Upacara Hari Pahlawan, Wabup Sragen: Semua Bisa Jadi Pahlawan saat Pandemi
Ratusan pegawai negeri sipil berpakaian korpri mengikuti upacara bendera peringatan Hari Pahlawan di halaman Setda Sragen, Selasa (10/11/2020). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN — Para tenaga kesehatan (nakes), dokter, sukarelawan, dan warga yang peduli kepada tetangga merupakan pahlawan di tengah pandemi Covid-19.

Mereka mewarisi nilai-nilai para pejuang yang rela bekorban, memiliki keberanian, kesabaran, dan berkompetisi dengan Covid-19. Mereka yang mampu melampaui keterbatasan yang dimiliki dan berkontribusi bagi kepentingan orang banyak.

Makna kepahlawanan itu diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Sragen Dedy Endriyatno seusai menjadi inspktur upacara peringatan Hari Pahlawan di halaman Setda Sragen, Selasa (10/11/2020).

Pemkab Klaten Beri Bantuan Rp1,8 Juta buat Difabel & Rp600.000 buat Manula

Dedy menilai pahlawan itu bukan lahir dari orang hebat, tetapi mereka melewati pergulatan terus menerus dengan keterbatasan yang dimiliki untuk memberikan yang terbaik bagi orang banyak. Semangat itulah, kata dia, yang harus diwarisi setiap orang di masa sekarang.

"Dalam setiap menghadapi segala masalah, kami memiliki kemampuan, dari kemampuan itu apa yang bisa dikontribusikan untuk yang terbaik bagi orang banyak. Siapa saja bisa menjadi pahlawan, tidak harus duduk di jabatan-jabatan tertentu. Pahlawan itu adalah keberanian, pengorbanan, kesabaran, dan kompetisi," ujar Dedy.

Dia menjelaskan kompetisi yang dimaksud adalah kompetisi manusia dengan Covid-19. Makna keberanian, jelas dia, ketika seorang nakes yang awalnya takut dalam menangani Covid-19 sekarang bersinergi untuk bersama-sama menangani pasien terkonfirmasi Covid-19 dan melakukan pencegahan persebaran Covid-19.

"Para nakes itu bisa disebut pahlawan di masa pandemi dengan kesabaran mereka. Demikian pula para dokter spesialis yang awalnya takut melakukan swab test, sekarang mereka sigap memeriksa semua orang. Demikian pula para tokoh masyarakat, sukarelawan satuan tugas, dengan keterbatasan mereka berusaha membantu masyarakat agar terhindar dari Covid-19," katanya.

Dedy mengatakan mereka yang terbatas pendapatannya, mereka yang terkena dampak inflasi akibat wabah Covid-19, tetapi mereka mau berkontribusi meringankan beban sesame, tetangga, dan yang membutuhkan lainnya. Mereka juga mengedukasi masyarakat agar petuh terhadap protokol kesehatan atau 3M.

Jokowi Kirimkan Paket Sembako untuk Warga KRB Merapi di Klaten

"Termasuk para sukarelawan yang berani memakamkan jenazah pasien Covid-19 di saat banyak warga yang khawatir dan ketakutan untuk memakamkannya," ujarnya.

Bukan hanya itu, seorang anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Sragen, Paring Widodo, melihat nilai pahlawan dalam ketahanan pangan. Paring mengatakan para petani menjadi pahlawan pangan yang hingga kini masih konsisten menanam tanaman pangan.

Puskesmas Ceper Klaten Kembali Buka Pascatutup Sepekan Akibat Covid-19

Kendati permasalahan yang dihadapi petani banyak, kata dia, mereka tetap berkontribusi menyediakan bahan pangan bagi orang banyak.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom