Uang Kripto dan NFT Anjlok, Ini Saran Analis untuk Investor

Sepekan terakhir uang kripto ternama seperti Bitcoin dan Etherum turun tajam. Hal ini dinilai karena adanya gerakan menjual uang kripto di seluruh dunia akibat tekanan ekonomi dan kekhawatiran atas inflasi.

 Ilustrasi mesin Bitcoin. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi mesin Bitcoin. (Freepik.com)

Solopos.com, JAKARTA — Sepekan terakhir uang kripto ternama seperti Bitcoin dan Etherum turun tajam. Hal ini dinilai karena adanya gerakan menjual uang kripto di seluruh dunia akibat tekanan ekonomi dan kekhawatiran atas inflasi.

Analis dan praktisi hukum di Frans & Setiawan Law Office, Hendra Setiawan Boen mengatakan bahwa perang antara Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan terganggunya pergerakan ekonomi di Eropa dan kenaikan faktor suku bunga pinjaman mengakibatkan inflasi yang cukup tinggi dan akan terus naik.

Promosi”Filipinaisasi” Indonesia

Oleh karena itu, para investor cenderung menjual aset yang berisiko, misalnya tidak memiliki fundamental atau underlying yang pasti, dalam hal ini mata uang kripto, kata Hendra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (14/5/2022) seperti dilansir Antaranews.

Dalam sepekan terakhir, Bitcoin dan Etherum mengalami tren penurunan lebih dari 20 persen. Namun, ada juga uang kripto Terra Luna yang turun hingga 90 persen.

Baca Juga: Harga Kripto Terjun Bebas, Investor di Ambang Bangkrut?

“Selama perang antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung kemungkinan kripto akan terus turun karena kinerja stablecoin Terra USD juga terus memburuk. Selain itu, pasar kripto juga menunjukkan arah bubble karena memang overvalue. Koreksi terhadap harga akan terjadi cepat atau lambat,” kata Hendra.

Hendra melanjutkan, walaupun sudah bubble, dia melihat gelembung harga kripto belum akan pecah.

“Melihat tren kenaikan dan penurunan selama ini, kripto memang cenderung turun tajam, dan kemudian naik tinggi. Tidak ada ukuran jelas untuk memprediksi nilai aktual aset tanpa fundamental adalah salah satu alasan kripto termasuk produk berisiko dan berbahaya untuk investasi,” ujarnya.

Selain itu, Hendra juga menyoroti penurunan penjualan NFT (non-fungible token) sejak September 2021 hingga mencapai 92 persen, seperti yang terjadi atas nilai NFT berupa twit pertama pendiri Twitter, Jack Dorsey, dari nilai pembelian 2,9 juta dolar AS dan pada April lalu dinilai hanya 280 dolar AS.

Baca Juga: Indra Kenz dan Adik Simpan Uang Kejahatan ke Kripto Senilai Rp35 Miliar 

“Dari awal saya sudah melihat NFT itu tidak wajar. Pada dasarnya, NFT hanya membeli data digital, padahal data digital mudah disalin siapa pun secara gratis. Kalau begitu, apa gunanya membeli NFT dengan harga mahal? Yang namanya membeli barang harus disertai kepemilikan secara eksklusif. Kalau kita sudah membeli, tapi orang lain dapat memiliki barang yang persis sama secara cuma-cuma,” jelas Hendra.

Hendra memberikan saran kepada calon investor untuk selalu menekankan produk investasi dengan nilai fundamental atau underlying.

“Calon investor harus rajin mempelajari fundamental produk. Jangan cepat terbuai dengan bujuk rayu marketing. Bagaimanapun mereka punya kepentingan berupa komisi, tapi mereka tidak akan bertanggung jawab, kalau ada apa-apa dengan produk tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Transaksi Kripto Dikenakan Pajak, Ini Alasannya

Produk yang dijual mengandalkan influencers atau selebritas juga perlu diwaspadai, apalagi kalau sekadar memamerkan aset pribadi seolah-olah hasil investasi di produk tersebut.

Menurut dia, bukan saja karena beberapa influencers produk investasi yang saat ini berhadapan dengan hukum, tapi sebenarnya dari awal semua calon investor perlu mempertanyakan kapasitas dan kapabilitas dari para selebritis itu soal investasi.

“Intinya, jadilah investor yang cerdas dan tidak latah atau FOMO [fear of missing out] atau takut ketinggalan,” ujar Hendra.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

BEI Peringatkan Saham Sritex (SRIL) Berpotensi Delisting, Kok Bisa?

saham SRIL telah mengalami suspensi selama satu tahun sehingga menurut BEI berpotensi delisting.

Beli Furnitur IKEA Kini Dapat Asuransi, Cek Syaratnya

IKEA bekerja sama dengan PT PasarPolis Insurance Broker dan PT Asuransi Astra Buana dalam memberikan asuransi pada sejumlah furniture yang dijualnya.

Apresiasi 1,5 Juta Nakes, KPC PEN Salurkan Insentif Rp8,83 Triliun

Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) telah menyalurkan insentif untuk 1,5 juta nakes dengan total senilai Rp8,83 triliun.

Bank Indonesia Prediksi Penyaluran Kredit Kuartal II/2022 Tumbuh

Saldo Bersih Tertimbang (SBT) perkiraan penyaluran kredit baru triwulan II/2022 hasil survei periode April 2022 sebesar 79,0% dan membuat Bank Indonesia memproyeksi penyaluran kredit bank lebih tinggi dibandingkan kuartal I/2022.

Dorong Transformasi, Dirut BRI Sunarso Jadi Business Person of the Year

Pada acara Fortune Indonesia Summit 2022 tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso dinobatkan sebagai Business Person of the Year.

Bayar Tol Tak Lagi Pakai E-Toll dan Diganti MLFF, Ini Jawaban BPJT

Penerapan layanan nirsentuh pembayaran tol bukan hanya wacana, tetapi segera direalisasikan pada akhir 2022.

Favehotel Solo Raih Travellers' Choice Awards 2022 dari Tripadvisor

Favehotel Solo (Manahan Solo dan Solo Baru) berhasil meraih penghargaan Travelers’ Choice Awards 2022 dari TripAdvisor sebuah platform perjalanan terbesar di dunia pada Jumat (13/5/2022).

Begini Harapan CT pada PT Alo Bank Tbk. (BBHI) Dapat Cuan Tahun Ini

Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengatakan perbankan selama ini tumbuh dari pinjaman yang disalurkan dan pendapatan di luar bisnis perbankan (fee based income). Pada tahap awal, Allo Bank belum akan fokus pada fee based income.

Pemerintah Yakin Defisit APBN 2022 4,3 Persen, Turun dari Asumsi Awal

Pemerintah meyakini defisit APBN 2022 mencapai 4,3% turun dibandingkan asumsi awal 4,85%

Siap-Siap, Harga 4 Komoditas Pangan Terpantau Naik Sejak Sepekan

Empat komoditas pangan mengalami kenaikan harga sejak sepekan terakhir

Sempat Melemah, IHSG Sesi I Kamis (19/5/2022) Menguat, Ini Pendorongnya

Saham GOTO dan ARTO menjadi salah satu pendorong menguatnya IHSG pada perdagangan sesi I Kamis (19/5/2022).

Kemenaker Sebut Dunkin Donuts akan Jual Aset untuk Bayar THR

Kemenaker menyebut dari hasil mitigasi pihak PT Dunkindo Lestari (Dunkin Donuts) akan menjual aset untuk membayar THR karyawan yang belum terbayarkan selama dua tahun.

Rupiah Diproyeksi Ditutup Melemah Kamis (19/5/2022), Begini Prediksinya

Kurs rupiah terhadap dolar AS diperkirakan melemah pada perdagangan Kamis (19/5/2022)

Imbas Bangun Tol, Erick Thohir: Beban Utang BUMN Karya Cukup Lebar

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tidak menampik adanya beban utang yang cukup lebar yang dicatat BUMN Karya hingga pertengahan tahun ini.

Mantap, Bank Indonesia Sebut Utang LN RI Turun, Ini Pemicunya

Bank Indonesia (BI) menyebut posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal I/2022 US$411,5 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada kuartal sebelumnya US$415,7 miliar.