"""
<p><img loading="lazy" class="alignleft size-medium wp-image-327805" src="http://images.harianjogja.com/2012/09/underpas-kulur-370x246.jpg" alt="" width="370" height="246" srcset="https://images.solopos.com/2012/09/underpas-kulur-370x246.jpg 370w, https://images.solopos.com/2012/09/underpas-kulur-342x228.jpg 342w, https://images.solopos.com/2012/09/ZTX4dHtZ-underpas-kulur-300x200.jpg 300w, https://images.solopos.com/2012/09/0BYis1vT-underpas-kulur.jpg 519w" sizes="(max-width: 370px) 100vw, 370px" />BERMASALAH—Proyek underpass di Dusun Polodadi, Desa Kulur, Temon, Kulonprogo kembali mengundang persoalan. Diduga karena proyek tersebut, belasan sumur warga sekitar mengalami kekeringan. Sebanyak 19 kepala keluarga mengeluhkan hal yang sama. Pihak kontraktor proyek pun bertanggung jawab dengan membantu dropping air untuk warga di sisi selatan rel. Satu mobil tangki untuk delapan hingga 10 KK. Sementara untuk warga di sisi utara rel, pihak kontraktor menggali sumur artesis, lalu dialirkan ke rumah warga. Foto diambil, Selasa (11/9).</p>\n
<p align="JUSTIFY">\n
"""