Umat Hindu Kembali Bisa Beribadah di Kompleks Candi Ceto Karanganyar
Suasana Candi Ceto, Karanganyar, Minggu (21/2/2021). (Istimewa-Pengelola Candi Ceto)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dibukanya kembali Candi Ceto, Karanganyar, juga menandakan diperbolehkannya kembali umat Hindu untuk beribadah di kawasan tersebut mulai Jumat (19/2/2021).

Hal ini lantaran sebelumnya, kegiatan ibadah di Candi Ceto tidak diperbolehkan akibat dampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Sunardi, mengatakan selama ditutupnya operasional Candi Ceto, umat Hindu hanya bisa beribadah di luar kompleks candi.

Baca juga: Tim Galakkan Patroli di Karangmalang Sragen Sasar Pelanggar Protokol Kesehatan

Menurutnya, keputusan itu menyesuaikan aturan yang berlaku untuk meniadakan kegiatan apa pun selama masa penutupan Candi Ceto.

“Memang saat ditutup kegiatan apa pun tidak boleh di dalam Candi Ceto. Termasuk kegiatan ibadah. Kami tidak mau ambil risiko. Jadi para pengunjung yang beribadah hanya bisa melakukannya lewat luar kompleks. Tapi untungnya hal itu tidak menjadi masalah, pengunjung yang berniat beribadah memahami adanya aturan ini,” jelas Nardi ketika dihubungi Solopos.com, Minggu (21/2/2021).

Menurut Nardi, saat ini umat Hindu yang berniat beribadah di Candi Ceto sudah diperbolehkan kembali memasuki kompleks candi.

Kunjungan Belum Stabil

Pada Minggu, menurutnya sudah ada beberapa umat Hindu yang beribadah dengan batasan tertentu. Namun, jumlah kunjungan untuk beribadah diakui belum sebanyak ketika kondisi normal.

“Sudah [ada yang beribadah]. Pagi ini tadi sudah ada delapan orang yang didampingi pemuka agama setempat untuk beribadah. Sudah boleh lagi dan berjalan normal kembali sejak dibuka kembali. Tapi hanya kami perbolehkan pagi sampai sore. Kalau malam belum boleh. Untuk kunjungan yang beribadah memang masih sedikit, karena kebanyakan dari Bali,” papar dia.

Baca juga: Musda Partai Golkar Karanganyar Hari Ini, Salah Satu Agendanya Pemilihan Ketua

Terkait kunjungan wisata, selama tiga hari dibuka kembali, kunjungan ke Candi Ceto dan Sukuh menurutnya masih belum stabil.

Menurutnya, pada akhir pekan, rata-rata pengunjung di Candi Ceto sekitar 230 orang dalam sehari. Pengelola masih membiarkan kondisi tersebut agar tidak terjadi kerumunan.

“Kalau normal itu bisa 1.000 orang pada akhir pekan [kunjungan]. Tapi untuk saat ini kami tidak mau promosi berlebihan. Karena kami mempertimbangkan agar tidak ada kerumunan. Kami juga kerepotan dan berisiko kalau pengunjungnya membeludak,” kata dia.

Baca juga: Perempuan Wajib Tahu, Ini Kriteria Wanita Idaman Pria...



Berita Terkini Lainnya








Kolom