UJIAN NASIONAL 2017 : 17 Sekolah di Semarang Belum UNBK
Ilustrasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). (JIBI/Solopos/Antara)

Ujian Nasional 2017 tak dilakukan berbasis komputer oleh 17 sekolah di Semarang.

Solopos.com, SEMARANG — Dinas Pendidikan Kota Semarang menyebutkan sebanyak 17 sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah itu belum bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2017 ini. "Untuk SMP memang belum bisa melaksanakan UNBK secara 100%. Masih ada 17 sekolah yang belum bisa melaksanakan atau menginduk," kata Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Senin (27/3/2017).

Dari 209 SMP di Kota Semarang, kata dia, sebanyak 149 sekolah bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) secara mandiri pada Ujian Nasional 2017 ini, sementara 43 sekolah melaksanakannya dengan menginduk ke sekolah-sekolah lain. Namun, kata dia, masih ada 17 sekolah tetap melaksanakan UN berbasis kertas atau PBT (paper based test) karena memiliki keterbatasan yang membuatnya tetap melaksanakan UN secara manual.

"Meski masih ada 17 sekolah yang tidak bisa UNBK, tahun ini banyak sekali yang sudah bisa UNBK. Tahun lalu, hanya ada 17 sekolah yang siap melaksanakan UN CBT [computer based test]," katanya.

Menurut dia, peningkatan sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada Ujian Nasional 2017 ini karena kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai persyaratan yang cenderung lebih mudah dibandingkan sebelumnya. Ia mengatakan syarat sekolah bisa melaksanakan UNBK tahun ini, antara lain memiliki 20 komputer dan satu server, sementara tahun lalu wajib memiliki perangkat komputer sepertiga jumlah siswa.

"Ya, makanya peningkatannya cukup besar. Kami akan terus mendorong agar pada tahun depan seluruh sekolah bisa melaksanakan UNBK. Karena bisa menghemat anggaran juga daripada pakai kertas," katanya.

Untuk mendorong kesiapan sekolah melaksanakan UNBK, kata dia, Pemerintah Kota Semarang telah menganggarkan pemenuhan kebutuhan teknologi informasi, seperti komputer di 30 sekolah. "Nanti, di anggaran [APBD] perubahan akan dicukupi sisanya. Ini komitmen pemerintah bagi sekolah yang belum bisa melaksanakan UNBK tahun ini, ya, memang harus bertahap," katanya.

Sementara untuk sekolah yang masih melaksanakan UN 2017 secara tertulis, Bunyamin mengatakan pelaksanaannya tetap sebagaimana tahun lalu, termasuk dengan pendistribusian soalnya. "Sama persis tahun lalu, distribusi soalnya juga. Kalau yang UNBK kan tidak ada distribusi naskah soal. Setiap anak diberikan password untuk membuka soal. Pelaksanaannya awal Mei 2017," pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho