Unik Dan Pertama di Dunia, 1 Sura Ditetapkan Sebagai Hari Etika Timur
Deputi Presiden The World Peace Committe untuk Indonesia, Astrid Sulastri Suntani (kedua dari kiri), didampingi suaminya, Djuyoto Suntani (kiri), saat penetapan 1 Suro sebagai Hari Etika Timur (Eastern Ethics Day), Kamis (20/8/2020) sore di Kori Kamandungan Keraton Solo. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Tanggal 1 Sura dalam kalender Jawa ditetapkan sebagai Hari Etika Timur atau Eastern Ethics Day, Kamis (20/8/2020) sore.

Penetapan dilakukan di Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat oleh Deputi Presiden The World Peace Committe untuk Indonesia, Astrid Sulastri Suntani.

Seperti diketahui, Astrid sebelumnya mendeklarasikan diri sebagai calon wali Kota Solo periode 2020-2025 pada 9 Agustus 2020 pukul 21.00 WIB. The World Peace Committe merupakan organisasi perdamaian dunia yang beranggotakan masyarakat internasional dari 202 negara.

Sebelum di Alkid Solo, 1 Pelaku Disebut Sudah Pernah Terlibat Bullying Dan Viral Juga

Komite yang berdiri pada 7 Maret 1997 itu kini dipimpin Djuyoto Suntani yang tak lain adalah suami Astrid Sulastri Suntani. Dalam penetapan 1 Sura sebagai Hari Etika Timur di Keraton Solo, Astrid juga didampingi suaminya itu.

The World Peace Committe didirikan sembilan tokoh dunia kala itu. Komite itu dibentuk untuk menciptakan satu peradaban bumi karena semua manusia di bumi adalah satu keluarga yang musti saling menyayangi.

Menurut organisasi ini jangan sampai umat manusia bumi saling menyakiti, saling fitnah, dan melecehkan. Astrid mengatakan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dipilih sebagai tempat penetapan Eastern Ethics Day lantaran merupakan simbol pusat peradaban (etika) timur.

Kirab Kebo Bule Kyai Slamet Ditiadakan, Keraton Solo Hanya Gelar Wilujengan di Malam 1 Sura

Sertifikat Penepatan

Astrid menyerahkan sertifikat penetapan 1 Sura sebagai Hari Etika Timur dari The World Peace Committe kepada perwakilan Keraton Kasunanan Surakarta, KPH Adp Hari Sosro Nagoro.

"Penetapan Hari Etika Timur ini penting sekali. Indonesia dan Solo khususnya merupakan simbol peradaban timur yang penuh dengan etika, unggah-ungguh untuk menghormati orang lain. Dari hal sederhana memanggil orang lain, kita selalu memakai panggilan seperti Pak, Ibu, Mas, Mbak, Dik, dan sebagainya. Tidak seperti bangsa barat yang memanggil langsung dengan nama, termasuk dengan orang tua," terang dia.

Dari Whatsapp Group, Dalang Ricuh Mertodranan Solo Akhirnya Terungkap!

Astrid berharap etika timur bisa bertahan dan berkembang di tengah modernisasi saat ini. Maksudnya, etika ini terus dipegang teguh bangsa Indonesia untuk menciptakan rasa saling menghormati dengan sesama.

Dengan begitu akan tercipta rasa saling menghormati antar warga bumi. "Hal ini sesuai misi The World Peace Committe mewujudkan peradaban manusia bumi yang damai dan saling menyayangi," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom