Tutup Iklan

UMP DKI Jakarta Cuma Naik Rp250.000-an, Masih Minat Kerja di Ibu Kota?

UMP DKI Jakarta Cuma Naik Rp250.000-an, Masih Minat Kerja di Ibu Kota?

SOLOPOS.COM - Sejumlah buruh terlibat kericuhan ketika melakukan sweeping pabrik saat menggelar aksi mogok di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta, Selasa (24/11/2015). Buruh melakukan aksi mogok nasional selama empat hari, Selasa-Jumat (24-27/11/2015), untuk menolak dan menuntut agar pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. (JIBI/Solopos/Antara/Wahyu Putro A.)

UMP DKI Jakarta 2017 hanya akan naik Rp250.000 jika memakai patokan PP Pengupahan.

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal memakai patokan Peraturan Pemerintah (PP) No. 78/2015 tentang Pengupahan untuk menentukan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta.

Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bahwa perhitungan nilai UMP yang diatur dalam peraturan tersebutsudah mempertimbangkan Kebutuhan Layak Hidup (KHL), inflasi dan pertumbuhan ekonomi. “Saya sudah bilang, kita sudah ada rumusannya sendiri, kita nentuin UMP ikutin PP,” kata Ahok di Balai Kota DKI, Kamis (13/10/2016).

Ahok mengatakan apabila buruh benar-benar melakukan survei secara langsung baik di pasar tradisional maupun pasar modern di DKI Jakarta, seharusnya KHL, sudah mulai menurun. Apalagi di Jakarta sendiri sudah ada beberapa sektor kebutuan yang sudah disubsidi pemerintah. “Asuransi kesehatan kamu, biaya transportasi, rumah susun, dan asuransi kelas tiga kita tanggung,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ahok mengaku optimistis KHL DKI bisa stabil, bahkan turun seiring akan dibangunnya perkulakan di Pasar Kramat Jati sebagai pusat penjualan sembako. Kemudian, Pemprov DKI juga akan membangun banyak rusun untuk menekan biaya hidup.

“Jadi yang mau saya tekankan gimana saya menekan biaya hidup. Bukan kegajinya kali berapa. Tapi ya, pokoknya buruh kan tiap tahun ya ribut,” tambah Ahok.

Sebelumnya, penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2016 DKI Jakarta masih berjalan alot pada sidang Dewan Pengupahan yang digelar Rabu (12/10/2016). Pasalnya, Pemprov DKI belum menyepakati terkait besaran UMP tersebut baik dari pandangan pengusaha maupun buruh.

Ketua Dewan Pengupahan Provinsi DKI Jakarta Priyono mengakui sidang penetapan UMP 2017 yang digelar perdana pada Rabu lalu belum menghasilkan kesepakatan besaran angka karena perbedaan acuan. “Ini tadi masing-masing pihak mengajukan pandagan berbeda, unsur buruh tetap ingin menggunakan survei KHL, sedangkan pengusaha gunakan PP No. 79/2015,” terangnya.

Priyono mengatakan dengan perbedaan acuan itu, maka otomatis besaran angka UMP 2017 yang diperoleh terjadi perbedaan signifikan antara perhitungan formulasi dari buruh dan pengusaha. “Sementara, dari buruh sebesar Rp3,8 juta, sedangkan pengusaha Rp3,35 juta per bulan,” tutur Priyono, yang menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta itu.

UMP DKI 2016 adalah Rp3,1 juta. Karena itu jika UMP 2017 Rp3,35 juta, maka kenaikannya hanya Rp251.410 atau 8,1%. Melihat belum terdapatnya titik temu tersebut, pihaknya akan melanjutkan sidang kembali pada pekan depan guna mendapatkan kesepakatan bersama, dan bisa segera diusulkan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk ditetapkan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Duh! Petani Tembakau di Klaten Terancam Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Tak Menentu

Sejumlah petani tembakau di Klaten dilanda kegalauan. Cuaca yang tak menentu mengakibatkan tanaman tembakau tak tumbuh secara optimal.

Isolasi Lokal di Gedawung Baturetno Wonogiri Selesai, Warga Siraman Pakai Air Kendi

Isolasi lokal yang diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri telah selesai, Selasa (22/6/2021).

Lezatnya Suboli Pizza, Pizza Susu Khas Boyolali

Di Boyolali, terdapat kuliner khas yakni pizza susu dan dikenal dengan nama Suboli Pizza. Makanan ini biasanya dijual di Jl Pandan Arang, Boyolali.

Warga Kerja Bakti Bersihkan Makam di Mojo, Kapolresta: Budaya Wong Solo!

Jajaran Polresta Solo, TNI, dan Ormas membersihkan dan memperbaiki makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (23/6/2021).

Soal Perizinan Sekolah, Ini Kata Kepsek Bocah Perusak Makam di Mojo Solo

Pihak Kuttab atau lembaga pendidikan dasar tempat 10 anak yang merusak makam di Mojo, Solo, mengatakan sudah mengajukan perizinan sekolah kepada Kemenang.

Pasien Covid-19 Membeludak, RSUD Tugurejo Semarang Akhirnya Dirikan Tenda Darurat

RSUD Tugurejo mulai kehabisan ruang isolasi pasien Covid-19 sejalan membeludaknya pasien. Mereka kini mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien.

10 Bocah Merusak Makam di Mojo Solo, Ini Penjelasan Sekolah

Pihak sekolah tempat 10 bocah pelaku perusakan makam di Solo membantah mengajarkan intoleransi.

Pegawainya Terpapar Covid-19, Kantor Imigrasi Madiun Dilockdown

Kantor Imigrasi Madiun ditutup sementara karena seorang pegawainya positif Covid-19. Kantor akan buka kembali pada Senin (28/6/2021).

Solusi Atasi Sampah, PLN Beli Listrik dari PLTSa Terbesar Se-Jateng di Solo

PT PLN membeli energi hijau yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Solo yang terakumulasi di TPA Putri Cempo,

Tips Pilih Perabotan Agar Apartemen Minimalis Bisa Terlihat Luas

Memilih furnitur yang tepat untuk apartemen minimalis menjadi salah satu opsi agar tempat tinggal terasa luas.

Alhamdulillah, Hasil PCR 2 Kali Negatif, Wali Kota Salatiga Sembuh dari Covid-19

Wali Kota Salatiga dinyatakan sembuh dari Covid-19, namun istri dan anaknya masih positif.

Kontak dengan Pasien Covid-19, Kapan Waktu Tes Swab yang Tepat?

Tips kesehatan kali ini membahas tentang kapan waktu tes swab yang tepat untuk mendeteksi infeksi Covid-19.