Tutupi Kayu Curian dengan Sekam Untuk Kelabui Polisi, Pembalak Liar di Ponorogo Akhirnya Terciduk Juga
Petugas menyita dua belas kayu sonokeling yang telah dicuri dari hutan Ponorogo, Minggu (7/2/2021). (Istimewa)

Solopos.com, PONOROGO -- Petugas dari Unit Reskrim Polsek Badegan, Ponorogo, berhasil menggagalkan pencurian kayu sonokeling.Para Pelaku mencoba sempat mengelabui petugas. Mereka menutupi kayu curian dengan karung berisi sekam dan rumput. Satu orang ditangkap, satu lainnya kabur.

Kapolsek Badegan, Iptu Agus Wibowo, mengatakan pelaku pembalakan liar itu ditangkap pada Minggu (7/2/2021). Lokasinya di jalan Desa Karangan, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo.

Sebanyak dua belas batang kayu sonokeling berbagai ukuran diangkut mobil Daihatsu Gran Max pikap berpelat nomor AE 8926 GA. Pelaku menutup dua belas batang kayu sonokeling tersebut dengan 21 karung berisi sekam dan rumput kering. Setelah itu ditutup dengan terpal warna biru.

Baca juga: Sudah Diresmikan, Pasar Legi Ponorogo Belum Boleh Ditempati, Lho?

“Pelaku ini sangat lihai dalam menjalankan aksinya. Jadi, seolah-olah pelaku mengangkut gabah. Tetapi, karena kejelian petugas, aksi tersebut pun akhirnya bisa digagalkan,” kata dia, Rabu (10/2/2021).

Agus menuturkan kejadian ini bermula saat adanya informasi bahwa di hutan milik Perhutani, RPH Watubonang, BKPH Ponorogo Barat, sering terjadi pencurian kayu sonokeling. Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga memperoleh informasi akurat yang berujung pada penagkapan pelaku.

Saat mencoba menghentikan kendaraan pengangkut kayu ilegal itu, lanjut Agus, sopir melarikan diri ke sawah. Petugas hanya berhasil menangkap satu tersangka bernama Sugeng Prasetyo, 27, warga Mejayan, Kabupaten Madiun.

Kejadian Langka, Masjid Di Pacitan Ini Terseret Arus Sungai Sampai Ke Laut

“Kerugian sekitar Rp4,2 juta. Tersangka akan dikenai Pasal 83 ayat (1) UU No. 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan Jo Pasal 55 KUHP,” kata dia.



Berita Terkini Lainnya








Kolom