UN Diganti US, SMA/SMK di Jateng Siap?
Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Paket Kesetaraan di SMA N 2 Jogja dan SMA N 7 Jogja, Senin (19/3/2018). (Harian Jogja-Sunartono)

Solopos.com, SEMARANG Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah Jateng meminta SMA/SMK sederajat di Jateng untuk menyelenggarakan ujian sekolah atau US sebagai salah satu syarat kelulusan bagi siswa.

Kebijakan US SMA/SMK Jateng itu diambil sebagai tindak lanjut keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang menghapus ujian nasional atau UN pada tahun 2021 ini.

Dalam SE Mendikbud No.1/202 disebutkan jika salah satu syarat kelulusan siswa adalah mengikuti ujian yang digelar oleh sekolah. Ujian itu bisa berupa portofolio nilai, penugasan, maupun tes baik secara luring maupun daring.

Baca Juga: Tak Ditangkap Polisi, Raffi Ahmad dan Ahok Trending Topic Twitter

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Hari Wuljanto, mengatakan untuk di Jateng, pihaknya akan menerapkan US sebagai salah satu syarat kelulusan siswa. Nantinya, US akan digelar secara daring pada akhir Maret-April nanti.

“US nanti sebagai salah satu syarat kelulusan siswa. Jadi, setiap SMA/SMK wajib menggelar. Nah, nanti ujiannya digelar secara daring karena masih dalam kondisi pandemi,” tutur Hari saat dihubungi Semarangpos.comgrup Solopos.com, Selasa (23/2/2021).

Hari mengatakan US sebenarnya sudah menjadi salah satu syarat kelulusan siswa sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, perbedaannya tahun ini sekolah menyusun sendiri soal US bagi siswanya.

Baca Juga: Dikenalkan dengan Indonesia, Dayana Diundang ke KBRI Nur-Sultan

“Nanti soalnya guru sendiri yang menyusun. Saya rasa guru tidak akan kesulitan. Toh, selama in ikan mereka sudah berpengalaman dalam menggelar pembelajaran jarak jauh [PJJ],” imbuh Hari.

Kreativitas Guru

Kepala SMAN 5 Semarang, Siswanto, mengaku senang dengan kebijakan US SMA/SMK Jateng tersebut. Menurutnya, kebijakan sekolah membuat soal sendiri untuk US itu bisa memacu kreativitas guru.

“Justru dengan langkah ini, guru diberikan ruang kreativitas dalam mengembangkan kompetensinya. Selama ini guru kan yang mendidik siswa. Mereka telah mempersiapkan proses pembelajarannya, menerapkannya, dan sekarang menilai. Guru jadi lebih memiliki kepercayaan. Ini bagus,” ujar Siswanto.

Baca Juga: Terungkap, Kekasih Jang Hansol Sedih Selalu di Balik Layar Korea Reomit

Siswanto pun mengaku untuk persiapan US, sekolah sudah cukup matang. Bahkan, sejak beberapa waktu lalu pihaknya sudah menggelar pelatihan bagi guru dalam menyusun soal US bagi siswa.

“Kita persiapan sudah sangat siap. Bahkan, nanti soal-soal yang kita buat out of the box. Enggak terpaku pada pilihan ganda, tapi lebih kompleks,” tuturnya.

Sementara itu, Pengawas SMK Disdikbud Jateng, Sodiq Purwanto, mengklaim telah meminta sekolah bersungguh-sungguh dalam menyusun soal untuk US siswa.

Baca Juga: Mengeluh Punya Haters ke Fiki Naki, Mata Dayana Berkaca-Kaca...

Meskipun mendapat kewenangan menyusun soal US SMA/SMK Jateng itu sendiri, tapi soal tersebut harus terjamin mutu.

“Memang sekolah nanti yang buat soalnya, tapi kami dari Disdikbud Jateng tetap akan memastikan apakah soal itu mutunya terjamin. Ada penjaminan mutu apakah soal itu sesuai dengan kompetensi dan daya saing siswa,” tutur Sodiq.

Sodiq menambahkan selain US, berdasarkan SE Mendikbud No.1/2021, syarat kelulusan siswa SMA/SMK juga ditentukan oleh nilai sikap dan perilaku siswa. Selain itu, juga siswa menyelesaikan program pendidikan di masa pandemi Covid-19 yang dibuktikan dengan nilai rapor.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Semarangpos.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom