Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)

Tunjangan sertifikasi guru, Bank Daerah Karanganyar akan mengelola dana seertifikasi guru tingkat SD.

Solopos.com, KARANGANYAR--Pengelolaan dana sertifikasi guru tingkat sekolah dasar (SD) di Bumi Intanpari akan dialihkan dari Bank Jateng ke PD BPR Bank Daerah Karanganyar tahun 2016. Pemkab Karanganyar tengah mengurus izin pengalihan tersebut.

Penjelasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi, saat ditemui wartawab, Kamis (21/1/2016).

"Iya, mulai tahun ini. Sekarang sedang proses. Kemungkinan baru bisa mulai Maret. Sebab butuh izin menteri untuk itu. Yang akan dialihkan sertifikasi guru SD saja," kata dia.

Sekda menjelaskan pengalihan pengelolaan dana sertifikasi guru SD merupakan inisiasi Pemkab Karanganyar. Tujuannya untuk terus mengembangkan Bank Daerah yang merupakan BUMD.

Rencana pengalihan dana sertifikasi guru SD ke Bank Daerah diklaim mendapat persetujuan Bupati Karanganyar. Bank Daerah diharapkan mampu mengelola dana dengan baik.

Samsi menjelaskan nilai dana sertifikasi per guru SD di kisaran Rp4 juta hingga Rp6 juta. Sedangkan jumlah gurus SD di Karanganyar saat ini menurut dia lebih dari 2.000 orang.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Darwanto, mendukung pengalihan pengelolaan dana sertifikasi guru SD ke Bank Daerah. Menurut dia, performa Bank Daerah sangat mengesankan. Bahkan Bank Daerah Karanganyar merupakan BUMD paling sehat saat ini. Tidak sedikit BUMD dari berbagai belahan Tanah Air yang belajar langsung ke Bank Daerah Karanganyar.

"Saatnya kita memberikan kepercayaan kepada Bank Daerah sebagai salah satu bentuk reward atas kinerja selama ini. Apalagi Bank Daerah murni milik Pemkab Karanganyar," tutur dia.

Terpisah, Direktur PD BPR Bank Daerah, Heru Suprihati, menyatakan jajarannya siap menerima pengalihan pengelolaan dana sertifikasi guru SD di Karanganyar tahun 2016.

Dia mengaku sudah mengetahui rencana pengalihan pengelolaan dana sertifikasi guru SD. Pengalihan dana sertifikasi tersebut akan semakin memperkuat Bank Daerah di pasar.

"Kami masih menunggu prosesnya. Kami hanya minta yang SD. Dengan begitu, kami bisa menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Pak Bupati sudah menyetujui opsi ini," kata dia.

Jumlah nasabah Bank Daerah saat ini mencapai 22.000. Heru menargetkan setoran kepada kas daerah tahun ini di angka Rp3,67 miliar, naik Rp150 juta dibandingkan 2015.

Bank Daerah juga menargetkan penurunan non-performing loan (NPL) di angka 0,5 persen tahun ini. NPL Bank Daerah Karanganyar tahun 2015 di angka 0,9 persen.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten