Unik! Ada Poster Bergambar 7 Presiden RI Di Tipes Solo, Gibran Nomor 9

Seorang pengusaha showroom mobil di Tipes, Solo, memajang poster bergambar deretan Presiden RI dan menempatkan foto Gibran Rakabuming Raka di kotak nomor sembilan.

 Poster bergambar deretan wajah Presiden RI juga mencantumkan Gibran Rakabuming Raka terpasang di pertigaan Lotte Mart Tipes, Solo. Foto diambil Selasa (5/7/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Poster bergambar deretan wajah Presiden RI juga mencantumkan Gibran Rakabuming Raka terpasang di pertigaan Lotte Mart Tipes, Solo. Foto diambil Selasa (5/7/2022). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Seorang pengusaha yang memiliki showroom mobil Ardhan Motor di Pertigaan Lotte Mart, Tipes, Solo, Andi Setiawan, 49, melakukan aksi nyeleneh dengan memajang poster bergambar tujuh Presiden RI berderet mulai dari Ir Soekarno hingga Joko Widodo (Jokowi) di tempat kerjanya.

Yang menarik, ada satu kolom atau kotak pada poster yang bergambar tanda tanya di sebelah gambar Jokowi. Sedangkan di sebelah kolom tanda tanya itu ada sosok Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, yang mengenakan kemeja berwarna putih.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Bila dilihat gambar-gambar tokoh yang terpampang, keberadaan gambar Gibran tentu memantik tanda tanya. Sebab tujuh figur lain merupakan Presiden dan mantan Presiden RI. Sedangkan Gibran baru menjabat sebagai Wali Kota Solo.

Saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (5/7/2022), pengusaha Solo tersebut mengatakan keberadaan gambar Gibran di poster daftar Presiden RI banyak penafsirannya. “Kalau tanda tanya, terus gambar Gibran itu kan karena saya di Solo. Wali Kotanya Gibran,” ujarnya.

Penafsiran lainnya, Andi menjelaskan bisa juga sosok Presiden di kolom tanda tanya yang akan terjawab pada Pemilu 2024, didampingi Gibran. “Di kolom tanda tanya itu sosok Presiden, lalu didampingi Gibran, bisa itu,” katanya.

Baca Juga: PDIP Minta Gibran Fokus di Solo

Andi juga tak menampik persepsi Gibran yang juga pengusaha di Solo akan menjadi pemimpin setelah Presiden yang terpilih pada 2024. “Tapi saya tidak bilang Presiden loh. Penafsiran lain, ya karena saya mau mengenalkan sosok pemimpin ke generasi muda,” urainya mengenai poster bergambar Presiden RI dengan foto Gibran di kotak nomor sembilan itu.

Mengenal Pemimpin

Andi menilai banyak generasi muda bangsa yang tidak paham para pemimpin bangsa dan negara ini sejak merdeka hingga sekarang. Siapa pun mereka dan bagaimana kinerjanya, dia menilai layak untuk mendapat penghargaan.

“Dengan ini saya mau menanamkan kepada anak-anak untuk mengenal, mencintai pemimpin-pemimpin bangsa ini. Siapa pun pemimpin, kinerjanya, harus dihargai. Mungkin banyak anak yang tak tahu figur pemimpinnya,” tuturnya.

Baca Juga: Ditanya Bakal Nyalon di Pilgub DKI Jakarta, Gibran: Masih Jauh

Andi berharap dengan dipasangnya gambar para Presiden RI dari awal hingga sekarang ini, bisa menambah pengetahuan anak bangsa. Sebab saat mereka melintas di Jl Bhayangkara atau Jl Veteran akan melihat gambar tersebut.

Menurut pengusaha tersebut, keberadaan poster atau gambar-gambar Presiden di showroom-nya di Tipes, Solo, sudah diketahui Gibran. Tapi dia mengaku tak ditegur karena memang pemasangan gambar-gambar itu adalah inisiatifnya sendiri, tidak ada yang mendorong.

“Pekan lalu saya ketemu Gibran, saya sampaikan bila ke DKI Jakarta, itu benar. Kalau di Jateng ndak ada tantangan, karena kendaraannya PDIP. Mencalonkan di Jateng tak ada geregetnya. Kalau DKI, asal Gerindra mendukung, jadi,” ujarnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Ditantang Bikin Startup oleh Presiden, Petani Muda Sukoharjo Butuh Akademisi

      Petani milenial di Sukoharjo mengaku membutuhkan pendampingan akademisi untuk mewujudkan usaha rintisan atau startup di bidang pertanian atau pangan.

      Viral, Video Muda-Mudi Berbuat Tak Sopan di Resto Tawangmangu

      Video sepasang muda-mudi melakukan tindakan tak sopan di salah satu resto di Tawangmangu, Karanganyar, beredar luas di media sosial dan perpesanan.

      Lawan Balik, Black Arion: Buka Segel Atau Tutup Semua Usaha di Tanah Kas Desa

      Pengelola Kafe Black Arion di Desa Gedongan, Colomadu, meminta Pemkab Karanganyar membuka segel yang menutup kafe mereka. Atau Pemkab juga diminta untuk menutup semua usaha di tanah kas desa.

      Sekelumit Kisah di Warung Kuliner Anjing Solo, 45 Menit Didatangi 8 Pembeli

      Salah satu warung kuliner daging anjing di Kota Solo masih cukup ramai didatangi pembeli. Dalam waktu 45 menit saja ada delapan pembeli yang datang.

      Nenek Moyang Suku Jawa, Pelaut Tangguh Austronesia

      Seperti kebanyakan kelompok etnis Indonesia yang lain, termasuk masyarakat Sunda, masyarakat Jawa merupakan bangsa Austronesia yang diceritakan sebagai sosok pelaut tangguh.

      Lakukan Kombinasi Pertanian! Cara Sukses Jadi Petani Ala Ketua KTNA Wonogiri

      Model pertanian yang masih didominasi cara tanam lama bakal membuat kondisi pertanian di Wonogiri tak berkembang.

      Jembatan Sasak Bengawan Solo Tak Hanya Dongkrak Ekonomi tapi Bikin Guyub Warga

      Keberadaan jembatan sasak di Bengawan Solo tak hanya mendongkrak perekonomian namun juga membuat warga sekitar semakin guyub dan rukun.

      Dukung Pilkades di 15 Desa, Pemkab Wonogiri Siapkan Anggaran Rp262,5 Juta

      Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri menyiapkan anggaran senilai Rp262,5 juta guna mendukung pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades).

      Pendaftaran Ditutup, 229 Orang Minat Jadi Panwascam di Karanganyar

      Minat masyarakat untuk mendaftar sebagai panitia pengawas kecamatan di Karanganyar tinggi. Keterwakilan perempuan pun terpenuhi.

      Duh! 75% Wilayah di Kecamatan Banyudono Boyolali Rawan Banjir

      Sebanyak 75% wilayah di Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali masuk dalam lokasi rawan banjir.

      Catat Ya! Grebeg Mulud - Kirab Gunungan Sekaten Solo Digelar Sabtu 8 Oktober

      Grebeg Mulud dengan kirab gunungan Sekaten dari Keraton Solo menuju Masjid Agung akan dilangsungkan pada Sabtu (8/10/2022).

      Dipuji Iriana Jokowi, Ini Sejarah Lahirnya Batik Kliwonan Sragen

      Kemunculan perajin batik di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Sragen dimulai di tahun 1990-an. Kemudian menyebar ke Desa Pilang.

      Kiai Mojo, Panglima Perang Andalan Pangeran Diponegoro yang Diasingkan

      Nama Kiai Mojo memang sudah tidak asing di Solo. Walau makamnya berada di Minahasa, Sulawesi Utara, Kiai Mojo sejatinya punya ikatan kuat dengan Kota Solo.

      Cerita Yayasan Pendidikan di Boyolali 33 Tahun Mengurusi Difabel hingga Mandiri

      Yayasan Pendidikan Anak Luar Biasa (YPALB) di Cepogo, Boyolali, berulang tahun ke-33.

      Tahu Bikinan Warga Manyaran Wonogiri Ini Dipasarkan hingga Jakarta dan Lampung

      Suparti, warga Desa Bero, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri memproduksi tahu sejak puluhan tahun lalu.