Kategori: Bisnis

UMKM Virtual Expo BI-Solopos: Mau Tau Kenapa Bisnis Terganjal? Simak Kata Coach Rene Suhardono


Solopos.com/Farida Trisnaningtyas

Solopos.com, SOLO -- UMKM Virtual Expo Bank Indonesia atau BI-Solopos dimulai Senin (27/7/2020) dengan webinar menghadirkan coach dan pembicara publik Rene Suhardono.

Dalam kesempatan itu, Rene mengungkapkan penyebab bisnis mandek atau stagnan. Menurutnya, hal itu karena yang memiliki bisnis ini tidak berbenah.

Begitu pula soal motivasi. Bukan soal siapa gurunya atau ahli yang memotivasi para pelaku usaha atau calon pengusaha, tapi kesiapan orang itu sendiri untuk mengosongkan diri menerima hal baru.

Identitas Terungkap, Mayat Tinggal Kerangka di Puhpelem Wonogiri Diduga Korban Tindak Kejahatan

“Memang, paling sulit itu belajar mendengarkan untuk mengosongkan diri menerima hal baru. Saya tidak memotivasi kawan-kawan, ini harus dari diri sendiri. Di era yang dibombardir dengan segala informasi seperti sekarang ini, penting untuk menata hati dan menata diri. Be at peace with uncertainty,” ujar Rene Suhardono dalam UMKM Virtual Expo series yang digelar BI-Solopos itu.

UMKM Virtual Expo ini digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo bekerja sama dengan Solopos. Kegiatan On Boarding UMKM secara series ini berlangsung Juli-Agustus 2020 secara virtual.

Tantangan Utama

Kegiatan ini dilaksanakan guna menjawab tantangan utama yang dihadapi Indonesia saat ini, yakni pemulihan ekonomi nasional akibat dampak Covid-19. Juga mendorong ekonomi keuangan digital khususnya sektor informal, UMKM, dan syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Alhamdulillah! Semua Nakes Positif Covid-19 Dirawat Di RS UNS Solo Sudah Sembuh

Sebagai pembuka webinar UMKM Virtual Expo BI-Solopos, penulis buku, motivator, sekaligus konsultan bisnis Rene Suhardono berbicara dengan tema Beyond Survival: Berteman dengan Ketidakpastian.

Penulis buku berjudul Your Job is Not Your Career ini mengetengahkan hal yang menjadi kendala para pelaku bisnis yakni mindset. Ganjalan mindset tersebut pangkalnya pada rasa sombong, dengki, dan serakah.

Sebagai contoh, sombong yang dimaksudkan adalah menolak kebenaran, mengaku bisnisnya lebih menjanjikan daripada yang lain, serta merendahkan yang lain.

21 Legislator Harus Karantina Mandiri, DPRD Solo Tunda Rapat Paripurna

Ia mencontohkan hal lain kepada para peserta UMKM Virtual Expo BI-Solopos itu. Di masa pandemi Covid-19 ini tidak pernah terbayangkan akan seperti ini. Keadaan pun berubah drastis.

Perusahaan teknologi komunikasi Zoom Video Communications melalui produk Zoom Meeting kini menjadi perusahaan dengan valuasi lebih besar daripada tujuh perusahaan maskapai. Hal ini lantaran sebagian besar masyarakat dunia menggunakan teknologi Zoom Meeting untuk berkegiatan.

Tak dapat dimungkiri zaman sekarang posisi teknologi memegang peranan utama. Di sisi lain, para pelaku bisnis diajak Rene untuk mendefinisikan dahulu apa arti sukses itu. Baginya, sukses berarti kebisaan melihat realita.

Pilkada Solo 2020: Jika Menang, Bajo Janji Sumbangkan Gaji untuk Rakyat

Arti sukses adalah belajar realita (reality), mimpi (dreams), dan istikamah (keberlanjutan). “Kita kerap terjebak pada penyakit Harus-Itis. Seperti ini, harusnya bisnis kita sudah buka cabang, harusnya sudah bikin ini itu, yang mengharuskan itu siapa. 1+1 itu sama dengan 2, tapi ini bisa jadi -10, tergantung manusianya. Alih-alih kita bisa keluar dari ketidakpastian, malah terpedaya nanti jadinya,” papar pembicara webinar UMKM Virtual Expo BI-Solopos itu.

