Ujian SD di Karanganyar akan Digelar Luring di Sekolah, Setuju Tidak?
Ilustrasi Pelajar SD (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar berencana menyelenggarakan ujian sekolah (US) kelas enam sekolah dasar (SD) secara luring di sekolah.

Wacana ujian sekolah secara luring itu mengemuka pada beberapa kesempatan setiap kali Solopos.com berbincang dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar, Tarsa.

Dia menuturkan keputusan menyelenggarakan ujian sekolah SD secara luring atau daring berada di tangan Bupati Karanganyar. Tetapi, Disdikbud Kabupaten Karanganyar berencana menyelenggarakan US SD secara tatap muka di sekolah.

Baca juga: Kalijambe Sragen Rintis 4 Desa Wisata, Ini Sumber Anggarannya

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menunggu persetujuan dari DPRD Kabupaten Karanganyar.

"Nanti US untuk SD [luring]. Tetapi belum final karena masih ada pembahasan dengan DPRD dan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Karanganyar. Rencana penyelenggaraan pada Mei," kata Tarsa saat berbincang dengan wartawan di kantor Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Jumat (5/3/2021).

Tarsa mengemukakan alasan Disdikbud menyelenggarakan US secara luring. Mulai dari kesiapan sarana prasarana, sumber daya manusia, dan kapasitas sekolah.

Persiapan Belum Matang

Tarsa menilai SD lebih memungkinkan melaksanakan US secara luring ketimbang daring. Kondisi itu berbeda dengan jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

"Kalau SMP sudah daring dan relatif sudah jalan. SD kan persiapan belum matang. Anak SD belum tentu punya handphone, sinyal pun belum tentu lancar. Mereka juga belum pernah uji coba mengerjakan soal secara daring. Itu tantangan kami," jelasnya.

Alasan lain Disdikbud Kabupaten Karanganyar berencana menyelenggarakan US SD secara luring adalah jumlah siswa kelas enam relatif tidak banyak.

Baca juga: Tak Cuma Porang, Budidaya Koro Pedang Juga Lagi Ngetren di Wonogiri

Bahkan, Tarsa menyebut sejumlah sekolah hanya memiliki sepuluh hingga 20 orang siswa dalam satu rombongan belajar.

"Kalau SD mau daring ya kemungkinan tahun depan, tidak sekarang. Kalau sekarang lebih baik luring saja, tetapi menerapkan protokol kesehatan. Murid SD kan relatif sedikit tetapi ketersediaan ruang kelas relatif banyak. Jadi kalau mau dibuat satu kelas beberapa siswa saja pun masih memungkinkan," ujarnya.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, DPRD Kabupaten Karanganyar merestui Pemkab Karanganyar menyelenggarakan US SD secara luring. Rencana dilaksanakan di sekolah masing-masing.

Fasilitas Ruang Kelas

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar, Sari Widodo, mempersilakan Pemkab Karanganyar menyelenggarakan US SD secara luring atau tatap muka. Tetapi Sari memberikan catatan untuk sekolah dengan jumlah siswa per rombel atau kelas termasuk kategori gemuk atau besar.

"Hasil pembicaraan awal dari Disdikbud itu [US] SD tetap luring. Nah untuk sekolah yang jumlah siswa banyak maka harus diatur sedemikian rupa menggunakan fasilitas ruang kelas lain," ujar dia.

Baca juga: Belasan Ribu Guru di Klaten Masuk Daftar Peserta Vaksinasi Covid-19

Sari mengingatkan Disdikbud Kabupaten Karanganyar agar memastikan seluruh SD yang akan menyelenggarakan US telah melengkapi kebutuhan, sarana prasarana sesuai protokol kesehatan.

"Pada dasarnya kami tidak masalah [US secara luring]. Khusus penanganan itu akan kami arahkan sebaik mungkin dengan tetap protokol kesehatan. Terlebih kalau banyak siswa dalam satu rombongan belajar itu harus dipisah," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar, Endang Muryani. Perempuan berkerudung itu memaparkan hasil monitoring dan evaluasi ke sejumlah sekolah di Kabupaten Karanganyar selama beberapa waktu terakhir.

Menurut dia, pihak SD di Kabupaten Karanganyar menyatakan kesiapan melaksanakan US tatap muka.

"Ke lapangan dengan dinas terkait, kami cek kondisi sekolah, sarpras, anggaran. Rata-rata menyatakan siap untuk luring. Fasilitas sudah siap. Tim siap, tinggal bagaimana pelaksanaan prokes 5M dan pengawasn. Secara kebutuhan ruang dan siswa masih banyak ruang. Piye carane longgar asalkan aman," ungkap dia.



Berita Terkini Lainnya








Kolom