Ujian Ditunda, Siswa MTs di Sragen Akhirnya Diliburkan Terkait Corona
Ilustrasi pendidikan SMP. (Solopos/Wishnu Paksa)

Solopos.com, SRAGEN -- Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) bagi siswa Kelas IX Madrasah Tsanawiah atau MTs di Sragen, Senin-Selasa (16-17/3/2020), akhirnya ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Dengan demikian, siswa MTs di Sragen yang tadinya harus masuk pada Senin-Selasa, akhirnya ikut libur bersama sekolah lain yang diliburkan untuk kewaspadaan penyebaran virus corona.

Penundaan tersebut didasarkan pada Surat Edaran (SE) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah yang baru turun pada Senin (16/3/2020).

Pelajar Korea Selatan Jadi Pasien Pengawasan Virus Corona di Salatiga

Kepala Kemenag Sragen Hanif Hanani setelah menerima SE Kanwil Kemenag Jateng No. 3858/Kw.1.1/5/HK.00.7/2020 tertanggal 16 Maret 2020. SE tersebut menetapkan UAMBN untuk MI, SDTK, MTs/SMPTK, dan MA/MATK pada Senin-Minggu (16-29/3/2020) ditunda sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Selain itu kegiatan belajar mengajar untuk jenjang PAUD sampai MA selama 14 hari terhitung mulai Senin dilaksanakan secara mandiri di rumah masing-masing.

“Layanan perkantoran dan masyarakat di Kemenag tetap berjalan seperti biasa dengan mengedepankan prinsip kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona,” kata Hanif dengan mengutip beberapa poin dalam SE tersebut.

Meski Sembuh, Fungsi Paru-Paru Pasien Corona Menurun

Sebelumnya, Hanif berencana memantau pelaksanaan UAMBN di sejumlah MTs di Sragen tetapi rencana itu otomatis juga batal. Kepala MTsN 8 Kalijambe, Muawanatul Badriyah, mengaku baru mengetahui penundaan UAMBN Berbasis Komputer, Minggu (15/3/2020) pukul 23.30 WIB.

Selama Libur, Anak-Anak Diminta Belajar Cuci Tangan Yang Benar

Ana, sapaan akrabnya, kemudian mendapatkan SE resmi dari Kanwil Kemenag Jateng pada Senin siang. Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menjelaskan kebijakan untuk meliburkan siswa dari jenjang PAUD sampai SMP di Sragen selama sepekan mulai Senin.

Dia akan melihat situasi dan kondisi terkait penyebaran virus corona selama sepekan itu. Bila kondisinya memang diperlukan, Bupati akan memperpanjang masa libur itu sesuai anjuran Gubernur Jawa Tengah.

Round-Up Corona Jateng: 4 Positif, 1 Meninggal, 5 ODP di Sukoharjo

“Anak-anak itu libur di rumah agar diajari tentang bagaimana cuci tangan yang benar. Selama libur itu sekolah disterilisasi dan para guru dan pegawai tetap masuk untuk membersihkan lingkungan sekolah," jelas Bupati.

Selain itu, langkah kewaspadaan virus corona yang lain yakni fasilitas wastafel segera diadakan, termometer digital juga disiapkan untuk memantau suhu tubuh siswa secara berkala. Selama ini Yuni menilai wastafel hanya seperti artifisial saja.

Yuni mengatakan jumlah SD di Sragen itu mencapai ratusan sekolah, belum SMP, belum TK, dan seterusnya. Dia menjelaskan untuk menyediakan fasilitas itu butuh waktu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho