UNS Solo Beri Pengawasan Khusus Mahasiswa Terindikasi Bermasalah
Suasana pemakaman mahasiswa UNS yang bunuh diri jatuh dari lantai IV kampus UNS Solo, Jumat (14/9/2018). (Solopos-Imam Yuda Saputra)

Solopos.com, SOLO -- Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo akan memperketat pengawasan terhadap mahasiswa terutama yang punya riwayat sakit atau terindikasi punya masalah keluarga.

Hal tersebut sangat penting agar kasus bunuh diri seperti yang dilakukan Guntur Suryo Hapsoro, 20, mahasiswa Fakultas Teknik UNS asal Pudakpayung, Banyumanik, Semarang, beberapa waktu lalu, tidak terulang.

“Meninggalnya Guntur sudah pasti mengagetkan semua jajaran UNS. Kami melihat peristiwa meninggalnya Guntur dengan cara seperti itu baru kali pertama terjadi kampus,” ujar Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Eko Pujianto, kepada Solopos.com, Senin (17/9/2018).

Eko mengungkapkan semua fasilitas di kampus UNS dipastikan aman untuk aktivitas perkuliahan. Bahkan semua tangga di kampus sudah dicek dan layak digunakan.

“Kemungkinan kecil kalau mahasiswa terjatuh sendiri dari atas gedung. Kami tetap akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kasus serupa tidak terulang,” kata dia.

Setelah kejadian itu, UNS langsung menindaklanjuti dengan menggelar rapat koordinasi semua jajaran kampus. Hasil koordinasi tersebut salah satunya memberikan pengawasan khusus bagi mahasiswa yang terdeteksi punya masalah keluarga atau punya riwayat sakit.

“Dosen pembimbing di masing-masing kampus harus segera mendeteksi kondisi mahasiswanya masing-masing. Kalau ada temuan langsung diberikan pendampingan dan pembinaan. Kami siap membantu dosen pembimbing untuk menyembuhkan mereka agar tidak depresi,” kata dia.

Ia mengakui biasanya mahasiswa yang punya masalah bisa terdeksi dari hasil akademik. Dosen pembimbing juga bisa perlu mempertanyakan mahasiswa yang tidak masuk kuliah dalam waktu lama.

“Kami akan melakukan semacam usaha spiritual di fasilitas kampus yang terindikasi ada faktor gaib. Sementara soal mahasiswa akan ditangani internal kampus,” kata dia.

Kepala Prodi Arsitektur FT UNS, Amin Sumadyo, mengungkapkan meninggalnya Guntur akan menjadi pelajaran bagi FT UNS untuk lebih memperketat pengawasan semua mahasiswa. Mahasiswa yang diketahui sedang tertimpa masalah akan diberikan pembinaan dan jangan dibiarkan sendirian.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom