Turun, Pisang & Pepaya Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Kota Madiun Pada Maret
Kantor BPS Kota Madiun, Jl. Mayjen DI Panjaitan No. 11 Kota Madiun, Senin (4/11/2019). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN -- Angka inflasi di Kota Madiun pada Maret 2020 justru turun di tengah pandemi corona. Angka inflasi turun sebesar 0,19% dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 103,39. Pada Februari, angka inflasi di Kota Madiun mencapai 0,35%.

Uniknya, komoditas penyumbang utama inflasi pada Maret justru bukan gula pasir yang harganya naik mencapai Rp18.000/kg. Tetapi justru kelompok buah-buahan seperti pisang, pepaya, jeruk, dan jus buah siap saji.

Kepala BPS Kota Madiun, Umar Sjaifudin, mengatakan angka inflasi di Kota Madiun pada  Maret ini merupakan terkecil dalam tiga bulan terakhir. Tetapi, kalau dibandingkan angka inflasi pada bulan yang sama tahun 2019, angka inflasi ini justru meningkat dari sebelumnya 0,14%.

Gubernur Jatim Minta Kepala Daerah Bebaskan Biaya Sewa Rusunawa

"Kota Madiun sendiri menempati urutan ketiga inflasi di Jawa Timur setelah Jember dan Banyuwangi. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Surabaya sebesar 0,01%," kata dia, Jumat (3/4/2020).

Umar menuturkan untuk komoditas utama penyumbang inflasi paling tinggi yaitu pisang, pepaya, jeruk, jus buah siap saji, dan beras. Sedangkan gula pasir berada di urutan keenam dari komoditas utama penyumbang inflasi dengan kenaikan harga 7,78%.

Sedangkan untuk komoditas utama penekan angka inflasi selama Maret 2020 di Kota Madiun yaitu cabai rawit. Selain itu daging ayam ras, cabai merah, bawang putih, dan daging sapi.

Sempat Ditutup, Aset Milik Pemkot Madiun Ini Kembali Disewa

"Secara umum, Provinsi Jawa Timur mengalami deflasi sebesar 0,01% dan nasional mengalami inflasi sebesar 0,10%," jelas dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho