Umur Kurang 1 Bulan, Perempuan Menangis Gagal Daftar Perdes Wonogiri 

Seorang perempuan warga Pokoh Kidul sampai menangis tidak bisa mendaftar perangkat desa sebab umurnya kurang satu bulan.

 Seorang warga melihat pengumuman nama peserta seleksi perangkat desa di Balai Desa  Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri, Selasa (30/11/2021) (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Seorang warga melihat pengumuman nama peserta seleksi perangkat desa di Balai Desa  Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri, Selasa (30/11/2021) (Solopos.com/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, WONOGIRI—Sejumlah anak muda di Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Wonogiri, Wonogiri, mendaftar menjadi perangkat desa atau perdes. Saeorang perempuan sampai menangis tidak bisa mendaftar sebab umurnya kurang satu bulan.

Hal ini menjadi salah satu indikator mulai tumbuhnya kesadaran kelompok muda untuk memajukan desanya dibandingkan merantau. Berdasarkan pantauan Solopos.com, melalui papan pengumuman Desa Pokoh Kidul, Selasa (30/11/2021), 50 peserta mengikuti seleksi perangkat desa Desa Pokoh Kidul. Pengumuman menyampaikan data mengenai nama peserta, tanggal lahir, alamat, pendidikan terakhir, dan jabatan yang dilamar.

PromosiDi Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Baca Juga: Pelaku Begal Payudara di Klaten Ditangkap, Mengaku Beraksi 10 Kali

Ada 33 peserta yang lahir pada 1990 sampai 1999, tiga peserta lahir pada 2000, satu peserta pada 2001, dan sisanya di bawah atau sama dengan 1989. Sedangkan pendidikan terakhir para peserta SMA/sederajat, D3, dan S1.

Kepala Desa Pokoh Kidul Wuryatno mengatakan ada empat lowongan perangkat desanya, masing-masing kasi pemerintahan, kasi kesejahteraan rakyat, kepala dusun Kajar, dan kepala dusun Pengkol. Jumlah peserta pada desa Pokoh Kidul merupakan paling banyak di Kecamatan Wonogiri.

“Saya malah senang banyak anak muda yang tertarik menjadi perangkat desa karena dalam mengerjakan pelayanan kalau orang muda lebih cepat lebih sehingga masyarakat sejahtera,” kata dia saat ditemui di kantornya, Selasa (30/1/2021).

Baca Juga: Diduga Korsleting, Tower BTS di Simo Boyolali Terbakar

Menurut dia, anak muda tertarik menjadi perangkat desa dibandingkan merantau karena dijamin kesejahteraannya melalui regulasi. Perangkat desa tidak kalah dalam hal yang kaitannya dengan kesejahteraan.

Wuryatno mengatakan saking tingginya minat anak muda untuk menjadi perangkat desa ada satu calon peserta yang berusia 19 tahunan datang menemuinya setelah menerima informasi lowongan perangkat desa. Perempuan tersebut tanya mengenai persyaratan peserta namun tidak memenuhi syarat sebab belum berusia 20 tahun.

“Umurnya kurang sebulan atau berapa bulan datang ke sini menangis. Artinya kurang berapa bulan enggak biisa namanya administrasi harus tertib enggak bisa direkayasa,” paparnya.

Baca Juga: Katrol Unik Masjid di Kahuman Klaten, Perkampungan Tertua di Indonesia

Dia mengatakan syarat yang belum terpenuhi hanya umurnya saja. Perempuan muda itu datang didampingi saudaranya.

Adapun seleksi perangkat Desa Pokoh Kidul terakhir pada 2017 dengan pendaftar 17 orang untuk memperebutkan satu lowongan. Dia mengklaim banyak anak muda yang mendaftar pada waktu itu.

 

Tahapan Seleksi

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Wonogiri, Zyqma Idatya Fitha, mengatakan tahapan seleksi perangkat desa sampai pada penyampaian peserta kepada masyarakat selama tiga hari sejak Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Buka Lagi, Kolam Keceh Bulusulur Wonogiri Dilengkapi Terapi Ikan

Warga dapat melihat nama peserta dan status pendidikan terakhir para peserta yang ikut seleksi. Warga dapat ikut mengawasi khususnya pada bagian pendidikan sehingga jika ada kecurangan mengenai status pendidikan panitia seleksi dapat mengecek ke lembaga satuan pendidikan terkait.

“Total pendaftar 2.467 dan sedang kami rekap. Ada beberapa tidak memenuhi syarat kami minta dikembalikan. Salah satunya ada peserta yang tidak melengkapi berkas terkait pengadilan mengenai keterangan tidak pernah menjalani hukuman,” paparnya.

Adapun jumlah lowongan perangkat desa ada 292 formasi di Wonogiri. Seluruh tahapan pada semua desa dilakukan serentak sesuai kesepakatan Pemerintah Kabupaten Wonogiri dengan semua desa yang membuka lowongan.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

+ PLUS 5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Berita Terkini

Segini Tarif Jasa Dekorasi Langganan Presiden Jokowi

Ranu Asmoro yang mendekorasi resepsi pernikahan Ketua MK dengan adik Jokowi menetapkan tarif lebih tinggi dibandingkan penyedia jasa dekorasi lain.

Korean Wave Bikin Suasana Korea Begitu Terasa di Atrium Solo Grand Mall

Beberapa kroteria yang dinilai dalam kompetisi ini adalah kostum, koreografi, lipsing, serta kejutan yang diberikan untuk penonton.

Pemkab Sragen Klaim Terus Dampingi Anak Korban Perkosaan di Sukodono

Pemkab Sragen melalui Dinas Pengendalian Pendudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) mengklaim selalu melakukan pendampina terhadap anak korban perkosaan.

800-An Tamu Bakal Saksikan Pernikahan Adik Presiden Jokowi pada 26 Mei

Sekitar 800-an undangan akan hadir pada pernikahan adik Jokowi yang digelar di Gedung Graha Saba Jl. Letjen Suprapto Solo.

1,5 Tahun Kasus Perkosaan Anak di Sragen Tak Tuntas, Polda Turun Tangan

Kapolres Sragen mengaku mengalami dua kendala dalam penanganan kasus perkosaan anak di bawah umur di Sukodono yang sudah berjalan 1,5 tahun.

Espos Plus: Perjalanan Inggris Legalkan LGBT dan Cerita Bandit Jawa

Tiga konten berita terkait perjalanan Inggris yang butuh waktu lima abad untuk melegalkan LGBT, cerita bandit Jawa jadi kecu atau perampok hingga Indonesia jadi ladang empuk jaringan pengedar narkoba internasional menjadi sajian menu Espos Plus edisi Sabtu (21/5/2022).

Bidik Pemilih Pemula Soloraya, Sahabat Ganjar Gelar Lomba TKJ

Sahabat Ganjar Relawan Indonesia atau Saga Relawan Indonesia menggelar lomba Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang diikuti para siswa SMK se-Soloraya.

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri Buka Kelas Komputer Berbayar Sampah

Rumah Baca Sang Petualang Wonogiri membuka kelas komputer untuk semua warga yang dibayar dengan sampah. Aksi sosial ini dilakukan untuk meningkatkan literasi digital warga Wonogiri.

Kementan Targetkan Swasembada Kedelai Pada 2026

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Tahun ini, Kementan mengejar target produksi kedelai 1 juta ton.

Sragen Hari Ini: 21 Mei 2016, Kecelakaan Maut Bus & Motor, 1 Meninggal

Enam tahun lalu, tepatnya pada 21 Mei 2016, terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan Mageru, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.

Warga Sragen Wetan Meninggal di Kamar, Ketahuan Seusai Jendela Didobrak

Seorang warga Sragen Wetan Sragen, ditemukan meninggal dunia sendirian di rumah. Korban ketahuan meninggal setelah ada warga yang mendobrak jendela rumahnya.

Tak Kuat Menanjak, Espass Nggelondor ke Jurang di Karangpandan

Mobil Daihatsu Zebra Espas yang dikemudikan warga Karangpandan, Karanganyar, ngglondor masuk jurang setelah tak kuat menanjak. Beruntung, sopir hanya mengalami luka ringan.

Keistimewaan Boyolali, Aneka Kuliner Lezat hingga Ikon Monumen Dunia

Kabupaten Boyolali dengan sederet keistimewaan terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 261 desan dan 6 kelurahan.

Pengerjaan Proyek Pasar Nglangon Lambat, Bupati Sragen Marahi Konsultan

Bupati Sragen berang saat mengetahui progres pembangunan Pasar Nglangon senilai Rp33,7 miliar baru berjalan 0,48% dari seharusnya 11%.

Wow, Ada Monca Nail Art Juga Loh di Korean Wave Solo Grand Mall

Monca Nail Art menjadi salah satu gerai peserta Korean Wave yang digelar Solopos Media Group (SMG) dan Solo Grand Mall. Monca Nail Art memberi diskon 20% untuk semua treatment.