Unik, Aksi Diam Suporter Union Berlin di Laga Pembuka Liga Jerman

Union Berlin kalah telak dalam debutnya di Bundesliga setelah dibekuk RB Leipzig dengan skor 0-4 di Stadion An der Alten Forsterei, Minggu (18/8/2019) malam WIB. Namun Union tampaknya sukses membuat penampilan perdana mereka di kompetisi tertinggi Jerman bakal tak terlupakan sepanjang sejarah.

Unik, Aksi Diam Suporter Union Berlin di Laga Pembuka Liga Jerman

SOLOPOS.COM - Suporter Union Berlin (Reuters-Annegret Hilse)

Solopos.com, BERLIN — Union Berlin kalah telak dalam debutnya di Bundesliga setelah dibekuk RB Leipzig dengan skor 0-4 di Stadion An der Alten Forsterei, Minggu (18/8/2019) malam WIB. Namun Union tampaknya sukses membuat penampilan perdana mereka di kompetisi tertinggi Jerman bakal tak terlupakan sepanjang sejarah. Hal ini tak lepas dari aksi pendukung mereka di tribune stadion.

Para suporter Die Eisernen, julukan Union, melakukan tribute pada rekan-rekan mereka yang telah meninggal dunia tanpa sempat melihat tim kesayangan melangkah ke Bundesliga untuk kali pertama. Penghormatan itu dilakukan dengan cara unik.

Mereka menyelipkan 455 penonton dari 22.467 kehadiran yang tercatat di stadion. Jumlah itu sendiri melebihi kapasitas An der Alten Forsterei sebanyak 22.012 orang, dilansir Bundesliga, Senin (19/8/2019).

Sebanyak 455 penonton itu diwakili spanduk foto wajah masing-masing berukuran 70×70 sentimeter, yang diketahui merupakan penonton yang sudah meninggal dunia. Sejumlah 455 penonton tak terlihat itu bahkan juga mengantongi tiket resmi yang sengaja dibeli oleh komunitas pendukung Union Berlin, Eisern V.I.R.U.S. dan Eisernen Botschaftern. Spanduk itu diangkat bersama-sama ketika para pemain Union Berlin tiba di lapangan.

Selain aksi tersebut, para pendukung tuan rumah melakukan aksi boikot dengan tidak membuat suara apapun selama 15 pertama pertandingan babak pertama. Ketika 15 menit sudah berlalu, perlahan-lahan mereka menciptakan suara yang makin lama makin kencang sehingga membuat siapapun yang menontonnya akan merinding.

Aksi ini ditengarai sebagai bentuk protes fans Union terhadap Leipzig yang mengelola tim dengan cara kotor. Perusahaan minuman energy, Red Bull, diketahui menguasai penuh Leipzig. Hal ini bertentangan dengan aturan di sepak bola Jerman bahwa kepemilikan klub adalah 50% + 1 oleh pemegang saham.

Sayang aksi simpatik dan kritis itu tak dibarengi penampilan oke penggawa Union di lapangan hijau. Pemain tim tamu yakni Marcel Halstenberg, Marcel Sabitzer dan Timo Werner bergantian menjebol gawang Rafa Gikiewicz di babak pertama. Ironisnya, gol pertama Leipzig via Halstenberg hanya berjarak 57 detik setelah pendukung Union mulai bersuara. Die Roten Bullen kemudian menggenapkan keunggulan menjadi 4-0 lewat Christopher Nkunku di pertengahan babak kedua.

Pelatih anyar Leipzig, Julian Nagelsmann mengaku sudah siap menghadapi aksi diam suporter lawan. Menurut dia, aksi itu justru menguntungkan timnya. “Saya malah bisa berkomunikasi dengan pemain saya,” ujarnya.

Nagelsmann mengakui setelah 15 menit aksi boikot, atmosfer di markas Union sangat luar biasa. “Saya berharap para pendukung Berlin bisa memberikan dukungan mereka sejak awal laga.”

Berita Terkait

Berita Terkini

Bocah SMP asal Sleman yang Meninggal di Rumah Sempat Minta Ibunya Segera Pulang

Ketua RT meyakini bocah SMP asal Sleman yang ditemukan meninggal dengan luka senjata tajam itu korban pembunuhan.

Profil Fiersa Besari, Penulis & Musisi Romantis yang Doyan Jelajah Alam

Berikut profil Fiersa Besari, penulis buku dan musisi romantis yang suka jelajah alam serta aktif di media sosial.

Mau Beli Rumah, Ini Tips Pilih Lokasi Perumahan yang Ideal

Ada kriteria akses yang baik sekaligus menguntungkan untuk jangka panjang, yakni akses perumahan dekat pintu tol yang bisa memudahkan mobilitas penghuninya.

Spesifikasi & Harga Samsung Galaxy M32, Ponsel Teknologi Hyper Engine

SamsungĀ  Galaxy M32 resmi hadir di Indonesia pada Rabu (28/7/2021), dan memiliki spesifikasi yang menarik untuk disimak.

Kupat Glabed, Pengganjal Perut Terpopuler di Tegal

Dinamakan glabed karena tekstur kuahnya yang kental. Glabed sendiri merupakan istilah lokal masyarakat Kota Bahari untuk menyebut kuah dengan tekstur kental.

BNI Kantor Cabang Surakarta Percepat Penyaluran Bansos di Sragen dan Karanganyar

Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Surakarta melakukan upaya percepatan penyaluran bantuan sosial (Bansos) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar

Bocah SMP asal Kalasan Sleman Ditemukan Meninggal di Rumah dengan Bekas Luka

Remaja 16 tahun yang masih duduk di bangku SMP di Kalasan, Sleman, ditemukan meninggal dengan bekas luka senjata tajam. Diduga Jadi korban pembunuhan.

Kematian Pasien Corona di Soloraya Tinggi, BNPB: Butuh Perhatian Khusus

Kepala BNPB menyebut angka kematian pasien corona di Soloraya cukup tinggi hingga memerlukan perhatian khusus.

2 Atlet Panahan Indonesia Gugur di 64 Besar Olimpiade Tokyo 2020

Diananda Choirunisa dan Alviyanto Bagas Prastyadi tersingkir dari babak 64 besar.

50 PKL Sragen Dites Swab Antigen Dulu Sebelum Ambil Bantuan Sembako

Ada 1.622 PKL mengambil paket sembako di Pendapa Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sragen. Para petugas dari TNI dan Pemkab Sragen memeriksa setiap PKL yang hadir.

BPS Solo Survei Perilaku Masyarakat Masa Pandemi, Apa Dampaknya?

BPS Solo tengah merampungkan hasil Survei Perilaku Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19 yang digelar secara serentak pada 13 - 20 Juli 2021 lalu.

Lagi, 6 Formasi Dokter Spesialis Nihil Pendaftar Pada Perekrutan CPNS di Ponorogo

Bukan kali ini saja formasi dokter spesialis dalam perekrutan CPNS di Ponorogo nihil pelamar.