Uji Coba Awal November, KRL Jogja-Klaten Tinggal Tunggu Pemindahan Kabel PLN
Tiang pancang untuk jaringan listrik aliran atas (LAA) kereta rel listrik (KRL) berjajar di sepanjang rel KA wilayah Klaten, Rabu (15/4/2020). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, SOLO -- Kereta rel listrik atau KRL Jogja-Klaten akan uji coba operasional pada awal November 2020. Kini, PT KAI tinggal menunggu pemindahan kabel milik PLN yang melintang sepanjang trek.

Proyek Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dengan pembangunan infrastruktur yang menjadi tanggung jawab Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah ini segera siap.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Nur Setyawan,mengatakan telah merampungkan konstruksi tiang pancang, gardu listrik. Juga kabel untuk jaringan listrik aliran atas (LAA) KRL khususnya relasi Jogja-Klaten.

Anggota DPR Dari Jateng Ini Khawatir Pembelajaran Daring Bikin Kualitas Generasi Muda Turun

Begitu juga dengan suplai listrik dari PLN yang tinggal dinyalakan. Setelah itu KRL Jogja-Klaten siap menjalani uji coba.

“Paling masih terhambat kabel PLN yang harus relokasi. Kabel ini melintang sepanjang trek jadi harus dibenahi dulu. Sekarang ini kami testing gardu dan peralatan kelistrikan jalur KRL,” ujarnya kepada Solopos.com melalui telepon, Rabu (21/10/2020).

Nur menjelaskan pekerjaan fisik untuk jalur KRL Jogja-Solo ini sudah rampung 75%. Pada tahap pertama KRL bakal beroperasi dulu dengan relasi Jogja-Klaten. Sedangkan KRL relasi Jogja-Solo targetnya akhir tahun ini jalan.

Nyalon Wakil Bupati Klaten Lewat Partai Lain, Harjanta Dipecat dari Keanggotaan PDIP

Jalur Stasiun Solo Balapan

Pada sisi lain, pemasangan tiang pancang dan gardu listrik proyek KRL ruas Klaten-Solo juga telah rampung dan siap uji coba. Namun, relasi ini menyisakan pemindahan kabel milik PLN dan Telkom.

Selain itu, Nur Setiawan mengatakan masih menyelesaikan sejumlah pekerjaan di Stasiun Purwosari dan Stasiun Solo Balapan.

Menurutnya, penyelesaian jalur KRL Stasiun Solo Balapan butuh waktu lama. Hal ini mengingat jalur kereta pada stasiun ini cukup banyak.

Perkembangan Covid-19 Solo: Muncul 8 Kasus Baru, Meninggal Tambah 1 Orang

Nantinya KRL bakal menggunakan jalur 2 dan 3 yang kini dalam tahap pembangunan peron. Selain itu, stasiun ini berstatus bangunan cagar budaya (BCB) sehingga perlu penanganan dan modifikasi khusus.

“Uji coba KRL Jogjat-Klaten awal November nanti masih tanpa penumpang dan setelah itu menyusul dengan penumpang. Kalau untuk tahap awal ada tiga train set [KRL] dulu,” katanya.

Manager External PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Adli Hakim, selalu pengelola KRL Jogja-Solo menjelaskan tinggal menunggu rampungnya proyek secara keseluruhan.

Cawawali Solo Teguh Prakosa Sempat Kampanye Di Rumah Keluarga Wanita Terbakar Dalam Mobil Sukoharjo

“Kalau masalah tanggal uji coba kami ikut Kemenhub. Kami sudah perkenalan nantinya ticketing KRL bagaimana, kurang lebih sama dengan Jakarta. Akan tetapi, kami lihat dulu perkembangannya bagaimana,”ujarnya.

10 Trip Per Hari

Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, KRL relasi Jogja-Klaten akan uji coba sebanyak 10 trip PP setiap hari. Sedangkan kecepatan KRL perkiraannya jalan 90km/jam. Ini lebih cepat daripada KA Prambanan Ekspres yang jalan maksimal 70 km/jam.

Sementara itu, Manajer Bidang Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan Kantor PLN UP3 Surakarta, Andi Kurniawan, menjelaskan PLN siap menyalakan aliran listrik untuk operasional KRL.

Jalan Tembus Manyaran-Selogiri Wonogiri Sudah Jadi, Bisa Hemat Waktu 45 Menit

Hal ini mengingat Kemenhub juga telah membayarkan biaya untuk pemasangan jaringan LAA tersebut. “Memang ada jaringan listrik existing yang melintang pada jalur ini. Tapi ini tinggal kami pindah dan tidak lama waktunya,” paparnya.

Andi menambahkan pemasangan listrik daya baru dan elektrifikasi KRL Jogja-Solo yang akan uji coba awal November ini menggunakan daya 5,5 juta kVa atau 5,5 megawatt.

Didatangi Gibran Cawali Solo Lewat Blusukan Online, Warga Sumber Sambat Jalan Rusak

Operasional KRL Solo-Jogja ini nantinya menggunakan delapan gardu listrik. Dengan demikian, operasional KRL ini butuh daya sekitar 44 juta kVa.

“Pengajuaannya 5 juta kVa lebih. Total ada delapan gardu atau titik dengan masing-masing 5,5 megawatt. Kami wilayahnya dari Purwosari sampai Ceper [Klaten]. Biaya penyambungannya Rp3 miliar,”jelasnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom