wonogiri Ramai, Mayoritas Keluar Kota

Lalu lintas di jalan raya Wonogiri pada H+2 Lebaran, Sabtu (15/5/2021) terpantau masih ramai, tetapi lancar. Kebanyakan kendaraan keluar dari Wonogiri.

649 Kendaraan Berpelat Nomor Luar Daerah Terpaksa Putar Balik di Prambanan

Sebanyak 649 kendaraan roda empat berpelat luar daerah harus putar balik selama berlangsung penyekatan pemudik arus balik di Prambanan, Klaten.

Wisatawan Luar Jateng yang Mencoba Masuk Lewat Karanganyar Terus Bertambah

Wisatawan dari luar Jawa Tengah yang mencoba masuk ke Karanganyar, Jateng semakin banyak pada H+2 Lebaran atau Sabtu (15/5/2021).

Overload! Perahu Wisata yang Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali Maksimal Angkut 12 Penumpang

Perahu wisata yang terbalik di Waduk Kedungombo, Boyolali, Sabtu (15/5/2021) kelebihan muatan karena maksimal mengangkut 12 penumpang.

Penting! Lakukan Ini Jika Alami Musibah Kapal Tenggelam

Ada sejumlah hal dilakukan saat alami musibah kapal tenggelam.

Transpuan Hollywood Ini Pernah Sambangi Magelang

Sosok yang pernah menjadi ayah tiri dari selebriti penuh sensasi, Kim Kadarshian, ini pernah menyambangi Magelang.

Liburan Cari Ikan, Bakul Bakso Tewas Kena Alat Setrum Punya Sendiri

Pedagang bakso di Grobogan, Jawa Tengah tewas setelah tersengat listrik dari alat setrum ikan milik sendiri saat mencari ikan.

Tolong Temannya yang Tercebur di Sungai, Pemuda Sukoharjo Tenggelam dan Meninggal Dunia

Seorang pemuda bernama Adam Susanto, warga Desa Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo tenggelam di sungai di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban.

Tambah 3 Lagi, 6 Jasad Korban Perahu Terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali Ketemu

Sebanyak enam dari sembilan korban perahu terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali ditemukan dan telah dievakuasi ke RSUD Waras Wiris.