Tuntutan KSPI di Hari Buruh: Ada Seruan Kawal Form C1
Buruh beristirahat di proyek Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, Provinsi Riau, Selasa (30/4/2019). (Antara-FB Anggoro)

Solopos.com, JAKARTA -- Sebanyak 2.500 anggota Garda Metal dikerahkan untuk mengawal peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Lapangan Tenis Dalam Ruang, Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019).

Menurut Koordinator Peringatan Hari Buruh Sedunia KSPI, Bari Silitonga, anggota Garda Metal ini bertugas menjaga keamanan dan ketertiban serta mengawal para tamu atau massa yang hadir dalam peringatan Hari Buruh Sedunia itu.

"Mereka dibagi tugas, ada yang mengawal datangnya massa mulai dari arah Kantor Pusat TVRI masuk ke Senayan, mengawal tamu VVIP dan menjaga panggung," kata Silitonga.

Total ada enam pintu masuk di bagian bawah dan enam pintu di bagian atas sebagai akses masuk para buruh yang akan dikawal anggota Garda Metal.

Anggota Garda Metal juga ditugaskan mengarahkan massa yang datang menggunakan bus dan moda transportasi lainnya agar tertib masuk ke lokasi acara. "Kami ingin kegiatan ini berjalan lancar, aman dan tertib," kata dia.

Anggota Garda Metal berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Bekasi, Bogor, dan Tanggerang, Banten. Mereka sudah tiba di Lapangan Tenis Dalam Ruang, Senayan, sejak Rabu dini hari.

Sementara itu, suasana di Lapangan Tenis Dalam Ruang, Senayan, mulai dipadati para buruh yang berdatangan ke lokasi acara. Para buruh diarahkan memasuki memasuki pintu masuk Lapangan Tenis Dalam Ruang, Senayan, secara tertib.

Di bagian luar Lapangan Tenis Dalam Ruang, Senayan, disiapkan layar besar untuk menayangkan kegiatan yang ada di dalam gedung. Monitor ini disediakan bagi buruh yang tidak bisa masuk ke dalam gedung karena kapasitas terbatas sehingga dapat menyaksikan dan mengikuti acara dari luar.

Peringatan Hari Buruh tahun ini mengangkat tema besar, yakni Kesejahteraan Buruh dan Demokrasi yang Adil dan Damai.

Terdapat enam isu turunan Hari Buruh 2019 yang diserukan dalam aksi kali ini, yakni :
1. Tolak upah murah, cabut PP 78, naikkan KHL menjadi 84 item.
2. Stop perbudakan berkedok outsourching, pemagangan dan honorer.
3. Tingkatkan kualitas manfaat dan layanan BPJS kesehatan dan jaminan pensiun.
4. Turunkan tarif dasar listrik dan sembako,
5. Tingkatkan kesejahteraan guru, tenaga honorer dan pengemudi ojek online
6. Tegakkan demokrasi yang jujur dan damai. KSPI menyerukan seluruh buruh untuk mengawal form C1.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo bertemu para Presiden Buruh dan Ketua Serikat Pekerja di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat Jumat, 26 April 2019. Dalam pertemuan itu terjadi kesepakatan di antaranya melaksanakan Hari Buruh dengan kegiatan yang damai dan pemerintah bersama buruh akan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78/2015 tentang Pengupahan.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom