Tunda Hajatan demi Lawan Corona, Warga Sragen Viral
Camat, kapolsek, danramil, dan kepala puskesmas Masaran, Sragen, mendatangi rumah Sunarwanto dengan tujuan untuk menyarankan agar hajatan pernikahan anaknya ditunda di Dukuh Sari RT 006/RW 002, Pringanom, Masaran, Sragen, Senin (23/3/2020). (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN — Kisah Sunarwanto, warga Dukuh Sari RT 006/RW 002, Desa Pringanom, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, viral di media sosial. Ia viral setelah rela menunda hajatan demi menekan persebaran wabah virus corona (Covid-19) di Sragen.

Sunarwanto alawanya didatangi camat, kapolsek, danramil, dan kepala puskesmas di wilayah Masaran. Mereka mengimbau Sunarwanto agar hajatan ditunda demi menekan persebaran virus corona.

"Bapak menerima saran itu, tetapi untuk ijabnya tetap diadakan," ujar Anis Munandar, menantu Sunarwanto kepada Solopos.com, Selasa (24/3/2020) pagi.

Viral

Anis kemudian mengunggah peristiwa itu disertai foto dalam grup Facebook Kumpulan Wong Sragen (KWS), Senin (23/3/2020) sore dan langsung viral. Dalam unggahan di Facebook, Anis menggunakan akun Annies Munandar mengajak para netizen bersama-sama melawan virus corona, terutama untuk wilayah Sragen.

"Bersama kita lawan Covid-19. Hari ini keluarga saya [mertua] didatangi tamu dari jajaran muspika berkaitan dengan sosialisasi penundaan hajatan resepsi pernikahan dikarena situasi yang belum kondusif terkait Covid-19. Alhamdulillah bapak legawa untuk menundanya. Hajatan yang sekiranya dilaksanakan 5 April 2020 ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Ayo Lur, yang mau punya hajatan resepsi pernikahan, untuk kepentingan bersama dan sekaligus menyelamatkan nyawa keluarga, tetangga, dll, tunda acara sampai aman. #INDONESIAsehat,” tulisnya dalam akun itu.

Unggahan tersebut sudah diacungi jempol sebanyak 1.130 buah, menerima 105 komentar, dan dibagikan sampai 18 kali hingga Selasa pukul 07.00 WIB.

Anis menjelaskan semua kebutuhan sudah dipesan, seperti sound system, kajang, kursi, dekorasi, rias pengantin, fotografer, video shooting, sebagian untuk perjamuan makanan sudah diberi down payment (DP)atau uang muka, dan undangan sebanyak 600 lembar sudah siap.

“Alhamdulillah yang memiliki jasa-jasa itu bisa memaklumi mengingat situasi meskipun belum tahu kapan dilaksanakan. Hampir semua sudah di-DP senilai Rp1 juta-Rp2 juta. Termasuk hiburan campursari juga sudah diberi DP. Jika muspika tidak datang undangan sudah beredar. Untungnya belum sempat beredar," ujarnya.

Anis mengungkapkan untuk waktu ijabnya masih konsultasi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) pada Selasa ini.

Warga Lain

Hal senada juga dilakukan Syahri Ramadion, warga Ringinanom RT 003/RW 017, Sragen Kulon, Sragen. Syahri juga terpaksa menunda resepsi pernikahan anaknya yang bertempat di Masjid Al-Falah Sragen yang direncanakan pada Rabu (25/3/2020).

Undangan sebanyak 400-an lembar sudah beredar beberapa hari sebelumnya. Syahri menunda hajatan karena adanya pemberitahuan dari Polres Sragen terkait pencegahan virus corona.

Polisi menginstruksikan kepada seluruh Kapolsek dan Kanit Interkal untuk tidak mengeluarkan izin kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan pengumpulan massa, salah satunya orang hajatan resepsi pernikahan.

"Saya sudah membuat pengumuman yang disebar lewat media sosial terkait penundaan acara resepsi sampai waktu yang belum ditentukan. Kami mohon maaf kepada segenap tamu undangan. Pengumuman itu untuk mengganti undangan yang sudah beredar," kata Syahri.

Syahri mengatakan ijab tetap berjalan sesuai rencana. Untuk keperluan sudah pasrah dengan panitia dan sudah diberi DP. Syahri menyadari keadaan yang terjadi sebagai upaya antisipasi persebaran virus corona di Sragen.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho