Kategori: Bisnis

Uang Beredar saat Lebaran 2021 Melebihi 2020, Ternyata Ini Penyebabnya


Solopos.com/Bisnis/Nyoman Ary Wahyudi

Solopos.com, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar selama periode Lebaran tahun ini meningkat hingga 41,5 persen.

Secara nasional uang beredar menyentuh di angka Rp154,5 triliun atau meningkat 41,5 persen dibandingkan periode Lebaran 2020. Pada Lebaran tahun sebelumnya uang beredar hanya senilai Rp109,2 triliun.

Kepala Divisi Relasi Media dan Opinion Maker Departemen Komunikasi BI Irfan Farulian menerangkan peningkatan perputaran uang itu mencerminkan dua hal.

Baca juga: Chelsea Gagal Raih Piala FA, Thomas Tuchel Merasa Kurang Beruntung

Pertama, asumsi pertumbuhan ekonomi dan kedua mobilitas masyarakat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hingga kuartal kedua tahun 2021.

Program bantuan sosial yang bergulir jelang Lebaran juga mengerek jumlah uang beredar.

“Selain itu, bertambahnya permintaan uang kartal pada periode Lebaran tahun ini juga disebabkan adanya program bantuan sosial tunai pemerintah yang dibayarkan bertepatan dengan periode lebaran,” kata Irfan melalui pesan tertulis kepada Bisnis.com, Minggu (16/5/2021).

Baca juga: Geger Perahu Terbalik, Ada Mitos Buto di Waduk Kedung Ombo yang Kerap Minta Tumbal

Peningkatan Penarikan Uang di Bank

Sementara itu, realisasi penarikan uang kartal perbankan di wilayah Jabodetabek hingga tanggal 11 Mei 2021 atau hari operasional terakhir sebelum Lebaran mencapai Rp34,8 triliun.

Jumlah ini naik sekitar 61 persen dibandingkan dengan penarikan uang kartal pada periode Lebaran tahun lalu yang hanya Rp21,7 triliun. Peningkatan penarikan uang tersebut diperkirakan juga dipicu adanya pelarangan mudik.

“Pelarangan mudik Lebaran 2021 kali ini yang berada dalam masa PPKM Mikro juga dapat diperhitungkan sebagai faktor penambah permintaan uang kartal pada periode lebaran tahun ini,” kata dia.

Baca juga: Pantau Objek Wisata Air di Klaten, Polisi Pun Taati Protokol Kesehatan

Sejalan dengan peningkatan uang beredar saat Lebaran, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis bahwa tren pertumbuhan ekonomi menuju ke arah positif.

Untuk kuartal II/2021, Airlangga memperkirakan perekonomian Indonesia bisa tumbuh positif hingga 7 persen. Sebelumnya, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I/2021 sebesar 0,74 persen.

Tren ke arah positif, menurut Airlangga, ditandai sejumlah indikator seperti Purchasing Manager’s Index (PMI) sebesar 54,6, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di zona optimistis yatu 101,5, dan kinerja ekspor dan impor yang sudah membaik. Lalu, belanja pemerintah tumbuh positif, serta beberapa sektor yang tumbuh positif seperti informasi dan komunikasi, jasa kesehatan, pertanian, properti dan industri.

Share
Dipublikasikan oleh
Tika Sekar Arum