Tutup Iklan

UMR Jateng 2022 Diprediksi Naik, Jadi Berapa?

UMR Jateng 2022 diprediksi naik sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam sistem penentuan upah.

 Ilustrasi uang. (freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi uang. (freepik)

Solopos.com, SEMARANG — Upah minimum regional (UMR) provinsi alias UMP Jateng 2022 diprediksi naik. Pembahasan tentang UMP ini bakal dilakukan dalam waktu dekat oleh Dinakertrans Jawa Tengah, tepatnya pada 21 November 2021.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari, Senin (25/10/2021). Ada dua aturan yang menjadi landasan penentu UMP yaitu UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja serta PP No.36/2021 tentang Pengupahan.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (PHI) dan Jamsos Kemkaner, Indah Anggoro Putri, mengatakan penetapan upah minimum dilakukan untuk menciptakan sistem pengupahan yang adil bagi pekerja dengan memperhatikan kemampuan perusahaan. Meskipun demikian penetapan upah minimum tentunya tidak dapat memuaskan seluruh pihak.

Baca juga: Ternyata Gaji Debt Collector Pinjol Ilegal di Sleman Setara UMR

Adapun penentuan UMR 2022 ini nantinya akan memengaruhi pendapatan sekitar 644.549 pekerja di Jateng. Sesuai pasal 29 PP No.36/2021, penentuan UMP paling lambat diumumkan pada 21 November 2021.

Dilansir Bisnis.com, UMR Jateng 2021 berada di angka Rp1.798.979. Jumlah ini masih berada di bawah UMP Jawa Barat dan Jawa Timur yang berada di atas Rp1.800.000.

Meski demikian BPS Jateng mencatat pada 2020 rata-rata gaji bersih yang diterima pekerja di Jateng berada di angka Rp2.088.200. Dengan rata-rata ini pekerja di sektor jasa membawa gaji bersih sekitar Rp2.255.600/bulan, sementara industri pengolahan dan pertanian masing-masing Rp1.971.200 dan Rp1.712.000.

Baca juga: Biaya Umrah Naik sampai Rp8 Juta, Biro Travel Sukoharjo Tunggu Regulasi

Akan tetapi persentase kenaikan upah minimum pada 2022 berpotensi lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terjadi seiring diterapkannya metode baru penghitungan upah minimum.

“Kenaikan upah minimum tahun depan dihitung dengan mengacu pada upah minimum tahun berjalan, tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, batas atas dan batas bawah upah minimum,” kata Timboel Siregar, Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Minggu (24/10/2021).

Batas atas upah minimum sendiri dihitung dengan mengalikan rata-rata konsumsi per kapita dan rata-rata anggota keluarga. Hasil dari perkalian itu lantas dibagi dengan jumlah rata-rata anggota rumah tangga yang bekerja.

Baca juga: Ketika 28% Gajimu Mengalir ke Ekosistem Gojek

Hasil penghitungan sementara yang dilakukan Timboel dengan formulasi terbaru memperlihatkan kenaikan upah minimum berada di kisaran 1 sampai 2 persen. Selain itu, kenaikan upah minimum berpotensi tak merata karena inflasi dan pertumbuhan ekonomi tak merata di setiap provinsi.

Pada 2021, jumlah UMR tertinggi di Jateng berada di Kota Semarang dengan Rp2.810.025. Disusul Kabupaten Demak Rp2.511.526, Kendal Rp2.335.735, Kabupaten Semarang Rp2.302.797, serta Kota Salatiga Rp2.101.457.


Berita Terkait

Berita Terkini

Brati Grobogan Masih Banjir, Kades Lemahputih Usulkan Sudetan Sungai

Banjir yang melanda Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, hingga Selasa (7/12/2021) belum surut. Jumlah rumah dan sawah terdampak bertambah.

Ungguli Jatim, Jabar, dan DKI, Pemprov Jateng Raih Anugerah Meritokrasi

Selain Pemprov Jateng, tiga pemerintah kabupaten di Jateng juga mendapat penghargaan yakni Pemkab Purworejo, Pemkab Sragen, dan Pemkab Wonogiri dengan kategori Baik.

PPKM Level 3 Batal, Salatiga Tetap Lakukan Penyekatan Jalan

Pemerintah Kota Salatiga tetap akan menerapkan penyekatan ruas jalan di wilayahnya, kendati PPKM Level 3 nasional dibatalkan.

Air Terjun Sekar Langit Magelang, Tempat Jaka Tarub Ketemu Nawangwulan

Air Terjun Sekar Langit merupakan tetesan mata air dari puncak Gunung Telomoyo, gunung yang membatasi antara kota Salatiga dan Kabupaten Magelang yang lekat dengan legenda Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan.

Visitasi Kemenpan-RB, Rektor IAIN Salatiga: Kami Bertekad Jadi UIN

Dengan berubahnya status IAIN Salatiga menjadi UIN Salatiga dinilai akan memperbesar daya tampung mahasiswa.

Dua Nelayan Hilang di Perairan Mandalika Jepara, Pencarian Dilakukan

Dua nelayan yang dikabarkan hilang saat melaut di Perairan Mandalika, Kecamatan Donorojo, Jepara, hingga Selasa (7/12/2021) belum ditemukan.

Sopir Truk Tertimbun Lahar Dingin Merapi Ditemukan, Begini Kondisinya

Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad sopir truk pasir yang terseret arus banjir lahar dingin Gunung Merapi di Kali Bebeng, Kabupaten Magelang.

Ngaku Istri TNI, Perempuan di Banyumas Lakukan Penipuan Ratusan Juta

Seorang perempuan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), mengaku sebagai istri TNI dan melakukan penipuan hingga ratusan juta rupiah.

PPKM Level 3, Ini Sederet Aturan yang Diterapkan di Kota Semarang

Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang, Jawa Tengah (Jateng), akan menerapkan sederet aturan untuk membatasi aktivitas masyarakat saat penerapan PPKM Level 3 pada masa libur Nataru.

Asyik! Bus Trans Banyumas Resmi Beroperasi, Ini Rutenya

Bus Trans Banyumas yang menjadi moda transportasi massal dari Kemenhub resmi beroperasi melayani tiga rute di wilayah Banyumas, Jateng.

Ribut di Lapangan,Pemain Sepak Bola di Purbalingga Dipenjara, Kok Bisa?

Dua pemain sepak bola antarkampung atau tarkam di Purbalingga dipenjara atas tuduhan penganiayaan karena bertika di lapangan saat pertandingan.

Sekolah di Kudus Tetap Beri Siswa Libur saat Nataru

Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus tidak akan mengubah jadwal libur sekolah saat masa libur Nataru atau akhir tahun, meskipun Kemendikbudristek telah memberikan imbauan.

Siap-Siap! 4,8 Juta Pelaku Perjalanan Masuk Jateng saat Libur Nataru

Dinas Perhubungan atau Dishub Jateng memprediksi ada sekitar 4,8 juta pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Jateng saat libur Natal dan Tahun Baru nanti.

Sosok Bripka Rustam, Terjang Banjir Grobogan Sambil Gendong Nenek-nenek

Bhabinkamtibmas Desa Lemahputih, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan, Bripka Rustam, menggendong Mbah Nasiyem, 80, keluar dari rumahnya yang terendam banjir Senin (6/12/2021) siang.

Lakukan KDRT, Pegiat HAM di Semarang Dituntut 4 Bulan Penjara

Pegiat HAM di Semarang yang juga mantan komisioner KIP Jateng, SH, hanya dituntut 4 bulan penjara atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).