Ulama Arab Jelaskan Hukum Istri Menolak Berhubungan Intim Saat Covid-19
Ulama Arab Saudi jelaskan dasar hukum memperbolehkan Istri menolak berhubungan intim dengan suami saat Covid-19. (Istimewa)

Solopos.com, RIYADH - Ulama Arab Saudi menyampaikan pandangannya mengenai adab berhubungan suami istri di tengah wabah virus corona Covid-19. Disampaikan dalam forum tanya jawab di televisi Arab Saudi bahwa menolak ajak suami berhubungan intim boleh dilakukan dalam upaya mematuhi physical distancing.

Hal ini disampaikan ulama terkemuka Arab Saudi, Sheikh Abdullah al-Mutlaq. Menurutnya kekhawatiran penularan virus corona Covid-19 bisa menjadi pembenar seorang istri menolak berhubungan intim dengan suami.

KLB Corona Solo Belum Dicabut, Rudy Imbau Warga Pakai Masker Saat Keluar Rumah

Dilansir Bloomberg, Sabtu (4/4/2020), pernyataan ini disampaikan berawal dari seorang perempuan yang menanyakan hukum tersebut. Saat ini salah satu pencegah penularan virus corona adalah menerapkan physical distancing, sebagaimana instruksi negara.

Kemudian timbul pertanyaan lainnya, apakah seorang istri membolehkan menyerahkan hak-haknya kepada istri kedua, karena takut tertular COVID-19. "Iya, bisa," ujar ulama tersebut yang sekaligus menjadi penasihat pengadilan kerajaan Arab Saudi.

Dalam Islam ketika seorang suami mengajak berhubungan badan dan istrinya menolak, maka sang istri dianggap berdosa.

Usia Pernikahan Pengaruhi Intensitas Hubungan Intim Suami Istri?

Urgensi Hukum Istri Menolak Berhubungan Intim

Kehadiran Sheikh Abdullah al-Mutlaq di media untuk mengajak umat mematuhi aturan kerajaan di masa kritis ini merupakan sebuah terobosan baru. Tak hanya, Sheikh Abdullah al-Mutlaq, ulama-ulama lain pun diminta melakukan hal serupa. Para pemuka agama diminta menyampaikan kampanye pencegahan corona melalui khotbah atau ceramah.

Sejauh ini Arab Saudi dianggap masih cukup efektif dalam menangani krisis Covid-19, meskipun jumlah warganya yang terinfeksi mencapai 1.885 orang dan 21 di antaranya meninggal dunia. Hal ini disampaikan oleh Kepala Timur Tengah dan Afrika Utara Eurasia Group Consultancy, Ayham Kamel.

"Upaya tersebut didasarkan pada sains, kebijakan, kepada apa yang berhasil dan apa yang tidak," katanya.

Uenak, Physical Distancing Corona Shandy Aulia Mandi Bareng Suami

Ia melanjutkan, bahwa posisi para pemuka agama atau ulama di Arab Saudi bukan hanya sekadar mengajak umat Islam berdoa. Namun sekaligus memberikan edukasi kepada umat, supaya tetap mengikuti aturan pemerintah supaya terhindar dari pandemi virus Corona.

Hingga saat ini berlaku jam malam di Arab Saudi untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Di Makkah dan Madinah misalnya, pemerintah Arab Saudi menerapkan jam malam selama 24 jam. Bagi orang yang melanggar aturan ini bakal dikenakan dengan dan hukuman penjara.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho