Suasana Yudisium Doktor Manajemen di Kampus UKSW Salatiga, Jumat (23/8/2019). (Semarangpos.com-UKSW Salatiga)

Solopos.com, SEMARANG — Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga membuat terobosan baru bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Doktor (S3) Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Mahasiswa S3 Manajemen FEB yang sudah menjalani ujian akhir disertasi, saat ini tidak perlu lagi menjalani ujian terbuka sebagai syarat kelulusan.

Hal itu disampaikan Ketua Program Studi (Prodi) Doktor Manajemen, Dr. Lieli Suharti, Ph.D., di sela acara yudisium di Gedung FEB Kampus UKSW Salatiga, Jumat (23/8/2019). Menurut Lieli terobosan ini dilakukan untuk menyederhanakan proses ujian bagi mahasiswa program S3.

“Proses ujian yang cukup panjang selama ini menjadi momok bagi mahasiswa yang mengambil program doktor. Kami ingin lebih mengefisienkan baik dari segi waktu maupun biaya. Meski begitu kami tidak sedikitpun mengurangi kualitas lulusan. Tuntutan dan syarat yang kami berikan tetap sama,” ujar Leli dalam keterangan resmi yang diterima Solopos.com, Senin (26/8/2019).

Lieli menambahkan pihaknya menyesuaikan syarat dari Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), yakni hasil penelitian harus terdaftar dalam satu jurnal internasional. Setelah melalui ujian akhir, mahasiswa wajib melakukan revisi dengan batas waktu maksimal satu bulan untuk dapat mengikuti proses yudisium.

Perubahan proses ujian terbuka menjadi yudisium pada prodi Doktor Manajemen FEB ini memperoleh dukungan dari pimpinan UKSW. Pembantu Rektor I Bidang Akademik UKSW, Dr. Iwan Setyawan, menilai terobosan itu merupakan strategi baru untuk menggenjot jumlah lulusan Prodi Doktor Manajemen.

Sementara itu dalam proses yudisium yang baru kali pertama diselenggarakan itu diikuti dua mahasiswa, yakni Suhendrojono dan Damiasih. Predikat cumlaude diterima keduanya yang saat ini tercatat sebagai dosen Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (StiPram) Yogyakarta.

Disertasi yang diangkat oleh Suhendrojono dan Damiasih memiliki fokus pada bidang kepariwisataan. Suhendrojono berhasil mempertahankan disertasi yang berjudul ‘Pemosisian Perilaku Kepariwisataan berdasarkan pada Perilaku Konsumen, Produk, Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Perilaku Pemasaran di Daerah Istimewa Yogyakarta’. Sedangkan Damiasih mengangkat disertasi berjudul ‘Pencaharian-Kebaharuan: Pemicu Minat Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Daerah Istimewa Yogyakarta’.

Suhendrojono dan Damiasih tercatat sebagai mahasiswa ke 18 dan 19 yang diluluskan oleh prodi Doktor Manajemen FEB UKSW.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten