Ulama Golkar: Saatnya Pak Airlangga Jadi Presiden

Sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, kemampuan Airlangga untuk memimpin Indonesia tidak perlu diragukan lagi.

 Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto (Istimewa)

Solopos.com, JAKARTA–Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto terus didengungkan internal partai berlambang pohon beringin tersebut untuk maju sebagai calon presiden tahun 2024.

Lontaran kali ini muncul dari Satuan Karya Ulama Partai Golkar Karawang, Jawa Barat.

“Pak Airlangga itu punya kemampuan dan punya kesempatan. Tinggal beliau mau diusung jadi capres atau tidak. Kalau mau berarti syaratnya sudah lengkap, ” kata Ketua Satkar Ulama Golkar Karawang K.H. Sya’roni Ma’shum dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Menurut Sya’roni yang juga anggota Dewan Penasihat DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang ini, kemampuan, kemauan, dan kesempatan adalah syarat yang harus dimiliki seseorang untuk menjadi capres.

Tidak Diragukan

Ia mengatakan sebagai Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, kemampuan Airlangga untuk memimpin Indonesia tidak perlu diragukan lagi.

“Beliau memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang sangat mumpuni. Seorang teknokrat yang cinta Tanah Air, konsisten, komitmen terhadap tugas, agamis, dan rendah hati. Sangat pantas untuk memimpin Indonesia pada masa mendatang,” ujarnya.

Baca Juga: Airlangga: Saatnya Golkar Jadi Nomer Satu, Kader Harus Kerja Keras
Sya’roni mengatakan Indonesia menggunakan sistem presidential threshold dalam pengajuan calon presiden.

Seseorang bisa maju dalam pemilu presiden apabila diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki 20 persen dari jumlah kursi DPR atau sekitar 115 kursi.

Periode ini, kata dia, Partai Golkar memiliki 85 kursi di DPR atau terbesar kedua setelah PDIP.

Artinya Partai Golkar cukup berkoalisi dengan satu partai untuk dapat mengusung pasangan capres-cawapres pada Pilpres 2024.

Sangat Besar

“Kans Airlangga untuk jadi capres sangat besar. Tinggal bagaimana memaksimalkan waktu yang masih ada sekitar tiga tahun menuju Pilpres 2024 ini untuk menaikkan elektabilitasĀ pak Airlangga,” kata Sya’roni.

Sya’roni menambahkan Partai Golkar adalah partai besar yang punya banyak pengalaman, baik di eksekutif dan legislatif.

“Tinggal memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk memenangkan pemilu dan sekaligus pak Airlangga sebagai Presiden RI,” ujarnya.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Wartawan Ditemukan Mengapung di Sungai

Belum diketahui apa penyebab yang membuat korban meninggal dunia karena masih dilakukan penyelidikan.

IDI: Sesuai Konvensi Jenewa, Nakes Harus Dilindungi dari Siapapun

Sesuai Konvensi Jenewa 1949, nakes harus dilindungi.

Ya Tuhan, Jenazah Nakes Korban KKB Papua Belum Bisa Dievakuasi

Jenazah korban berada di kedalaman sekitar 500 meter sehingga cukup sulit untuk dievakuasi dengan peralatan seadanya

Waspada! Pengadaan Barang dan Jasa Masih Jadi Ladang Korupsi

Ketika mereka bersekongkol secanggih apapun peralatan atau sistem pasti akan jebol,

KPK Ungkap Rekayasa Proyek di Kabupaten Hulu Sungai Utara

Sebelum lelang, Maliki diduga telah lebih dulu memberikan persyaratan lelang pada Marhaini dan Fachriadi dengan kesepakatan feeĀ 15 persen.

Kerja Sama UNS dengan STP Dukung MBKM Bagi Mahasiswa

Kerja sama ini lebih khusus dijalin STP dengan SV, FT, dan FMIPA UNS meliputi bidang pendidikan dalam pelaksanaan MBKM.

4 Guru Besar Desak Jokowi Tegas kepada KPK

Enam pegawai KPK yang sempat diberi kesempatan untuk ikut pelatihan bela negara akan pula diberhentikan bersama 51 pegawai KPK

Presiden dan Gubernur DKI Kalah dalam Gugatan Polusi Udara

Anies menyebut Pemprov DKI Jakarta juga memiliki visi untuk menyediakan udara bersih bagi setiap warga yang tinggal di Ibu Kota.

Komisioner KPI Ralat Ucapan Ketuanya terkait Saipul Jamil

Mulyo mengatakan pernyataan Agung Suprio kurang tepat sehingga menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat.

Singgung Prabowo, Gus Nur: Sebuah Pengkhianatan

Ustaz Fahim menceritakan sampai kehabisan uang demi memenangkan Prabowo.

DPR Apresiasi Kapolri Larang Polisi Main Tangkap Pendemo Jokowi

Arahan Kapolri, setiap pengamanan kunjungan kerja Presiden agar dilakukan secara humanis dan tidak terlalu reaktif.

Terkait BLBI, Keluarga Bakrie Punya Utang Rp22,6 Miliar ke Negara

Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie merupakan saudara kandung dari Aburizal Bakrie.

Disangka Akali Keuangan Daerah, Eks Gubernur Alex Noerdin Ditahan

Dengan dalih tidak mempunyai pengalaman teknis dan dana, PDPDE Sumsel bekerja sama dengan investor swasta membentuk perusahaan patungan.

Proyeksi Ekonomi Indonesia Sejalan dengan Ekspektasi Pemulihan Ekonomi Global

Semua negara berupaya untuk bangkit dari pandemi Covid-19 dan mendorong pemulihan ekonomi, termasuk di Indonesia.

Hentikan Glorifikasi Taliban!

Skenario masa depan yang harus dihadapi Taliban adalah akan terpaksa dan dipaksa lebih terbuka dan inklusif.