Kategori: Sukoharjo

UMK 2015 : Apindo Menerima UMK Sukoharjo, Buruh Protes


Solopos.com/Iskandar/JIBI/Solopos

Solopos.com, SUKOHARJO--Penetapan upah minimum kabupaten (UMK) tahun 2015 untuk 35 kabupaten/kota di Jateng memicu pro-kontra. Kubu buruh menolak besaran UMK yang diumumkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, sebesar Rp1.223.000.

Sebaliknya Apindo menyatakan siap melaksanakan keputusan yang telah diumumkah Gubernur. “Kami tenyu harus mengamankan keputusan tersebut, meskipun sekarang ini ada kenaikan BBM,” ujar Ketua Apindo Sukoharjo, Yunus Aryono ketika dihubungi Espos melalui telepon selulernya, Kamis (20/11/2014).

Seperti diwartakan sebelumnya kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam waktu dekat ini dinilai akan semakin menyengsarakan kaum buruh.

Karena usulan UMK yang diajukan dengan indikator kebutuhan hidup layak (KHL) sebelum harga BBM naik.

Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Sukoharjo, Selamet Riyadi di Sukoharjo, Sabtu (15/11) mengatakan, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi bagi kaum buruh bisa mengakibatkan kebutuhan hidup tidak terpenuhi.

Ini kemungkinan besar terjadi jika tidak ada perubahan usulan UMK dari Bupati kepada Gubernur sebelum disahkan UMK pada akhir bulan November ini.

Kumpulkan Seluruh Pengusaha

Lebih lanjut Yunus mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengumpulkan seluruh pengusaha di Sukoharjo guna membahas persoalan ini. Karena pihaknya memandang perlu persoalan ini harus segera dikomunasikan secepatnya.

Secara terpisah Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) Sukoharjo, Slamet Riyadi mengatakan besaran UMK yang telah ditetapkan Gubernur dinilai belum seperti yang diharapkan.

Karena jika mengacu usulan UMK yang diajukan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya beberapa waktu lalu, senilai Rp1.200.00 juta, besaran UMK saat ini minimal Rp1.224.000.

“Ini namanya tidak adil, kami segera mengumpulkan temabn-teman buruh untuk menyikapi hal ini. Karena kalau tidak disekapi dengan tegas akan menyengsarakan teman-teman  buruh,” kata dia.

Share