Uap Jambu, Jahe, hingga Cuka Obat Covid-19? Cek Faktanya!

Sebuah unggahan di Facebook mengklaim menghirup uap daun jambu, bawang putih, lemon hingga cuka bisa mengobati Covid-19.

 Tangkapan layar informasi yang memuat hoaks menghirup uap jambu hingga cuka bisa sembuhkan Covid-19. (Facebook.com)

SOLOPOS.COM - Tangkapan layar informasi yang memuat hoaks menghirup uap jambu hingga cuka bisa sembuhkan Covid-19. (Facebook.com)

Solopos.com, SOLO — Sebuah unggahan di Facebook mengklaim menghirup uap daun jambu, bawang putih, lemon hingga cuka bisa mengobati Covid-19. Padahal, hingga kini, belum ada satu obat pun yang secara definitif efektif menyembuhkan Covid-19.

Klaim itu diunggah oleh pengguna akun Samsonie Kwenda ke dalam grup Facebook Cosmo City Vibes. Samsoni Kwenda menuliskan cara mengobati Covid-19 yakni memasukkan air panas ke dalam ramuan daun jambu, jahe, bawang putih, lemon, bawang merah, dan cuka. Lalu, hidup uap yang dihasilkan hingga tubuh berkeringat. Ia menganjurkan cara ini dilakukan sebanyak tiga kali sehari.

“Uap itu akan membuat saluran pernapasan Anda tetap lancar dan paru-paru Anda bersih. Lakukan untuk diri Anda sendiri. Mari lawan Covid-19 bersama-sama,” tulis Samsonie Kwenda, pada 9 Januari 2021.

Baca Juga: Terampil Bungkus Kado Bisa Jadi Peluang Bisnis

Penelusuran Solopos.com menemukan menghirup uap untuk terapi pengobatan Covid-19 tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat dan valid. Praktik ini umumnya ditemui saat seseorang mengalami flu atau pilek.

Namun, sebuah studi di Inggris menemukan tidak ada bukti konklusif bahwa menghirup uap bisa meredakan gejala pilek atau mengurangi jumlah rhinovirus alias virus penyebab pilek yang dikeluarkan orang.

Virus Flu Beda

“Virus penyebab flu biasa berbeda dengan yang menyebabkan Covid-19, tetapi keduanya menyebabkan penyakit pernapasan, yang pengobatan ini [menghirup uap] diklaim bisa meringankan [gejala],” tulis redaksi fullfact.org, seperti diberitakan pada 2 Februari 2021.

Harvard Medical School membagikan tip untuk pemulihan Covid-19 selama menjalani perawatan di rumah. Beberapa di antaranya banyaklah beristirahat meski tidak melulu harus berbaring di tempat tidur. Seseorang juga harus terhidrasi dengan baik.

Baca Juga: Kok Tesla Lebih Pilih India Ketimbang Indonesia?

“Untuk mengurangi demam dan meredakan nyeri dan sakit, bisa menggunakan acetaminophen. Pastikan dengan mengikuti petunjuk penggunaan,” tulis redaksi Harvard Medical School seperti dikutip dari health.harvard.edu, Kamis (4/3/2021).

Hoaks mengenai menghirup uap juga pernah ditemukan sebelumnya. Salah satunya adalah hoaks terapi menghirup uap minyak kayu putih yang diyakini bisa membunuh virus corona. Selain itu, ada juga hoaks menghirup uap panas bisa membunuh virus corona.

Klaim-klaim di atas hingga kini belum ada bukti ilmiah yang mendukungnya. Dengan demikian, klaim ini adalah keliru dan termasuk hoaks dengan kategori misleading content.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terkait

Berita Terkini

Benarkah Ruqyah Bisa Obati Covid-19? Cek Faktanya

Sebuah unggahan menyebutkan ruqyah(rukiah) bisa menjadi obat Covid-19 yang disebabkan virus Corona SARS-Cov2. Benarkah demikian?

Cek Fakta: Tabung Elpiji 12 kg Biru Diganti BrightGas Gratis

Baru-baru ini grup aplikasi perpesanan WhatsApp sedang ramai dengan beredarnya informasi tentang tabung elpiji biru ukuran 12 kilogram yang dapat ditukar menjadi tabung BrightGas secara gratis.

Cek Fakta: Hoaks Covid-19 Tak Masuk Akal

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook mengenai virus Corona yang dinilai tak masuk akal. Klaim itu berangkat dari kebijakan-kebijakan penanganan Covid-19 di Indonesia yang dirasa berubah-ubah dan sesuai nalar.

Cek Fakta: Makan Kumbang Bisa Bikin Kebal Covid-19?

Solopos.com, SOLO Sebuah pesan beredar di Facebook perihal mengonsumsi rampal atau sejenis kumbang diklaim bisa mencegah virus Corona Covid-19.

Viral Kabar Satpol PP Karanganyar Bubarkan Hajatan di Karangpandan, Begini Faktanya

Solopos.com, KARANGANYAR -- Satpol PP Karanganyar menegaskan tidak membubarkan penyelenggaraan hajatan warga Ngemplak, Karangpandan, Kamis (8/10/2020). Klarifikasi itu disampaikan menyusul adanya postingan</em> warga di media sosial yang mengeluhkan adanya pembubaran hajatan oleh polisi dan Satpol PP Karanganyar.

Cek Fakta: Hoax Mantan Menkes Anjurkan Jemur Uang Buat hindari Covid-19

Solopos.com, SOLO -- Baru-baru ini di grup-grup Whatsapp beredar pesan berantai mencatut nama mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek. Dalam pesan itu, Nila disebut menganjurkan warga tidak memegang uang kembalian dan menjemurnya untuk membunuh virus corona.

Cek Fakta: Memeriksa Klaim Yahya Waloni Soal Tudingan Bisnis Corona

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video berisi potongan ceramah seorang mualaf Yahya Waloni beredar di Facebook. Video itu berisi sejumlah klaim sesat mengenai Covid-19 mulai dari masker hingga keberadaan penyintas.

Cek Fakta: Gibran Ingin Bebaskan Palestina dari Israel?

Solopos.com, SOLO -- Akun Facebook AnNde AnNde Lumut pada 9 September 2020 mengunggah pertanyaan soal kemungkinan Gibran Rakabuming Raka membebaskan Palestina dari Israel. Kabar ini ditulis di grup Facebook Kancah Politik dan ramai dibagikan di sejumlah akun Instagram.

Hoaks Tes Covid-19 dengan Menahan Napas, Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Sebuah video pendek berdurasi 45 detik beredar di grup-grup Whatsapp. Video berisi sebuah animasi bergambar paru-paru disebut-sebut bisa dipakai sebagai tips melakukan tes Covid-19.

Cek Fakta: Foto Jurnalis Solopos.com Dicatut Jadi Janda Dory Harsa

Solopos.com, SOLO -- Channel Youtube Big Video mengunggah konten yang menerangkan soal sosok mantan istri penyanyi Dory Harsa. Akun ini mengkompilasi sejumlah video dan foto yang beberapa diantaranya justru bukan sosok mantan istri Dory Harsa.

Cek Fakta: Lemon Bisa Bunuh Virus Corona? Ini Faktanya

Solopos.com, SOLO -- Grup-grup whatsapp kembali diriuhkan oleh sebuah gambar berisi informasi mengenai kit medis hingga cara mengatasi Covid-19. Tidak jelas siapa pembuat gambar itu.

Cek Fakta: Hoaks Utas Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland

Solopos.com, SOLO -- Sebuah pesan beredar di grup-grup Whatsapp mengutip pernyataan Kepala Klinik Penyakit Menular Universitas Maryland. Pesan itu berisi poin-poin atau intisari sebuah artikel online.

Cek Fakta: Rocky Gerung Mualaf dan Mendadak Jadi Ustaz?

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar foto akademisi Rocky Gerung berada di atas mimbar dengan penampilan menggunakan peci dan mengalungkan sarung. Foto tersebut beredar dengan narasi Rocky Gerung telah memeluk Islam atau mualaf dan mendadak menjadi seorang ustaz.

Cek Fakta: Surat Panggilan Calon Karyawan Pertamina DIY & Solo Hoax

Solopos.com, SOLO – Surat panggilan yang mengatasnamakan PT Pertamina (Persero) Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta beredar ke sejumlah alamat email dan Whatsapp. Surat yang diberi nomor 816/SDM-31704/2020 itu berisi enam lampiran yang tertulis untuk kepentingan panggilan tes seleksi “rekrutmen” karyawan PT Pertamina (Persero).

Cek Fakta: Covid-19 Sengaja Disebar untuk Bisnis Vaksin?

Solopos.com, SOLO -- Klaim berbahaya beredar di Instagram lewat akun @ayoe2146. Akun ini menyebut virus corona Covid-19 atau SARS-Cov2 sengaja disebarkan lewat tenaga medis untuk melancarkan praktik bisnis vaksin.

Cek Fakta: Hati-Hati! Link Pendaftaran Kartu Indonesia Pintar Hoax

Solopos.com, JAKARTA -- Beredar informasi siswa sekolah bisa mendaftar Kartu Indonesia Pintar (KIP) lewat daring. Informasi ini juga menyertakan tautan yang mengarah pada situs tertentu.