Ilustrasi Laboratorium Bloomberg. (Istimewa-Undip)

Semarangpos.com, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mempererat jalinan kerja sama dengan perusahaan media masa multinasional asal Amerika Serikat, Bloomberg L.P. Jalinan kerja sama itu bahkan ditunjukkan melalui pembangunan laboratorium di kampus Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Undip, Semarang.

Dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Senin (2/4/2018), laboratorium Bloomberg saat ini masih dalam proses pembangunan. Laboratorium tersebut merupakan kelanjutan dari kerja sama yang sebelumnya sudah terjalin antara Undip dengan Bloomberg melalui penyediaan satu terminal.

Sebelum proses pembangunan laboratorium itu selesai, Bloomberg kembali menambah dua terminal lagi, sehingga terminal yang tersedia di FEB Undip Semarang saat ini ada tiga unit.

Dengan terminal Bloomberg itu, pengguna bisa mengakses data-data keuangan secara realtime, data time series untuk pasar uang, pasar modal, data keuangan dan akuntansi perusahaan tercatat, berbagai data perkembangan portofolio dan analisis teknikal pasar, simulasi pasar, data ekonomi (makro ekonomi), hingga global market dan database IPO.

Wakil Dekan Bidang Riset dan Inovasi Undip Semarang, Firmansyah, mengatakan pembangunan laboratorium Bloomberg itu dibangun untuk menunjang proses belajar mengajar, penelitian dan menyiapkan mahasiswa serta dosen agar memiliki kemampuan terbaik secara internasional. Selain itu, hadirnya laboratorium Bloomberg itu merupakan salah satu upaya FEB Undip menjadi sekolah ekonomi dan bisnis yang berdaya saing dan terkemuka di tingkat dunia.

"Laboratorium Bloomberg dalam proses pengadaan dan diharapkan selesai dalam 1-2 bulan ke depan. FEB Undip akan menyediakan 12 unit terminal Bloomberg yang akan di-support langsung oleh Bloomberg,” ujar Firmansyah.

Firmansyah mengklaim laboratorium Bloomberg di kampus FEB Undip Semarang itu merupakan yang kali pertama ada di Indonesia. Demi menyambut keberadaan laboratorium itu, pihak Undip pun akan menggelar pelatihan dan peningkatan softskill pengguna serta menyiapkan kurikulum penunjang. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten