UMKM SOLO : Kota Bengawan Butuh Dewan Kurator Produk

UMKM SOLO : Kota Bengawan Butuh Dewan Kurator Produk

SOLOPOS.COM - Karyawati merapikan pakaian batik yang ditawarkan salah satu tenant dalam pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang digelar di Solo Paragon Lifestyle Mall, Minggu (14/2/2016). (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)

UMKM Solo, Adanya dewan kurator untuk mempermudah seleksi peserta pameran produk.

Solopos.com, SOLO--Pembentukan Dewan Kurator dinilai sangat dibutuhkan untuk mempermudah proses seleksi peserta pameran produk. Hal ini sekaligus untuk memetakan pelaku usaha yang pantas untuk mengikuti pameran level internasional, nasional, dan lokal.

Ketua Forum Economic Development and Employment Promotion (FEDEP) Solo, David R. Wijaya, mengatakan sudah mengusulkan dibentuk Dewan Kurator Kota tapi belum terealisasi hingga saat ini. Dia menyampaikan Dewan Kurator juga diperlukan untuk menjaga independensi,kualitas, dan transparansi pemilihan perwakilan.

“Tahun ini pemilihan pelaku usaha yang diikutkan pameran di tingkat nasional maupun internasional sudah menggandeng tim kurator tapi masih parsial di masing-masing dinas. Dewan Kurator ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh semua dinas untuk mencari pelaku usaha yang siap diajak pameran sesuai dengan skala pamerannya,” kata David saat ditemui Solopos.com, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan Dewan Kurator nantinya akan berisi pakar dan praktisi yang ahli dibidang masing-masing sehingga bisa memberi masukan kepada pemerintah daerah dalam memilih peserta pameran yang akan dikirim mewakili Solo. Menurut dia, keberadaan Dewan Kurator juga memungkinkan informasi lebih terbuka.

Lebih lanjut, dia mengatakan digandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Solo untuk memilih pelaku usaha yang akan dikirim ke pameran yang akan diadakan di India dan Korea Selatan pada akhir September hingga Oktober. Dia menjelaskan pameran di India adalah home décor dan telah dipilih tiga peserta. Sedangkan di Korea Selatan akan diadakan pameran multiproduk dan dipilih lima pelaku usaha untuk kemudian dipilih lagi menjadi tiga di tingkat nasional.

Dia mengungkapkan sebelumnya dilakukan cek lapangan untuk meneliti izin usaha, apakah benar-benar berdomisili di Solo, dan kapasitas produksi. Menurut dia, untuk pameran luar negeri, dipilih perusahaan yang cukup besar atau memiliki jaringan produksi yang luas sehingga saat mendapat pesanan dari luar negeri mampu memenuhi permintaan.

“Peserta yang direkomendasikan diutamakan yang belum pernah mengikuti pameran di luar negeri,” kata dia.

Peserta yang terpilih kemudian akan ada pembinaan dan konsultasi mengenai apa saja yang harus dipersiapkan dan diperhatikan saat mengikuti pameran di luar negeri. Menurut dia, kualitas produk dalam negeri tidak kalah dengan produk luar. Selain itu, Solo juga memiliki keunggulan produk furniture, carft, kuliner, dan health.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tak Pakai Masker Hingga Uyel-Uyelan, Banyak Warga Abai Prokes Di Pasar & Mal Sukoharjo

Petugas patroli Satpol PP Sukoharjo menemukan masih banyak masyarakat yang abai prokes saat berbelanja di mal maupun pasar tradisional.

Wali Kota Solo Abaikan Kebijakan Pusat, Dishub Jateng Tutup Mulut...

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengabaikan larangan mudik lokal atau mudik sesuai pemerintah pusat dan Dishub Jateng.

Terpaksa Mudik? Ini Syarat dan Cara Membuat Surat Keterangan Bebas Covid-19

Pelaku perjalanan yang dikhususkan bagi yang dikecualikan harus memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SKIM) dan Surat Bebas Covid-19 dengan menggunakan tes PCR atau Rapid Test Antigen maupun GeNose C19.

IDI Pusat Apresiasi Produk Eucalyptus Peneliti Kementan

Hasil penelitian Eucalyptus yang dilakukan sangat luar biasa dan berkembang dengan sangat baik.

Viral Pria Ngeyel Pakai Kursi Roda di Tengah Jalan Widuran Solo, Bisa Picu Kecelakaan Maut

Pria pengguna kursi roda di Solo ini membuat pengguna jalan lain cemas. Dia kerap berada di tengah jalan dan memicu kecelakaan maut.

Bupati Karanganyar: Takbiran Keliling Dilarang, Takbiran di Masjid Saja

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, melarang takbiran keliling. Sebagai gantinya takbiran hanya boleh dilakukan di dalam masjid dan musala.

Dinkopnaker Boyolali Klaim Masalah THR Pan Brothers Sudah Tuntas

Dinkopnaker Boyolali mengklaim masalah pembayaran THR yang diprotes karyawan PT Pan Brothers sudah selesai melalui kesepakatan bersama.

Seorang Anggota DPRD Grobogan Ditangkap Polisi Gegara Ganja

Pengakuan tersangka menggunakan barang haram tersebut karena selama ini mengalami gangguan sulit tidur.

Wanita Solo yang Kembalikan Uang Rp20 Juta ke Pemilik Dipuji Ustaz Yusuf Mansur

Wanita asal Solo ini dapatkan pujian dari Ustaz Yusuf Mansur karena mengembalikan uang puluhan juta yang hilang

Kisah 11 Pemudik Ngumpet di Mobil, Ketahuan Polisi di Bekasi

Kanit Turjawali Polres Metro Bekasi, Iptu Supanta, mengatakan minibus itu hendak mudik ke Cilacap, Jawa Tengah.

Hari Kedua Pelarangan Mudik, Angkutan Barang Dominasi Tol Sragen

Sejumlah kendaraan pribadi dari luar Jawa Tengah terjaring penyekatan di Jembatan Timbang Sambungmacan pada Jumat pagi.

Tak Ada Penumpang Turun di Terminal Ir Soekarno Klaten Sejak Kamis Malam, 23 Bus Nganggur

Puluhan unit bus diparkir di Terminal Ir Soekarno Klaten menyusul adanya larangan mudik Lebaran 6-17 Mei sehingga tidak bisa beroperasi.