Unik! Wisata Spiritual Bernuansa Jepang di Museum Sewu Rai Wonogiri

Museum di Wonogiri ini menyuguhkan hal yang berbeda dengan museum lainnya, yaitu di dalam museum terdapat wisata spiritual.

Minggu, 25 September 2022 - 18:15 WIB Penulis: Yulia Mariska Editor: Ponco Suseno | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Museum Sewu Rai Wonogiri. (Istimewa/Youtube Channel Aryuniz Official)

Solopos.com, WONOGIRIMuseum di Wonogiri ini menyuguhkan hal yang berbeda dengan museum lainnya, yaitu di dalam museum terdapat wisata spiritual. Hal itu menjadi faktor pembeda dengan museum lainnya sehingga pengunjung tak lekas bosan saat mendatangi museum ini.

Dilansir dari laman titiktemu.co, Sabtu (24/9/2022), Museum Rai terletak di Dusun Patoman, Desa Mojoreno, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah ini. Di museum ini menampilkan ratusan topeng dengan variasi ekspresi wajah berbeda-beda.

Topeng-topeng tersebut di pajang di dalam figura yang berbahan dasar kaca, terletak di ruang utama Museum Sewu Rai. Topeng yang menggambarkan berbagai ekspresi itu diletakkan di sepanjang dinding lorong yang mengitari ruang utama.

Berbagai macam ekspresi seperti sedih, tertawa yang mengandung lucu, senang, bingung dan marah tersaji di museum ini. Dengan adanya topeng ekspresi, pengunjung yang berkunjung bisa langsung berimajinasi atau sekadar menghayati karakter wajah berbeda-beda.

Museum ini bukan sekadar pameran tapi sebenarnya lebih ke wisata spiritual. Para wisatawan dapat menangkap pesan tersirat yang berada di balik topeng wajah.

Baca Juga: Jejak Pertapaan Girimanik, Petilasan Pangeran Sambernyawa di Wonogiri 

Dalam bahasa Indonesia, Museum Sewu Rai berarti museum dengan seribu wajah. Selain memiliki nama unik, museum ini juga didesain ala Negeri Matahari Terbit alias Jepang. Hal itu lengkap dengan aksesori kimono (baju adat Jepang), bunga Sakura dan payung. Jika ingin memakai kimono kalian bisa menyewa dengan harga mulai dari Rp50.000 sampai Rp100.000.

Pemandangan ala Jepang akan terlihat ketika masuk gapura museum. Didesain dengan beberapa bangunan kayu khas Jepang dan hiasan lampu lampion serta payung berwarna-warni membuat aura khas Jepang terasa lebih kental.

Selain bisa berimajinasi, pengunjung juga bisa berfoto dengan latar belakang topeng ekspresi wajah. Tiket masuk di banderol senilai Rp5.000/orang. Museum ini buka setiap hari mulai 08.00 WIB sampai 16.00 WIB (weekdays) dan 08.00 WIB sampai 17.00 WIB (weekend)

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Intip Sajian Makanan di Pernikahan Kaesang-Erina, Ada yang Modern dan Kekinian! 20 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Warga Bumiharjo Wonogiri Bersihkan Material Longsor di Rumah Milik Eksodan Aceh 20 menit yang lalu

HEADLINE soloraya PMI dan DPP Sukoharjo Gencar Pasang Eartag Pada Sapi, Ini Wilayah Sasarannya 21 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Warga Sragen Jadi Penumpang Helikopter P-1103 yang Hilang di Perairan Belitung 30 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Acara Perdana Sukses, Balon Udara Kemuning Karanganyar Bakal Ada Lagi 47 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Jalan Menuju Goa Resi Wonogiri Retak Sepanjang 20 Meter, Mobil Dilarang Lewat 51 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Kaesang-Erina Ziarah ke Makam Raja Mangkunegara, Juru Kunci: Minta Izin Resepsi 57 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Dukung Program Kantin Cumi, Pengantin di Karanganom Klaten Tebar Ikan di Sungai 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tips Petani Muda Sukses: Niat Dahulu, Nekat Kemudian 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Sesuaikan Survei KHL, Serikat Pekerja di Boyolali Tetap Usulkan UMK Rp3 Jutaan 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Kronologi Mobil Nyungsep di Saluran Irigasi Sukoharjo Gegara Google Maps 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Rahasia Pindang Kambing Mbah Sinem Wonogiri Sering Ludes dalam Waktu 2 Jam 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Fenomena Efek Wali Kota Gibran, Warga Luar Solo Ramai-Ramai Sambat 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Ibu Negara Iriana Test Food Kuliner Pernikahan Kaesang-Erina 2 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Tambang Ilegal di Klaten Merusak Ekosistem Gunung Merapi 2 jam yang lalu