Uang Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Capai Triliunan

Pelaksana proyek Tol Jogja-Bawen telah menyiapkan uang mencapai triliunan rupiah untuk membayar ganti rugi lahan warga yang terdampak.

 Ilustrasi kendaraan melintas di tol. (Antara)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kendaraan melintas di tol. (Antara)

Solopos.com, MAGELANG — Uang ganti rugi bagi warga terdampak proyek Tol Jogja-Bawen telah disiapkan. Jumlahnya pun sangat fantastis, mencapai triliunan rupiah.

Proses pembebasan lahan rencananya dilakukan mulai tahun ini. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Jogja-Bawen, Moh Fajri Nukman, mengatakan estimasi total anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan mencapai triliunan rupiah.

PromosiDijual Rp1,5 Miliar/Kg, Gaharu Sudah Jadi Upeti Sejak Era Sriwijaya

“Secara kesiapan alokasi dana pembebasan lahan, itu sudah siap di tahun ini. Jadi kami pastikan bahwa di tahun ini sudah bisa dilaksanakan pembayaran uang ganti kerugian,” kata Fajri, di sela-sela Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen di Provinsi Jawa Tengah, di Balai Desa Tampir Kulon Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang, Rabu (19/1/2022), sebagaimana dikutip dari Jatengprov.go.id, Kamis (20/1/2022).

Baca juga: Catat! Ini Komponen Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen

Meski demikian, jumlah itu masih akan menyesuaikan dengan nilai appraisal riil di lapangan. Fajri menjelaskan, cara pemberian uang ganti kerugian yaitu dari tahap pembebasan lahan, nantinya akan ada kegiatan identifikasi dan inventarisasi terlebih dulu Setelah itu, akan dilakukan penilaian tim appraisal.

“Setelah itu akan dilakukan pemberkasan untuk pembayaran dan dilakukan pembayaran,” jelasnya.

Pembayaran uang ganti rugi Tol Jogja-Bawen itu nantinya akan diatur antara pelaksana proyek dengan bank BUMN. Uang tersebut diberikan dalam bentuk saldo di tabungan dengan nilai yang tertera dari hasil penilian appraisal.

Baca juga: Tenang! Tol Jogja-Bawen Tak Bikin Kampung Terisolasi

“Kami memastikan bahwa tidak akan ada potongan sama sekali untuk kegiatan ini. Baik itu pajak maupun administratif perbankan. Jadi nilai itu akan sepenuhnya diterima oleh masyarakat dalam bentuk buku tabungan,” imbuh Fajri.

Masyarakat yang hendak mengambil uang ganti rugi itu harus menyiapkan bukti pendukung. Mulai dari KTP, KK, sertifikat akta jual beli tanah, dan data pendukung lainnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

+ PLUS 5 Abad Perjalanan Panjang Inggris Legalkan LGBT Melalui Reformasi Hukum

UU Buggery yang disahkan parlemen Inggris pada masa pemerintahan Henry III pada 1533 menyatakan homoseksual merupakan perbuatan ilegal. Lima abad kemudian, tepat pada 17 Juli 2013, Inggris melegalkan pernikahan sesama jenis melalui reformasi undang-undang.

Berita Terkini

Pedasnya Nagih, Warung Makan Mangut Beong Magelang Ini Paling Legend

Kuliner khas Magelang yaitu mangut beong menawarkan sensasi pedas dalam masakannya. Bahkan, rasa pedas dari kuliner ini benar-benar bikin nagih.

Museum Lawang Sewu Tetap Minta Pengunjung Kenakan Masker

PT KAI Wisata selaku pengelola Museum Lawang Sewu di Semarang dan Museum Kereta Api Ambarawa belum menerapkan pelonggaran aturan penggunaan masker.

Cabuli Santri 9 Kali, Ustaz Ponpes Magelang Terancam 15 Tahun Penjara

Seorang ustaz sekaligus pengasuh ponpes di Kabupaten Magelang melakukan pencabulan kepada santrinya sebanyak 9 kali.

Tak Hanya Jateng, Semarang Juga Termasuk Kota Terpanas di Indonesia

Bukan hanya di Jawa Tengah saja, Kota Semarang juga termasuk kota terpanas di Indonesia dengan suhu 35 derajat Celcius.

Langka di China, Akar Tunjuk Langit asal Jawa Tengah Diekspor ke Taiwan

Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang melepas 575 kilogram akar tunjuk langit asal Jawa Tengah untuk diekspor ke Taiwan, Jumat (13/5/2022), yang tergolong spesies langka hampir punah di China karena terlalu banyak yang menggunakan untuk pengobatan tradisional.

Bukan Hewan, Kethek Jadi Nama Makanan Unik Khas Kebumen

Kethek adalah nama salah satu makanan unik di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang dibuat dari ampas minyak kelapa.

Tesla Bakal Bangun Pabrik di Batang, Ini Kata Pemprov Jateng

Produsen mobil listrik Tesla dikabarkan akan segera membangun pabrik di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng).

Berdalih Sewa, Tetangga Bawa Kabur Mobil Warga Grobogan

Pelaku yang merupakan tetangga dusun di Desa Tuko berdalih sewa hanya satu hari sebelum akhirnya membawa kabur milik korban.

Kenapa Semarang Panas?

Tahukah Anda kenapa suhu udara di Kota Semarang, Jawa Tengah, lebih panas?

Mangut Beong, Kuliner Wajib Magelang

Mangut beong adalah sajian kuliner khas Magelang dari ikan langka di Sungai Progo.

Pangeran Benowo, Putra Jaka Tingkir Pendiri Desa Pekuncen Kendal

Pangeran Benowo yang juga bergelar Syekh Abdul  Halim adalah putra dari Sultan Hadiwijaya, penguasa Kesultanan Demak yang juga dikenal dengan sebutan Jaka Tingkir.

Semarang, Kota Terpanas di Jawa Tengah

Semarang adalah kota terpanas di Provinsi Jawa Tengah.

Kronologi Ustaz di Magelang Cabuli Santri: Minta Kopi, Lalu Merayu

Inilah kronologi pengasuh ponpes di Magelang, Jawa Tengah, melakukan pencabulan terhadap santrinya sebanyak sembilan kali.

Bupati Banjarnegara Kepala Daerah Termiskin di Jateng, Segini Hartanya

Syamsudin, Plh Bupati Banjarnegara mendapatkan predikat kepala daerah termiskin di Jawa Tengah (Jateng) berdasar LHKPN KPK.

Bikin Sedih, Menunggu Teman Isi BBM, Gadis di Grobogan Tertabrak Truk

Korban bernama Rizzka Choirotun Faizah sedang menunggu temannya mengisi bensin di SPBU Kaliceret, tiba-tiba truk menabrak dari belakang.