Turun Tajam, Pendapatan Objek Wisata WGM Wonogiri 2020 Cuma Segini
Penumpang tengah antre menaikki perahu wisata di Obyek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM) sebelum pandemi Covid-19. (istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI -- Pendapatan Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur atau WGM Kabupaten Wonogiri, mengalami penurunan sangat signifikan selama 2020. Objek wisata andalan Wonogiri itu hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp900 juta.

Penurunan pendapatan itu disebabkan karena adanya pandemi Covid-19. Selama 2020, obyek wisata hanya buka dari Januari-pertengahan Maret. Kemudian, sempat buka kembali pada saat simulasi pembukaan objek wisata di Wonogiri di masa pandemi, mulai 29 November hingga 23 Desember 2020.

Kepala UPT Objek Wisata, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Wonogiri, Pardiyanto, kepada Solopos.com, Minggu (17/1/2021), mengatakan pendapatan objek wisata WGM pada 2020 jauh berkurang dibandingakan pada 2019.

Artis Farida Pasha Pemeran Mak Lampir Meninggal Kena Covid-19

Pada 2020, kata dia, pendapatan WGM hanya Rp900 juta. Sedangkan pada 2019 lalu, pendapatan bisa mencapai Rp5 miliar, dengan jumlah pengunjung dalam tahun itu hampir mencapai 400.000 orang.

"Sejak awal pendemi Covid-19, sekitar pertengahan Maret seluruh objek wisata di Wonogiri tutup untuk mengantisipasi persebaran Covid-19. Kemudian sempat buka pada akhir November dan ditutup kembali menelang libur Natal dan tahun baru hingga saat ini," kata dia saat dihubungi.

Pardiyanto menambahkan, selama ditutup perahu yang biasanya untuk mengangkut wisatawan dan seluruh wahana permainan tidak dioperasikan. "Perahu untuk wisatawan beda dengan perahu nelayan. Jadi tidak dimanfaatkan untuk mencari ikan. Sehingga saat ditutup tidak dioperasikan," ungkap dia.

Menurut dia, para pedagang di area objek wisata, petugas atau operator wahana permainan serta perahu wisata beralih profesi. Sebagian dari mereka bekerja sebagai nelayan, petani dan pekerjaan lain yang bisa menunjung kebutuhannya.

Di sisi lain, meski objek wisata WGM ditutup dan pendapatan menurun, perawatan satwa di Taman Satwa wisata WGM tidak mengalami kendala atau permasalahan. "Biaya perawatan satwa sudah dianggarkan Pemkab melalui APBD Kabupaten Wonogiri. Anggarannya sekitar Rp200 juta setiap tahun," kata Pardiyanto.

Kesehatan Masyarakat

Belum lama ini, Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan masih ditutupnya objek wisata menunjukkan bahwa Pemkab Wonogiri lebih mementingkan kesehatan masyarakat. Berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa diatasi dengan kebijakan lain. Di antaranya melakukan refocusing, efisiensi anggaran dan meminimalkan kegiatan pemerintahan.

"Kesehatan masyarakat merupakan prioritas utama. Kami lebih mementingkan keselamatan masyarakat. Karena kondisi di Wonogiri masih mengkhawatirkan. Dibukanya objek wisata bisa menimbulkan kerumunan dan berpotensi terjadi klaster," kata dia belum lama ini.

15 Dokumen Kematian Korban Sriwijaya Air SJ-182 Telah Terbit

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, objek wisata di Wonogiri ditutup sejak awal pandemi, tepatnya pertengahan Maret 2020. Kemudian dibuka kembali pada 29 November hingga 23 Desember 2020. Penutupan kembali dilakukan karena saat itu menjelang libur Nataru. Penutupan dilakukan mulai 24 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Karena kasus persebaran Covid-29 di Wonogiri masih tinggi dan masuk zona merah, penutupan objek wisata diperpanjang hingga 17 Januari 2021. Kemudian, adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali, penutupan objek wisata diperpanjang hingga 25 Januari 2021.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom