Warga Ledoksari, Karanggeneng, Boyolali, Minggu (1/4/2018), menunjukkan ular piton 3,5 meter. (Solopos-Akhmad Ludiyanto)

<p><strong>Solopos.com, BOYOLALI</strong> -- Warga Ledoksari, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali Kota, digegerkan penemuan dua ekor ular sanca kembang atau piton, Sabtu (31/3/2018), di lokasi berbeda di RT 1/IX desa itu.</p><p>Ular pertama sepanjang 3,5 meter ditemukan di selokan sekitar pukul 19.00 WIB. Beberapa jam kemudian ular jenis yang sama berukuran sekitar 1 meter ditemukan di dalam rumah warga.</p><p>Awalnya, ular besar tersebut terlihat oleh seorang warga sedang berenang di selokan selebar 2 meter dan sedalam 3 meter yang membelah perkampungan. Warga tersebut kemudian memberitahukan warga lain di kampung yang kini bernama Kampung Pelangi Ledoksari tersebut.</p><p>Mendengar heboh cerita itu, warga setempat berdatangan ke selokan untuk menangkap ular itu. Dalam kondisi minim penerangan, hewan melata ini awalnya dikira biawak. Namun setelah diterangi, ternyata seekor ular dan ukurannya cukup besar.</p><p>Ponimin, 48, warga setempat mengatakan sebagian penduduk langsung mengambil senter. Sebagian orang lainnya terjun ke sungai dan menghalau ular itu dari dua arah. &ldquo;Ada yang menerangi dari jembatan dengan senter, ada juga yang terjun ke selokan untuk menghalagi ular agar tidak pergi ke tempat lain,&rdquo; ujarnya Minggu (1/4/2018).</p><p>Saat hendak ditangkap, ular piton yang diduga liar tersebut sempat menghindar. Namun upaya penangkapan yang dilakukan dari berbagai sisi membuahkan hasil. Ular itu kemudian dimasukkan ke dalam kandang burung parkit berbentuk kubus.</p><p>Belum selesai warga berkerumun, mereka dikagetkan penemuan ular di tempat lain. Kali ini, muncul ular lebih kecil dengan ukuran sekitar 1 meter di dalam rumah penduduk. Ular ini sudah ditangkap oleh warga bernama Mardi, 45.</p><p>&ldquo;Ular kedua itu ada di dalam rumah, tapi saya lupa nama pemilik rumahnya. Karena masih kecil langsung saya tangkap saja ular itu tanpa perlawanan,&rdquo; ujar Mardi.</p><p>Kedua ular tersebut kini diperlihara warga. Rencananya, ular yang besar tersebut akan dilelang dan uangnya akan dimasukkan ke kas RT. Sedangkan ular yang kecil akan diberikan kepada siapa yang mau merawatnya secara cuma-cuma.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten