Tutup Iklan
Kondisi sebagian koin kuno yang ditemukan di lokasi penambangan galian C Dukuh Sidomuluk, Desa Tlogowatu, Kemalang, Klaten, masih utuh dengan ciri bagian tengah berlubang. (Istimewa)

Solopos.com, KLATEN -- Uang koin kuno ditemukan di lokasi penambangan galian C Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, -bukit-jabalkat-hanya-berjarak-100-meter-dari-rumah-warga" title="Kebakaran Bukit Jabalkat Hanya Berjarak 100 Meter dari Rumah Warga">Klaten. Koin-koin kuno itu ditemukan di kedalaman sekitar 1,5 meter di bawah permukaan pasir.

Koin-koin tersebut ditemukan pada Selasa (3/9/2019) sekitar pukul 16.00 WIB. Koin yang ditemukan berbentuk kepingan dengan lubang di bagian tengah dan terikat tali ijuk. Sebagian koin sudah lapuk. Diperkirakan berat total koin itu sekitar 7 kg.

Salah satu pekerja tambang, Marjono, mengatakan koin ditemukan ketika ekskavator mengeruk material tambang berupa pasir dan batu di lokasi penambangan di Dukuh Sidomuluk.

Penemuan koin baru kali pertama terjadi di lokasi tersebut. “Lokasi penambangan itu di lahan warga,” kata Marjono saat dihubungi Solopos.com, Kamis (5/9/2019).

Marjono menjelaskan sebagian koin yang ditemukan sudah lapuk. Sebagian koin yang utuh dibawa warga. “Saya sendiri bawa yang utuh sekitar tiga,” urai dia.

Salah satu warga, Marsudi Kombang, mengatakan sebelumnya pekerja berniat menyingkap tanah menggunakan ekskavator untuk mendapatkan pasir. Namun, penyingkapan itu terhalang batu berukuran cukup besar.

“Batunya itu dicongkel menggunakan ekskavator tidak bisa. Sampai menggunakan dua alat berat tetap tidak bisa. Justru dari penjelasan pekerja di sana itu sampai terlihat percikan api,” kata dia.

Lantaran belum membuahkan hasil, upaya menyingkirkan batu dihentikan. Selang beberapa hari, para pekerja kembali berusaha menyingkirkan batu yang sama.

“Sempat digelar ritual sebentar sebelum menyingkirkan batu dan akhirnya batu berhasil disingkirkan. Setelah itu baru ditemukan koin,” kata dia.

Marsudi tak tahu pasti asal koin itu. Selama ini belum pernah ada cerita soal orang asing yang pernah tinggal di kawasan lereng Gunung Merapi itu. Hanya, di sekitar wilayah lereng Merapi terdapat bangunan peninggalan masa penjajahan seperti goa Jepang.

“Di kampung kami juga ada sisa tembok seperti bagian bangunan loji. Jarak sisa bangunan itu dengan lokasi penemuan koin cukup jauh, sekitar 500 meter,” urai dia.

Lebih lanjut, Marsudi menjelaskan koin-koin yang ditemukan kini disimpan warga. Sebagian koin disimpan di rumah pemilik izin lokasi penambangan bernama Dirjo.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten