Upacara HUT RI Di Sritex Sukoharjo: Biasanya Diikuti Ribuan Karyawan, Tahun Ini Hanya 99 Orang
Presiden Direktur (Presdir) PT Sritex Tbk, Iwan Setiawan Lukminto (tengah), membacakan amanat saat upacara bendera memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI dan HUT ke-54 Sritex di lokasi pabrik Sukoharjo, Senin (17/8/2020). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- PT Sri Rejeki Isman Tbk yang disingkat Sritex menggelar upacara HUT Ke 75 Kemerdekaan RI sekaligus HUT ke-54 Sritex, Senin (17/8/2020), dengan situasi yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya upacara diikuti ribuan karyawan dan manajemen, tahun ini hanya diikuti 99 orang yang mayoritas dari level manajemen. Hal itu untuk mencegah persebaran Covid-19.

Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur (Presdir) PT Sritex Tbk, Iwan Setiawan Lukminto, bertindak sebagai inspektur upacara. PT Sritex telah melewati tantangan besar akibat pandemi Covid-19 dengan melakukan diversifikasi produk seperti masker, alat pelindung diri (APD), dan safety fashion yang berstandar tinggi.

Hadiri Ijab Kabul Anak di Nguter Sukoharjo: Bapak Meninggal, 5 Anggota Keluarga Positif Covid-19

“Tidak ada kebijakan pemutusan hubungan kerja [PHK] yang diambil manajemen perusahaan akibat pandemi Covid-19. Hal ini patut disyukuri untuk menatap tahun depan agar lebih baik,” kata dia dalam upacara HUT RI dan Sritex di lingkungan pabrik PT Sritex, Sukoharjo, Senin.

Selama ini, PT Sritex turut berandil dalam upaya penanggulangan dampak pandemi Covid-19 dengan menggandeng pelaku UMKM di wilayah Soloraya. Hal ini bakal berimplikasi positif terhadap perekonomian daerah.

Tenaga kerja lokal diberdayakan sehingga mendapat penghasilan setiap bulan. Para tenaga kerja lokal itu diberdayakan dalam pembuatan berbagai produk seperti masker dan tas.

160 Napi Rutan Solo Dapat Remisi Hari Kemerdekaan, Ada Yang Dari Nigeria

“Kami juga memberikan lebih dari 50.000 paket sembako untuk karyawan dan masyarakat setempat. Kami berharap bantuan sosial itu meringankan beban karyawan dan masyarakat di tengah gerusan pandemi Covid-19,” ujar dia.

Prioritas Utama Pasar Lokal

Dalam upacara HUT RI dan Sritex tersebut, Iwan menyebut pasar lokal menjadi prioritas utama saat masa pandemi Covid-19. Hal ini bagian dari upaya ekspansi tekstil terpadu mulai hulu hingga hilir seperti spinning, weaving, knitting, dan garmen.

Integrasi produk dilakukan dengan mengedepankan konsep ramah lingkungan. Seusai upacara bendera, Iwan memotong nasi tumpeng yang diberikan kepada perwakilan karyawan dan masyarakat setempat.

Solo Tambah 5 Kasus Positif Corona, 2 Di Antaranya Bapak-Anak Asal Banjarsari

“Kondisi bisnis tekstil pada Juli dan Agustus mulai bangkit setelah terpuruk pada awal masa pandemi Covid-19. Mudah-mudahan kondisinya stabil hingga akhir tahun,” papar dia.

Sementara itu, seorang panitia HUT Kemerdekaan RI dan Sritex, Sri Saptono Basuki, mengatakan upacara bendera peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Sritex berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, upacara bendera diikuti puluhan ribu karyawan Sritex Group.

Demi mencegah persebaran Covid-19, upacara bendera dilaksanakan secara terbatas dan sederhana dengan diikuti 99 peserta. “Momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Sritex menekankan pada semangat kebersamaan dalam melawan pandemi Covid-19,” kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom