Ilustrasi Twitter. (Reuters)

Solopos.com, JAKARTA - Twitter telah menghapus 50 persen tweet yang berisi konten kasar secara otomatis. Konten kasar dalam hal ini yakni postingan yang mengandung pelecehan, intimidasi dan membungkam suara orang lain.

“Kami juga terus membuat kemajuan dalam kesehatan, meningkatkan kemampuan kami untuk secara proaktif mengidentifikasi dan menghapus konten yang kasar, dengan lebih dari 50% Tweet dihapus untuk konten yang kasar di Q3 dihapus tanpa laporan pengamat atau laporan pengguna," kata CEO Twitter, Jack Dorsey seperti dilansir Digital Trends, Sabtu (26/10/2019).

Sebelumnya, Venture Beat mencatat bahwa Twitter telah menghapus 38 persen konten kasar pada kuartal pertama 2019. Kemudian, pada kuartal kedua berhasil menghapus 43 persen.

Twitter memang tampaknya tengah melakukan bersih-bersih pada aplikasinya. Pada 2017, Twitter telah melarang dan menghapus akun yang berafiliasi dengan organisasi yang mempromosikan kekerasan.

Pada September 2018, Twitter meminta masukan kepada pengguna tentang kebijakan perilaku kebencian. Menurut blog resmi Twitter, perusahaan menerima 8.000 tanggapan.

Beberapa masukan meminta bahasa yang lebih jelas tentang contoh-contoh pelanggaran, mempersempit apa yang dianggap sebagai kelompok kebencian, dan memiliki penegakan yang lebih konsisten untuk pidato kebencian di akhir Twitter.

Pada Juli, Twitter memperbarui aturannya terhadap konten yang mengandung kebencian untuk memasukkan tweet apa pun yang tidak manusiawi berdasarkan agama. Twitter sudah menghapus tweet dengan ancaman berdasarkan ras, etnis, afiliasi agama, dan banyak lagi, tetapi pembaruan Juli menetapkan standar yang lebih tepat untuk konten kebencian berdasarkan agama.

Sumber: Okezone


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten