Uji Coba Flyover Purwosari Solo Berakhir, Kendaraan Nonmotor Jadi Bahan Evaluasi
Flyover Purwosari Solo kembali ditutup setelah uji coba selama kurang lebih sepekan, Minggu (27/12/2020). (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Uji coba flyover Purwosari Solo resmi berakhir pada Minggu (27/12/2020) dini hari. Selama lima hari fungsional, ribuan pengguna jalan memanfaatkan infrastruktur bernilai seratusan miliar itu.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Ari Wibowo, mengatakan selama masa uji coba, kendaraan nonmotor boleh melintas. Namun, saat operasional berlaku penuh, hal tersebut akan menjadi evaluasi bersama.

Dishub akan melakukan evaluasi bersama Satlantas, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), PT Wika, dan pejabat pembuat komitmen (PPK). "Secara umum, uji coba berjalan lancar. Beberapa evaluasi dan penyempurnaan akan kami bahas saat rapat koordinasi, termasuk kendaraan nonmotor yang antusias ikut naik,” katanya kepada Solopos.com, Minggu sore.

Satpol PP Sukoharjo Gencarkan Razia Miras Jelang Tahun Baru, Ini Fokusnya

PPK 1.6 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Jateng, Alik Mustakim, mengakui banyak kendaraan nonmotor yang nekat melintas selama uji coba flyover Purwosari. Padahal, Pemkot Solo sudah menyediakan underpass Jl Transito sebagai infrastruktur pendamping flyover.

“Kami akan mengembalikan kebijakan soal kendaraan nonmotor ini ke Dishub. Tapi, yang jelas pejalan kaki tidak boleh naik. Jalur pedestrian flyover ini untuk inspeksi petugas,” jelasnya, Minggu.

Manuver Kendaraan

Alik mengatakan hasil evaluasi sementara selama masa uji coba, antara lain tak ada temuan kecelakaan atau zero accident. Selain itu, manuver kendaraan baik di atas maupun bawah jembatan tak ada kendala. “Paling hanya pelanggaran soal perambuan yang sudah kami prediksi sebelumnya,” imbuhnya.

2 Tahun Mengembara, Kartunis Solo Lilik Darmasto Hasilkan Puluhan Sketsa Kopi

Setelah uji coba selesai, flyover Purwosari akan kembali ditutup untuk umum. Pelaksana bakal merampungkan sejumlah pernik-pernik pendukung baik pada jalur flyover maupun jalur lambatnya.

Pekerjaan tersebut antara lain perampungan markah pada Simpang Tiga Kerten hingga Simpang Empat Purwosari. Lalu penyelesaian railing agar lebih estetis dan pagar pengaman atas rel kereta sepanjang 60 meter pada kiri kanan jembatan serta tiang dan anyaman kawat.

Kemudian, pemasangan penerangan jalan umum (PJU) terutama pada area setelah flyover sebelum alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) yang berkoordinasi dengan DPUPR.

Hilang Kendali, Mobil Pajero Berpenumpang 6 Orang Terguling Di Tol Boyolali

Jalur Pedestrian

“Untuk yang jalur lambat, kami masih memasang lampu bulat susu pada jalur pedestrian. Kemudian penerangan jalur lambat. Kami juga mengerjakan finishing, GRC pilar, perapian jalur pedestrian, pengecatan markah, dan sebagainya,” jelas Alik.

Pekerjaan lain seusai uji coba flyover Purwosari adalah terkait usulan tambahan ikon Gambyong. Alik mengatakan masih bersurat dengan Dirjen Bina Marga. Ada pula lampu flashlight pada sisi luar struktur yang menjadi PR pelaksana proyek.

Bujuk Ayahnya yang Hendak Lompat dari Tower, Kata-Kata Bocah Ini Bikin Terenyuh

Alik menargetkan seluruh pekerjaan itu rampung pada pekan pertama Februari dan flyover bisa fungsional saat itu pula. Berdasar kontrak, tenggat waktu pelaksanaan proyek berakhir pada 31 Maret.

Namun, Alik berupaya sebelum tanggal itu bisa terselesaikan. “Pekan pertama Februari kami inginnya selesai. Pekerjaan beautifikasi ini kan kami terus komunikasi dengan pihak terkait agar cepat tapi tidak asal pasang,” tandasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom