Tutup Iklan

UNS Solo Dampingi IKM di Laweyan Penuhi Syarat SNI Batik

RG RITE Fakultas Teknik UNS Solo memberikan pendampingan kepada IKM Batik Pandono di Laweyan, Solo, agar memenuhi syarat sertifikasi batik.

 IK M Batik Pandono di Laweyan, Solo, yang mendapat pendampingan dari RG RITE UNS Solo pada April-Oktober 2021. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - IK M Batik Pandono di Laweyan, Solo, yang mendapat pendampingan dari RG RITE UNS Solo pada April-Oktober 2021. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melalui Riset Grup (RG) Rekayasa Industri dan Tekno Ekonomi (RITE) Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik melakukan pendampingan IKM dalam memenuhi persyaratan sertifikasi batik.

Berdasarkan keterangan pers yang diperoleh Solopos.com, Minggu (24/10/2021), acara digelar di Industri Kecil dan Menengah (IKM) Pandono Batik Abstrak Laweyan Solo mulai April-Oktober 2021. Pendampingan dilakukan delapan anggota RG RITE sesuai kepakaran yang diperlukan IKM melalui Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS.

IKM Batik Pandono di Laweyan RT 002/RW 002, Laweyan, Solo, menghasilkan lebih dari 2.400 lembar kain batik tulis per tahun. Produknya dipasarkan tidak hanya di pasar lokal, tetapi juga di pasar nasional, dengan tujuh tenaga kerja.

Lesunya daya beli di masa pandemi Covid-19 membuat penjualan IKM batik ini menurun. IKM perlu melakukan berbagai upaya guna meningkatkan pemasaran produk, di antaranya beralih dari off-line (direct selling) menjadi online melalui media sosial dan marketplace.

Baca Juga: Ingin Dolan ke TSTJ Solo? Pengunjung Wajib Perhatikan Sejumlah Hal ini

Selain itu juga penguatan aspek kualitas produk. Transformasi penjualan melalui online berdampak positif bagi IKM karena kini dapat memasarkan produk lebih luas dengan bantuan teknologi.

IKM dapat menjual produknya ke seluruh Indonesia dan bahkan ke seluruh dunia. Produk yang berkualitas adalah produk yang mampu membuktikan sudah memenuhi standar tertentu. Oleh sebab itu penting bagi IKM melakukan standardisasi dan sertifikasi produk jika ingin memasuki pasar global.

Standardisasi itu di antaranya SNI 8302:2016 tentang batik tulis. Lembaga yang berwenang melakukan sertifikasi produk batik adalah Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro). Di antaranya ada LSPro dari Balai Besar Kerajinan dan Batik atau lebih dikenal sebagai LSPro TOEGOE di Jl Kusumanegara No 7 Yogyakarta.

Baca Juga: Siap-Siap! 29 Sekolah Lagi di Solo bakal Dites Swab Acak

Persyaratan Pengajuan Sertifikasi Batik

Secara umum persyaratan pengajuan sertifikasi batik terbagi menjadi tiga yaitu persyaratan administratif, teknis, dan ekonomi. Persyaratan administratif berisi tentang dokumen tentang legalitas usaha seperti KTP Pemilik, Izin Usaha (IUI/TDP/NIB, NPWP usaha, sertifikat merek).

Sedangkan persyaratan teknis terkait dengan implementasi sistem jaminan mutu produk batik. Produk batik yang berkualitas ditunjukkan dari hasil pemenuhan uji kesesuaian mengacu pada SNI 8302:2016 tentang batik tulis.

Pengajuan persyaratan ke LSpro Toegoe telah dilakukan pada Mei 2021 dan audit mutu pada 28 Juni 2021. Diperkirakan sertifikasi produk dapat diterima IKM pada akhir tahun ini.

Baca Juga: Berusia 100 Tahun, Taman Balekambang Solo Siapkan Sajian Istimewa

Fakhriana Fahma dari tim pelaksana dari RG RITE FT UNS menyampaikan kegiatan sertifikasi ini bertujuan memberikan perlindungan kepada konsumen dan produsen agar dapat memperoleh manfaat dari upaya menghasilkan produk yang bermutu.

Tanda kesesuaian produk berupa logo SNI dapat dicantumkan pada produk atau kemasan yang mencerminkan produk ber-SNI sudah diuji LSPro. Adanya SNI menunjukkan IKM telah memproduksi Batik yang berkualitas dan diharapkan ada dampak pada aspek pasar dan harga jual.

SNI juga membantu konsumen terbebas dari produk yang berbahaya bagi keselamatan hidup, kesehatan, ataupun lingkungan. “Ke depan, kami akan terus melanjutkan pendampingan standardisasi dan sertifikasi SNI di IKM sebagai bagian dari hilirisasi riset dan pengabdian masyarakat dari riset grup kami,” ungkap Fakhrina Fahma


Berita Terkait

Espos Plus

Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

+ PLUS Ketika Gunung Berapi Meletus Peluang Terbaik adalah Mengurangi Risiko

Yang perlu diingat adalah manusia tidak bisa mencegah letusan gunung berapi, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mengurangi risiko (risk reduction) akibat bencana letusan gunung berapi.

Berita Terkini

Bupati Karanganyar: Anak Down Syndrome Pasti Punya Kelebihan Luar Biasa

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan para orang tua yang memiliki anak down syndrom harus menerima dengan senang dan ikhlas. Sebab, buah hati itu adalah titipan dari Tuhan dan pasti memiliki kelebihan yang luar biasa.

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, Layanan Prodia Mobile Paling Diminati

Laboratorium Klinik Prodia Semarang terus mengoptimalkan pelayanan secara digital, dalam beberapa waktu terakhir

Lokasi WNA Ukraina Tersesat di Merbabu Ternyata Jadi Habitat Elang Jawa

Blok Tulangan yang menjadi lokasi penemuan warga negara asing (WNA) yang tersesat di lereng Gunung Merbabu ternyata menjadi habitat dari elang jawa yang terancam punah.

Lagi Viral Kuliner Rating Rendah di Soloraya, Banjir Komentar Sadis

Baru-baru ini viral di media sosial potret review kuliner rating rendah di Google Review yang mengulas salah satu warung makan di Soloraya.

Viral Video Mesum Sejoli 25 Detik, Diduga Terjadi di Sragen

Beredar sebuah video mesum sejoli di kamar berdurasi 25 detik, yang diduga terjadi di Sragen, Jawa Tengah.

Round Up: 3 Warga Boyolali Jadi Korban Pengeroyokan di Colomadu

Tiga warga asal Boyolali mengalami luka-luka akibat keributan yang terjadi di Cafe Jazz, Colomadu, Karanganyar, Sabtu (4/12/2021) malam.

Hari ke-3, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Jelajahi Ibu Kota

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 tiba di Jakarta, Minggu (5/12/2021) pukul 23.45 WIB.

3 Dokter UNS dan Sukarelawan Tim SAR Bakorlak Bertolak ke Lumajang

Kedelapan personel yang berangkat ke Lumajang itu terdiri atas tiga dokter, tiga sukarelawan SAR dan dua sopir.

Tokoh Difabel Kota Solo Dorong Kesetaraan Akses Pekerjaan

Tokoh difabel di Kota Solo mendorong adanya kesetaraan akses untuk kaum difabel sesuai undang-undang dan tidak adanya inklusivitas di lingkungan kerja.

Kinerja BPR Syariah Diklaim Tumbuh Positif dalam Setahun Terakhir

Bank Pembiayaan Rakyat atau BPR Syariah Indonesia mencatatkan kinerja yang tumbuh secara positif selama kurun waktu setahun terakhir.

6 Peserta Workshop Bawa Pulang Penghargaan Festival Ayo Membaca 2021

Enam orang peserta membawa pulang penghargaan dalam workshop penulisan cerpen dan artikel sebagai rangkaian Festival Ayo Membaca (FAM) 2021.

Lalu Lintas Solo Padat Saat Nataru? Dishub Siapkan Tim Patroli Keliling

Dishub Solo akan mengerahkan semua sumber daya termasuk tim patroli keliling untuk antisipasi kepadatan arus lalu lintas saat momen Nataru.

Kisah Eric, Trader Emas asal Boyolali Sukses lewat DNA Pro Akademi

Seorang trader emas asal Boyolali menceritakan pengalamannya sukses dalam investasi emas dengan bantuan DNA Pro Akademi.

Soal Jam Buka Saat Nataru, Pengelola Mal Solo Instruksi Resmi Wali Kota

Pengelola mal dan pusat perbelanjaan Kota Solo masih menunggu surat edaran resmi dari Wali Kota terkait penambahan jam buka selama penerapan PPKM level 3 Nataru.

Hari Kedua Rampung, Tim Ekspedisi Ekonomi Digital Menuju Jakarta

Tim Ekspedisi Ekonomi Digital 2021 Solopos Media Group mengakhiri agenda liputan di Semarang pada hari kedua Minggu (5/12/2021) sore.

Mewarisi Api Perjuangan Sapto Nugroho, Pejuang Difabel Asal Solo

Sapto Nugroho terkenal dengan pemikiran “Ideologi Kenormalan” sebagai sarana memperjuangkan kesetaraan dengan kalangan nondifabel.