Tutup Iklan

Ujian Cakades Karangduren Boyolali Diprotes, Petahana Dituding Dapat Bocoran

warga Desa Karangduren, Kecamatan Sawit, Boyolali, menolak hasil ujian pemilihan calon kepala desa (cakades) yang memenangkan cakades petahana dan beberapa calon yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Mereka adalah pendukung salah satu bakal cakades yang dinyatakan tidak lolos seleksi, Eko Budiyanto.

Ujian Cakades Karangduren Boyolali Diprotes, Petahana Dituding Dapat Bocoran

SOLOPOS.COM - Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro (tengah) beraudiensi dengan warga Desa Karangduren, Sawit, Boyolali, Senin (24/6/2019). Warga menduga panitia ujian kades melakukan kecurangan dengan membocorkan soal kepada calon petahana. (Solopos-Nadia Lutfiana Mawarni)

Solopos.com, BOYOLALI --  Sekelompok warga Desa Karangduren, Kecamatan Sawit, Boyolali, menolak hasil ujian pemilihan calon kepala desa (cakades) yang memenangkan cakades petahana dan beberapa calon yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Mereka adalah pendukung salah satu bakal cakades yang dinyatakan tidak lolos seleksi, Eko Budiyanto.

Warga berkumpul di rumah Eko, Senin (24/6/2019) malam, dan mengadakan audiensi dengan Kapolres Boyolali, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, terkait dugaan kecurangan tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, di Desa Karangduren terdapat sembilan orang bakal cakades. Mereka adalah Haryanto yang merupakan calon petahana, Eni Setyowati, Sukamto, Siti Rahayu, Eko Budianto, Satya Sunartadi, Adi Kusumo, Sahono, dan Sri Hastutiningsih.

Dalam ujian pilkades yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Sawit, Senin pagi, bakal calon yang lolos menjadi cakades adalah Haryanto, Eni Setyowati, Satya Sunartadi, Sri Hastutiningsih, dan Sukamto. Empat nama pertama masih memiliki hubungan keluarga dan hanya Sukamto yang bukan.

Sementara itu, ratusan warga Karangduren yang merupakan pendukung Eko tidak terima lantaran calon yang mereka usung dinyatakan tidak lulus sehingga tidak bisa melaju menjadi cakades. Salah satu pendukung yang juga merupakan mantan Kepala Desa Karangduren periode 1999-2007, Kukuh Trimanto, menyebutkan ada indikasi kecurangan.

Dia menduga panitia ujian pilkades membocorkan jawaban soal kepada Haryanto dan keluarganya sehingga mendominasi cakades yang lulus. Meski demikian, saat dimintai konfirmasi Haryanto mengatakan tidak mengetahui indikasi kecurangan yang dimaksud. “Kami mengerjakan soal dengan jujur,” ujar dia saat dihubungi melalui telepon.

Dia mengaku lulus sebagai cakades di posisi kedua. Sementara sang istri, Siti Rahayu, yang disebut lebih pandai justru tidak lulus. Namun Haryanto menolak semua tuduhan kecurangan dan indikasi kebocoran soal yang diarahkan kepadanya. Dia bahkan mengaku tidak tahu ratusan warga desa berkumpul di rumah Eko.

Sementara itu, Kapolres mengatakan dirinya telah melakukan audiensi dengan warga. “Di sini warga kecewa karena calon yang didukung tidak lulus,” kata dia.

Terkait indikasi kecurangan, Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro belum mau berkomentar. Kepolisian masih akan mendalami perkara ini lebih lanjut. “Belum tahu, namun masyarakat nanti jika ada ketidakpuasan dapat menyampaikan aspirasi ke Kecamatan atau Kabupaten,” imbuh Kusumo saat diwawancara seusai audiensi.

Dia mengimbau agar warga tetap menjaga ketertiban selama pilkades dan melaporkan dugaan kecurangan sesuai prosedur. Setelah audiensi berakhir, ratusan aparat yang berjaga di sejumlah titik di desa juga membubarkan diri.

Berita Terkait

Berita Terkini

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.

Euro 2020 Malam Ini: Cheska Vs Inggris dan Kroasia Vs Skotlandia

Inggris dan Rep Cheska sudah pernah bertemu sebanyak empat kali sejak 1998. Hasilnya, Inggris mampu menyabet dua kemenangan, Republik Cheska satu kali menang, sementara sisanya berakhir imbang.

Sepeda Anti Jatuh dari Tiongkok, Tetap Seimbang Saat Berhenti

Seorang Vlogger asal Beijing, Tiongkok menunjukkan sebuah sepeda otonom yang mampu tetap seimbang tanpa jatuh saat dalam keadaan berhenti.

Hipertensi Komorbid Penyebab Kematian Terbanyak Pasien Covid-19

Selain menjadi komorbid penyebab kematian terbanyak pasien Covid-19, hipertensi dikenal juga sebagai silent killer.

Marak Bangunan Liar di Tepi Jalan Solo-Purwodadi, Ini Sebabnya!

Jumlah bangunan liar di tepi jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di saluran irigasi Kedung Kancil di wilayah Doyong dan Soko, Kecamatan Miri, Sragen, terus bertambah.

Lokasi Pendidikan Anak-Anak Perusak Makam Mojo Solo Tak Berizin, Kemenag Jateng: Bubarkan!

Kemenag memastikan tempat pendidikan anak-anak pelaku perusak makam di Mojo, Pasar Kliwon, Solo, tidak berizin dan harus dibubarkan.

Nilai Transaksi Pasar Modal di Soloraya Turun, Kenapa?

Jumlah investor di Soloraya naik signifikan pada semester I tahun 2021, meski nilai transaksi turun karena kondisi pasar modal kurang bagus.

PO Ini Operasikan Bus Premium, Salah Satunya Berpusat di Palur

Bus-bus kelas premium jadi cara sejumlah PO untuk menggaet penumpang saat berpergian, salah satunya PO itu ada di Palur Karanganyar.

Pencurian Toko Ponsel di Madiun Terekam CCTV, Pelaku Kenakan Masker

Aksi pencurian terekam dalam CCTV atau kamera pengintai yang terpasang di dalam toko ponsel Majuhardware, Caruban, Kabupaten Madiun.