Berantakan Karena Wabah

Ia lalu bercerita sebelum Covid-19 beberapa rekan bisnis berencana menyewa tempat baru, mengembangkan bisnis, melebarkan sayap, dan sebagainya. Tapi, rencana itu kemudian berantakan karena adanya wabah.

Maka yang terjadi, banyak yang menyalahkan keadaan, kenapa Covid-19 datang tanpa pemberitahuan, dan sebagainya. Menurutnya, banyak yang menilai ini sebagai musibah. Sayangnya, pemahaman terhadap musibah itu hanya soal bencana yang porak-poranda.

Kabar Baik! 2 Nakes RS UNS Solo Sembuh dari Covid-19

Padahal saat bisnis bangkrut ada dua hal yang menjadi kunci, yakni bersyukur dan bersabar. “Kalau bisnismu bangkrut, kamu bisa bersukur enggak? Kamu bisa sabar apa tidak? Syukur itu bersyukur kita sudah dilimpahi nikmat yang luar biasa. Lalu sabar, apa pun yang terjadi kalau benar-benar dirasakan akan ada baiknya,” imbuhnya.

Permasalahan lainnya, menurut pembicara webinar UMK Virtual Expo BI-Solopos itu yakni pelaku usaha tidak melihat impact atau dampak usahanya. Tetapi hanya demi memperoleh pengakuan orang atau dapat pujian dari orang lain.

“Di masa pademi Covid-19, kalau omzet turun, jangan jadikan ini sebagai ketetapan, tapi ini keadaan,” katanya.

Positif Covid-19 Boyolali Tembus 174 Orang, Karena Banyak Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan?

Sebelumnya, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yunianto, mengatakan Indonesia sedang masuk revolusi industri 4.0 yang secara langsung telah merevolusi gaya hidup masyarakat. Di era masa kini kehadiran teknologi menjadi solusi, tapi juga ada potensi risiko besar sehingga perlu pendekatan baru dalam melihat proyeksi ekonomi dan salah satunya dampaknya terdapat UMKM.

Sementara itu, Kepala KPw BI Solo, Bambang Pramono, memaparkan semua merasakan dampak pandemi Covid-19 yang luar biasa. Salah satu yang terdampak adalah UMKM.

UMKM Tulang Punggung Perekonomian

Padahal UMKM merupakan tulang punggung perekonomian dan menyangkut banyak kehidupan masyarakat. Alhasil, UMKM juga mengalami penurunan baik usaha, penjualan, dan bahan baku permodalan, gara-gara Covid-19.

Kreatif, Warung Makan Di Mojolaban Sukoharjo Ini Pasang Sekat Plastik Di Tiap Meja

Bambang mengatakan UMKM Virtual Expo BI-Solopos ini sebagai upaya untuk meningkatkan UMKM untuk tetap survive. “Ada 4 program untuk mendukung paket kebijakan pemerintah di masa sekarang ini, yakni kami mengomunikasikan kebijakan darurat Covid-19. meningkatkan kapasitas UMKM, percepatan permodalan, dan mendorong upaya digitalisasi pengolahan, pemasaran, serta pembayaran,” paparnya.

Menurutnya, BI terus mendukung program pemerintah dalam pemulihan dan pemberdayaan UMKM yang terdampak Covid-19. Dalam meningkatkan kapasitas UMKM, BI Solo melaksanakan capacity building dan dalam menghadapi kondisi new normal juga berupaya pemanfaatan digital.

Pilkada Solo: Tak Hanya Singkatan Nama, Busana Gibran-Teguh Juga Belum Kompak

Hal ini perlu didorong melalui pengembangan UMKM secara online pada pembayaran digital melalui program Quick Response code Indonesia Standar (QRIS).

Salah satu upayanya adalah Onboarding UMKM melalui UMKM Virtual Expo BI-Solopos secara series mulai Juli sampai Agustus 2020. BI memfasilitasi pelatihan dan pendampingan untuk UMKM dalam mendapatkan edukasi terkait pemanfaatan platform digital market place. Juga akses pembiayaan termasuk untuk transaksi pembayaran maupun pencatatan transaksi penjualan.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih