Suasana Uji Kompetensi Fasilitator Bidang Pertanian Organik Tanaman di Kampus UKSW, Jl. Kartini, Salatiga, Kamis (27/6/2019). (Semarangpos.com-Humas UKSW)

Semarangpos.com, SALATIGA — Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga melalui Fakultas Pertanian dan Bisnis (FPB) menggelar Uji Kompetensi Fasilitator Bidang Pertanian Organik Tanaman di Kampus UKSW, Jl. Kartini, Salatiga, Kamis (27/6/2019).

Pembantu Rektor I UKSW, Iwan Setyawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama FPB UKSW dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian Organik (LSPPO). Uji Kompetensi yang dilakukan oleh LSPPO itu diketuai I Nyoman Oka Tridjaja dengan didampingi tiga asesor, yakni Agus Yulianto, Sri Bintang Kusumo Winahyu, serta Pamela Fadhilah.

Koordinator penyelenggaraan uji kompetensi, Lasmono Tri Sunaryo,  menyebut uji kompetensi yang kali pertama diselenggarakan oleh FPB UKSW ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari 40 mahasiswa S1 dan S2, dua alumni dan tiga laboran FPB UKSW. Peserta sebelumnya telah memperoleh pembekalan serta memiliki kualifikasi di bidang Pertanian Organik, Pertanian Terpadu, dan Pertanian Berkelanjutan atau telah berkecimpung di bidang Pertanian Organik.

“Uji kompetensi ini diselenggarakan selama tiga hari, diawali dengan verifikasi kelengkapan administrasi dan penjelasan teknis pelaksanaan, kemudian hari kedua para peserta melaksanakan ujian tertulis, wawancara dan ujian praktik pembuatan pupuk organik dan pestisida organik,” tutur Lasmono dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Kamis.

Hasil uji, dijelaskannya akan dirumuskan oleh para asesor guna membuat kesimpulan akhir, apakah peserta uji sudah kompeten atau belum kompeten. Apabila nilai uji menunjukkan peserta kompeten, maka peserta berhak mendapatkan Sertifikat Kompetensi selaku Fasilitator Pertanian Organik.

Lasmono mengatakan uji kompetensi ini perlu diselenggarakan agar para lulusan dapat bersaing dengan para pekerja asing. Menurutnya, tahun 2020 nanti akan menjadi puncak tertinggi masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia, oleh sebab itu para calon lulusan perlu dibekali dengan sertifikat keahlian khusus agar tidak kalah saing.

Ke depan dirinya berharap, FPB KSW dapat secara mandiri menyelenggarakan uji kompetensi fasilitator di bidang pertanian.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten