Undang Ratusan Tamu, Hajatan di Boyolali Dibubarkan Satpol PP

Hajatan resepsi pernikahan yang digelar di sebuah restoran di Kabupaten Boyolali dibubarkan oleh Satpol PP. Hajatan tersebut dianggap melanggar ketentuan PPKM yang tengah diterapkan.

 Ilustrasi hajatan. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi hajatan. (Antara)

Solopos.com, BOYOLALI – Hajatan resepsi pernikahan yang digelar di sebuah restoran di Kabupaten Boyolali dibubarkan oleh Satpol PP. Hajatan tersebut dianggap melanggar ketentuan PPKM yang tengah diterapkan.

Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko Mulyono, mengatakan pihaknya membubarkan hajatan tersebut lantaran mengundang ratusan tamu. Selain itu ada hiburan musik. Kemudian saat sesi foto bersama, pengantin dan tamu mencopot masker dan tak menjaga jarak.

Baca Juga: Muhammad Rohani Gantikan Muh. Abdullah sebagai Anggota KPU Boyolali

“Sesuai dengan ketentuan di Inbup nomor 12/2021, boleh menyelenggarakan hajatan tetapi dibatasi, jumlah undangan maksimal 20 undangan dan tidak menyediakan kursi. Tetapi ini tadi tidak seperti itu. Kursi digelar dan undangan diperkirakan ratusan. Terpaksa kami hentikan,” ujar Tri seperti dilansir detik.com, Minggu (19/9/2021).

Dia menambahkan bahwa penyelenggara hajatan adalah warga Sukoharjo. Penyelenggara beralasan restoran yang digunakan sudah mengantongi izin untuk menggelar hajatan resepsi. “Kami mintai klarifikasi, ternyata owner memberikan penjelasan bahwa kegiatan tersebut ternyata di luar dugaan dari pemilik resto yang sebelumnya hanya untuk kegiatan makan-makan,” kata Tri.

Tri menjelaskan sebenarnya hajatan yang dibubarkan itu bukanlah target operasi. Dia menyebut pihaknya menemukan hajatan tersebut saat melakukan patroli. Setelah didatangi ternyata ada sejumlah pelanggaran terkait aturan PPKM.

“Memang restoran boleh buka dengan ketentuan prokes yang ketat. Tetapi untuk wahana wisata masih dilarang, dan untuk hajatan masih dibatasi jumlah undangan dan prokes yang ketat,” jelasnya.

Baca Juga: Gelontor 25.000 Dosis, Menhub Berharap Bisa Bantu Atasi Ketimpangan Vaksinasi Covid-19 Soloraya

Untuk diketahui Boyolali saat ini masuk kategori PPKM level 3. Hajatan sudah diberi izin, tapi dibatasi maksimal 20 orang dan tidak diperbolehkan ada meja kursi untuk tamu undangan.

Hajatan dibolehkan tapi dengan sistem banyu mili dan menerapkan protokol kesehatan ketat. Restoran pun sudah dibuka dengan pembatasan jumlah pengunjung yang makan di tempa. Meski ada kelonggaran di hajatan, objek wisata masih ditutup.


Berita Terkait

Berita Terkini

Selain di Ruang Kelas, Guru di Solo Usulkan PTM di Ruang Terbuka

PTM di ruang terbuka yang diusulkan guru di Solo dinilai dapat mengurangi potensi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Terbit 1855 dan Beraksara Jawa, Inilah Surat Kabar Pertama di Kota Solo

Surat kabar Bromartani yang berbahasa dan beraksara Jawa disebut terbit kali pertama di Solo pada 1855.

Duh! Volume Sampah Masuk ke TPA Mojorejo Sukoharjo Naik 30 Ton per Hari

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo terus berusaha mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Mojorejo, Bendosari.

Paundra Curhat Minta Dihargai, Ini Respons Kerabat Mangkunegaran

Gusti Pangeran Hariyo (G.P.H) Paundrakarna Jiwo Suryonegoro salah satu kandidat penerus penguasa Mangkunegaran mendadak curhat minta dihargai.

8 Merchant Ini Jadi Favorit di Solo Great Sale 2021

Delapan merchant menjadi favorit pelanggan di ajang Solo Great Sale 2021 yang sudah berlangsung kurang lebih setengah bulan terakhir.

Kasus Pinjol Ilegal Meresahkan di Banyak Wilayah, Bagaimana di Solo?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan edukasi kepada masyarakat. OJK mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas jasa pinjol ketika ingin mengaksesnya.

Andalkan Google Maps, Awal Tragedi Minibus Terguling di Karanganyar

Sopir minibus Isuzu Elf pengangkut rombongan guru asal Demak yang terguling di Matesih, Karanganyar, mengaku mengandalkan Google Maps karena tidak tahu jalan menuju Objek Wisata Air Terjun Jumog.

Ealah... Patungan Beli Sabu, Joplek dan Monyong Dibekuk Polisi Wonogiri

Joplek dan Monyong, dua pria asal Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Wonogiri setelah patungan untuk membeli sabu-sabu.

Sejak Ada Exit Tol, Sragen Timur Mulai Dikepung Pabrik dan Toko Modern

Sejak ada exit tol Sambungmacan, tiga pabrik berskala besar hingga empat minimarket modern mulai mengepung wilayah Sragen bagian timur.

Paundra: Saya Cucu Bung Karno & Putra Mangkunagoro, Jangan Disepelekan!

Gusti Pangeran Hariyo (G.P.H) Paundrakarna Jiwo Suryonegoro menegaskan statusnya sebagai cucu Bung Karno dan putra dalem Mangkunagoro IX dan meminta semua pihak tidak menyepelekan dirinya.

Fotografer Keliling Viral di Tawangmangu Ternyata Cewek Boyolali Hlo

Inilah sosok Dewi Ivoni, wanita asal Boyolali yang viral setelah menjadi fotografer keliling di kawasan wisata Tawangmangu.

Pekan Ini, PPKM di Sragen Ditarget Turun ke Level 1

Dengan cakupan vaksinasi yang mencapai 72,34%, level PPKM di Sragen diharapkan turun ke level 1 pada pekan ini.

Paundra Curhat Jadi Raja Mangkunegaran Bukan Kompetisi, Apa Maksudnya?

GPH Paundrakarna curhat bahwa menjadi raja penerus Mangkunegaran bukanlah sebuah kompetisi.

Kebakaran Sragen: 3 Rumah Warga Ludes

Tiga rumah warga di Sragen, Jawa Tengah, terbakar diduga akibat korsleting listrik.

Cantik! Ini Fotografer Keliling yang Viral di Tawangmangu

Inilah sosok fotografer keliling di Tawangmangu yang viral di media sosial karena menawarkan tarif murah, Rp3.000 per file.