Unicef Peringatkan Risiko Pembukaan Sekolah Era New Normal Indonesia
Pengecekan suhu tubuh siswa sebelum mengambil token ujian penilaian akhir tahun (PAT) di SMK Dwija Bhakti Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (2/6/2020). (Antara-Syaiful Arif)

Solopos.com, JAKARTA – United Nations Children's Fund atau Unicef memperingatkan pemerintah Indonesia soal risiko ketika sekolah dibuka di era new normal. Hal itu demi melindungi hak anak pada masa pandemi Covid-19 dan menuju pemberlakuan kenormalan baru.

Unicef ingin pemerintah mengupayakan kesiapan tiap-tiap sekolah sebelum kembali dibuka. Education Specialist Unicef Indonesia, Nugroho Indera Warman, mengatakan bahwa saat ini jumlah anak di Indonesia mencapai 30 persen dari populasi.

Bank Dunia Prediksi Ada 9,6 Juta Orang Miskin Baru di Indonesia

Di tengah pandemi ini, mereka menjadi salah satu yang paling rentan terdampak Covid-19. Tak hanya dari sisi kesehatan, mereka juga rentan dalam hal pendidikan dan ekonomi. Karena itu, mereka mengingatkan pemerintah sebelum membuka sekolah di era new normal.

“Kami pada awal pandemi mendukung Kementerian Pendidikan untuk menutup sekolah. Tapi pemerintah harus bisa memastikan bahwa mereka bisa belajar jarak jauh. Ini banyak terkendala, mulai dari kesulitan akses internet, bahkan listrik. Padahal pembelajaran offline sudah terbatas,” kata Nugroho dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2020).

Angka Rt Covid-19 di Bawah 1, Jateng Belum Berminat Normal Baru

Pada saat menuju new normal, Unicef merekomendasikan agar pemerintah memperketat protokol sekolah aman. Pemerintah diminta supaya memastikan sarana dan prasarana kesehatan dan pembelajaran agar anak-anak tak terkena dampak Covid-19 di sekolah.

“Misalnya, pemerintah bisa mengadakan sarana mencuci tangan yang lengkap, pemeriksaan kesehatan sebelum masuk ke sekolah. Dan menghidari kegiatan perkumpulan untuk memutus rantai penyebaran,” jelas Nugroho.

Kasus Baru Positif Covid-19 Indonesia Naik Lagi, Padahal Tes Lebih Sedikit

Pemerintah, tambahnya, harus mempunyai pedoman yang komprehensif sebelum sekolah dibuka kembali saat new normal. Selain itu, ada baiknya pemerintah mendengarkan pendapat anak dan orang tua murid melalui berbagai cara tentang bagaimana jika sekolah dibuka.

Siap Tanggung Risiko?

“Apakah mereka siap atau tidak? Apakah sekolah siap menanggung risiko? Kemudian, ada kemungkinan satuan pendidikan yang dibuka dan bekerja akan dilakukan secara bertahap, bisa melihat mulai dari lokasi yang berada di zona hijau atau tidak,” tuturnya.

22 Lab Tak Lapor, Tes Spesimen Covid-19 Hari Ini Jauh di Bawah Target

Di era new normal, pemda juga harus siap menutup kembali sekolah kalau muncul gelombang Covid-19 baru. Pemerintah diharapkan supaya bisa menyiapkan mitigasi seperti penguatan jaringan internet atau sarana pendidikan jarak jauh. Tujuannya agar semua anak bisa mendapat akses pendidikan secara merata.

Sebagai langkah dukungan agar anak-anak tetap bisa mendapatkan akses pendidikan, Unicef melakukan beragam upaya. Misalnya dengan simulasi pembelajaran daring lewat 23 platform digital dan offline melalui program di TVRI dan radio.

Gaji Pekerja China Lebih Tinggi, Kedubes Berdalih Indonesia Belum Mampu

“Kami juga sudah menyerahkan pembelajaran offline ke pemerintah daerah dengan materi yang bisa dibagikan ke guru dan murid yang sekolahnya tidak bisa online,” katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho